-BGK

86 21 10
                                    

Note:

Bab ini bisa saja isinya hanya tentang momen uwu Bryan x Zey

****

"Yan, gue bosen." Zey mengeluh. di sebelahnya ada Bryan yang sibuk mengerjakan soal Matematika.

"Kenapa lo bosen? ponsel lo kenapa?" Bryan mengalihkan perhatiannya pada Zey. Meletakkan pensil nya dan meletakkan kertas berisi soal matematika itu ke lacinya.

"Mati. Charger gue ketinggalan, harus pinjem Sasha. Tapi Sasha tidur lagi." Zey mengeluh lagi.

"Lo kalah," Bryan berucap tiba-tiba. Membuat Zey yang memejamkan mata, kembali membuka matanya

"Lah?" Zey bertanya bingung, maksudnya? terus, kenapa Bryan menyodorkan tangannya yang terbuka lebar?

"Lo kalah. ayo main BGK!" Ajak Bryan sambil tersenyum tipis.

Si kandidat ketos ini ngapain sih? Zey nggak paham.

"BGK? apaan dah?" Zey menatap Bryan tidak mengerti. apa ini singkatan rumus-rumus? atau bagaimana sih?

"Batu Gunting Kertas." Bryan menjawab dengan senyuman semakin lebar.

Author cuma mau mengingatkan, jangan lebar-lebar, Yan.

Nanti jadi Momo setan, hehehe

Zey menghela nafas, "Permainan bocil oy!" ia berseru menolaknya.

Bryan mendengus, "Gue gak punya mainan, ini permainan buat semua umur." jelasnya sambil memaksa.

Zey hanya melengos, kemudian mengangguk. "Ulang tapi, yang tadi nggak di hitung!" ucap Zey yang di anguki Bryan.

Mereka dengan kekanak-kanakan bermain berkali-kali.

****

"Udahan dulu ah!" Zey berseru kesal.

Bryan yang mendengar itu tertawa gemas sambil memandang wajah kesal Zey yang menggemaskan dan candu untuknya.

"Lemah, gitu aja kesel." ejeknya dengan senyum mengejek yang sangat menyebalkan.

"Ga usah songong lo! menang suit doang aja bangga!" Zey menggerutu kesal.

Kesal kesal kesal.

Menyebalkan sekali.

Bryan semakin tertawa kencang, kemudian dengan reflek mengacak-ngacak rambut Zey, "Dasar," ucapnya.

Zey yang sama sekali tidak siap hanya bisa melotot terkejut.

Halo hati? masih kuat?

"Apasi gausa sokab! gue kesel sama lo!" ckckck, Tsundere. pake segala nepis tangan Bryan di kepalanya, padahal salting.

Bryan mendengus kecil, "Ngambekkan. Tangan gue ditepis. Jahat lo," ucapnya dramatis.

Zey mendelik, "Gue lagi marah! jangan elus rambut gue! jangan apa-apain rambut gue!" kilahnya.

"Berarti kalo apa-apain dikening, boleh dong?" Bryan mengangkat satu alisnya.

"Lah, emang apa yang bisa lo lakuin ke kening gue?" tanya Zey penasaran.

Bryan tersenyum,

"Gue cium, boleh?"

****

#BacotanShaa
LUNAS YA BESTIEH!

JADI JANGAN LUPA VOTEMENT!

LOPH U❤️

Class Of Absurd [S.2]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang