🔞 SoonHoon : With You (3)

1.2K 80 17
                                        


Sungguh Kwon bingung harus percaya begitu saja atau skeptis dan memaksa Jihoon untuk sadar, tapi kalau memang ini hanya tipuan.. akting gadis itu kelewat natural. Padahal Jihoon sama sekali tidak ada bakat bermain peran atau ada jejak pemain teater.

Esok harinya Jihoon sudah diperbolehkan pulang, tapi gadis yang kekeuh mengaku jiwanya tertukar luntang-lantung di lorong tidak tahu harus kemana. Sampai akhirnya Soonyoung mendatanginya dan mengajaknya pulang.

"S-soon--, kau percaya padaku kan?"

Pemuda berjaket tebal menghela napasnya panjang, Jihoon saat ini berpenampilan aneh--- kemeja dikancing sampai atas, memakai cardigan milik Wonwoo, melepas antingnya dan nampak begitu kalem.

"Tidak tahu ji. Lebih baik sekarang balik.."

Jihoon mengikut saja, saat mereka mencapai lobi, Soonyoung tersentak dan mencekal lengan si mungil.

"Jujur saja ji, kau bohong kan?! Barusan kita melewati ibu dari wonwoo, kenapa kau hanya diam?!"

"A-aku tidak ingat siapa ibuku.. rumahku dan aku sendiri bingung kenapa hanya mengingatmu dan si jalang itu"

Dihempas kuat lengan Jihoon, ia malas berdebat. Rasanya aneh mendengar mulut Jihoon mengatai dirinya jalang. Padahal ia tahu kebenaran dari tuduhan Wonwoo selama ini. Lee Jihoon memang menjadi partner sexnya sejak 3 tahun lalu, tapi gadis itu tidak menjual tubuhnya pada siapapun, bahkan ia enggan menerima uang dengan jumlah tak seberapa dari Soonyoung. Mereka melakukannya mau sama mau dan sepakat tanpa ada hubungan.

"Aku masih tidak percaya pengakuanmu, tapi kalau memang kau benar wonwoo.. asal kau tahu Jihoon bukan gadis murahan seperti itu"

.

Soonyoung mendiami si mungil seharian. Sesampainya di Flat mereka, Kwon memilih tidur dan Jihoon hanya duduk di lantai dekat kasur. Kepalanya pening dan bingung akan situasi yang terjadi padanya. Sore menuju malam dan malam semakin larut berubah fajar.
Kwon terbangun karena suara alarm ponselnya, ia tertegun saat mendapati Jihoon tidur di lantai dengan boneka harimau sebagai bantalan kepala.

"..."

Diangkatnya tubuh mungil itu ke kasur, ia selimuti hingga leher dan meninggalkannya karena mendapat pesan dari nomor ponsel wonwoo.

Merasakan hangat menyelimuti, tubuh gadis itu semakin meringkuk dan tenggelam dalam selimut membuatnya mirip kepompong. Harum maskulin dari kasur milik Soonyoung sangat menenangkan dirinya. Wonwoo suka itu.

Dilain tempat, Soonyoung lemas dan nyaris ambruk saat Ibunda wonwoo menangis mendapat kabar putrinya mungkin akan koma dalam waktu yang panjang, benturan di kepala membuatnya syok dan merusak beberapa syaraf.

Di lorong RS, Soonyoung menyesali hari terjadinya tragedi. Andai saja ia tidak mengusir wonwoo, pasti gadis itu tidak akan koma seperti ini dan untuk jihoon--- sungguh ia masih belum paham dan tidak ingin percaya, meski ia sendiri ingin memeluk erat gadis yang mengakui jiwanya tertukar itu.

.

Sore hari, Soonyoung baru kembali dari kampus dan rumah sakit. Gadis mungil itu terus bertanya bagaimana kabar tubuhnya, apakah sudah siuman atau belum. Sangat berisik dan membuat Kwon pusing.

"Ji, berhenti bersikap aneh. Kau itu Jihoon, bukan wonwoo"

"Apa maksudmu? Aku sungguh wonwoo-- kenapa tidak percaya padaku?!"

Tubuh mungil gadis Lee ia himpit diantara dinding, mengendus sekitar bibir dan leher guna memastikan.

"Ji, kau merokok lagi, huh?"

"M-merokok?! Tidak!!"

"Lalu bau apa ini? Wonwoo tidak pernah merokok dan bisakah kau berhenti bermain dengan game sialan ini?! Kau itu Lee Jihoon! Bukan Jeon Wonwoo, sialan!!!"

My ICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang