Rev 18 des
Rev 2 (29/03/26)
99% alur di ubah
•°☆°•
"Change hurts. It makes people insecure, confused, and angry. People want things to be the same as they've always been, because that makes life easier" - Richard Marcinko
Happy Reading
•
•
•
Dua minggu setelah persidangan terakhir, pengadilan kembali menggelar sidang pembacaan putusan, sentencing hearing. Tidak seperti sebelumnya, hari ini tidak ada lagi kesaksian panjang atau pengajuan bukti. Semua fakta telah disampaikan pada sidang utama, dan kini pengadilan hanya akan menyampaikan keputusan berdasarkan seluruh keterangan yang telah didengar.
Ruang sidang kembali dipenuhi orang-orang yang sama. Keluarga Bennett, keluarga Jones, dan keluarga Castillo-Vargas duduk di barisan masing-masing dengan wajah tegang. Beberapa wartawan dan pengamat tampak sudah bersiap dengan buku catatan di tangan.
Nichol dan Alex duduk di kursi terdakwa dengan pakaian formal seperti sidang-sidang sebelumnya. Mereka terlihat rapi, namun ketegangan cukup jelas nampak dari cara mereka duduk dan tangan yang sesekali saling menggenggam. Hari ini adalah benar-benar hari penentuan nasib mereka, dan siap atau tidak, keduanya akan segera mendengar bagaimana pengadilan menilai semua kesaksian yang telah diberikan.
Tak lama, hakim kembali memasuki ruang sidang dengan berkas di tangannya. Wajah pria itu sangat tenang dengan tatapan datar.
"All rise."
Semua berdiri bersamaan. Ketika akhirnya hakim duduk suara kembali terdengar.
"Please be seated."
Hakim memakai kacamatanya lebih dulu sebelum membuka berkas yang ia bawa perlahan.
"The Court is now prepared to deliver its decision in the joint trial of Alejandro Dante Mateo Castillo-Vargas and Nichol Ardhan Jones."
Jantung Nichol berdebar lebih cepat dari sebelumnya. Lelaki itu menautkan tangan lebih erat dengan pandangan yang sudah buram karena air mata menggenang di pelupuk.
Sedangkan Alex sendiri, matanya tak berubah menatap ke satu arah. Ia terlihat lebih rileks, meski tak bisa disembunyikan, dalam dirinya ia tetap takut dan kalut mendengar putusan apa yang akan ia dapat.
"Based on the evidence presented, the testimony of witnesses, and the submissions made before this Court... the defendant, Alejandro Dante Mateo Castillo-Vargas, is found guilty of first-degree murder, as well as subsequent acts including the disposal and mutilation of the victim." suara hakim tenang dan tegas.
Alex duduk dengan punggung lebih tegak kali ini. Wajahnya berubah tegang, dan dalam satu detik matanya berkedip dua kali. Rasa takut yang sebelumnya samar kini muncul, membuat tenggorokannya terasa kering. Ia menatap hakim dengan lekat, sementara pikirannya mulai berlari ke berbagai arah yang tak teratur.
"In accordance with the Criminal Code, the Court sentences Mr. Castillo-Vargas to life imprisonment, with eligibility for parole after eighteen years."
Dada Alex langsung terasa kosong. Ia menarik napas dalam dengan rahang mengeras, matanya ikut membesar karena terkejut. Tangannya yang berada di atas paha perlahan mencengkeram kain celana semakin kuat hingga membuatnya kusut tanpa ia sadari.
Hukuman seumur hidup, dengan kemungkinan pembebasan bersyarat setelah delapan belas tahun, itu waktu yang sangat lama.
Angka tersebut berputar di kepala Alex, bercampur dengan bayangan tentang hal-hal yang akan ia hadapi di dalam sana. Alex sempat mengedip beberapa kali, mencoba menahan panas di matanya, tapi justru pandangan lelaki itu malah semakin buram.
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
RomansaFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
