MY I
Broery (2)
SoonHoon
Soonyoung - Jihoon (GS Gor Uke)
Bukan ia ingin mundur karena pecundang, begini, Jihoon tidak ada masalah besar dengan Kwon Soonyoung. Memang belum akur, tapi tidak sampai jadi perkara. Hanya saja jika dugaanya benar ditempat ketiga akan bertemu kembali dengan Kwon hal itu agaknya membuat risih. Kenapa selalu dia?
Bergulat dengan pemikiran yang berkelit, Jihoon merapihkan tas sebelum izin pulang dijam 3 sore. Ia agak telat 30 menit karena tadi rapat mendadak dengan siswa eskul paduan suara perihal kompetisi bulan depan.
Jihoon kembali siap di motor matic sudah akan menancap gas dan berakhir gagal saat Soonyoung berlari kearahnya dengan membawa plastik entah berisi apa.
"Jumat besok boleh membonceng lagi?"
"Tidak"
"Yak! Aku seniormu, berbaik hatilah"
"Guru Kwon masih punya kaki dan tangan kan? Kau bisa naik bus kesana"
Sindiran halus namun menancap dalam. Kalimat barusan persis seperti umpatannya pada wakil kepala yang seenak jidat memerintah.
"Sedang tergesa?"
"Huum. Wawancara kerja"
"Lagi? Waw, kau mungil tapi tenagamu boleh juga"
Manik tajam Kwon menelisik nakal dari ujung sepatu sampai pada sepasang mata yang menatapnya tajam seolah siap mencolok kedua bola mata kelam itu. Kwon tidak pakai softlens mencolok saat mengajar.
"Aku hanya tidak suka bermalasan dan diam tanpa kerjaan. Sudahlah, aku harus segera kesana! Sampai bertemu minggu depan, Guru Kwon"
Sang guru sastra kembali memekik kesal, Jihoon pamit sekaligus memberi kode 'tidak ada tumpangan atau jangan temui aku sampai minggu'.
Jihoon dan motor maticnya melenggang jauh, berbelok kekanan bukan ke kiri, arah rumah si gadis. Ah, mungkin Jihoon tidak sadar tadi saat Kwon menyusupkan sekantong plastik berisi susu kedelai plus kue lapis ham dari kantin bibi Han. Sepemantauan Kwon seharian ini, Jihoon belum makan apapun. Hanya segelas kopi itupun tidak ia habiskan. Menurutnya tidak baik menunda makan, terlebih gadis itu punya banyak kegiatan. Kwon hanya sedikit khawatir atau mengalus? Demi tumpangan.
.
Rumah bergaya korea klasik dengan gerbang menjulang tinggi itu sudah sesuai dengan nomor pada alamat. Sedikit meragu Jihoon menekan tombol bel karena telat nyaris satu jam, padahal ia sudah mengirim pesan permohonan maaf dan direspon baik tidak masalah, tapi rasa bersalah tetap ada.
"Yaa?"
Monitor didepan pintu menampilkan sosok lelaki muda, keduanya saling padang lalu si pemuda memekik saat sadar sosok digerbang adalah tamu yang ia tunggu.
"Lee Jihoon-ssi kan? Silahkan masuk"
Mengangguk saja belum dan kini gerbang di sisi kanan terbuka perlahan. pria dalam monitor mempersilahkan Jihoon masuk ke depan pintu rumah utama.
Pintu doff didepan terbuka dan menampilkan sosok pria setinggi nyaris menyentuh puncak pintu yang nampak tersenyum ramah. Manik tajam itu nampak tak asing, tapi siapa?
"Aku Jeon-ah, Kwon Wonwoo"
Sejenak Jihoon membeku ditempat. Siapa tadi dia bilang? Jeon--- atau Kwon?
"Kau bingung dengan namaku? Jeon Wonwoo hanya nama untuk username di sosial media. Marga asliku Kwon"
Senyum kaku Jihoon berikan, kalau saja si pemuda pucat didepan jeli pasti ia bisa menemukan bulir keringat dingin di dahi Lee Jihoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
My I
Fanfictionone-three shot otp SVT, lebih dominan SoonHoon (Soonyoung & Jihoon) bisa bergenre GS atau BxB. -soonhoon -verkwan -meanie -jeongcheol -junhao -seoksoo -soonchan Dkk Happy reading~ ^^
