-mas pacar

45 14 3
                                        

semua murid masih ribut setelah mendengar kisah cinta absurd Sasha yang sangat sulit di mengerti dan di terima.

padahal sang empu sudah tdk peduli dan sudah tertidur dengan tenang. disebelahnya ada Bagas yang mengelus pelan surai nya menenangkan.

murid-murid berisik, karena mereka sangat tidak terima kapal idaman mereka karam sebelum berlayar hiks.

"apasih berisik banget" Sasha terbangun, kemudian melihat Bagas yang masih memusatkan perhatiannya padanya.

"kenapa bangun? biasanya juga rame lo tetep tidur" tanya nya sambil mengambil air minum Sasha, karena suara gadis itu serak.

Sasha menatap datar Bagas, "gue ngerasa diliatin. lo ngapain disini? Zey mana?" tanya nya.

"SHA GUE KANTIN YA MA NAK-KANAK! DULUAN ZEYENK!" Zey berteriak pamitan pada Sasha sambil berjalan keluar.

"gue di tinggal?"

"tidur lo terlalu nyenyak"

Sasha menghela nafas, ia juga heran.

tumben amat ia terganggu dengan bising kelasnya.

ting!
Kak Fatar: mau ke kantin? gue jemput ya

pesan masuk itu membuat Sasha menghela nafas, "lo duluan aja" suruhnya pada Bagas.

Bagas yang baru saja membuka ponselnya menatap Sasha aneh, "gue bareng sama lo" tolaknya.

Sasha menunjukkan lockscreen ponselnya yang memperlihatkan notifikasi pesan dari Fatar.

"Fatar bakal jemput gue, lo mau jadi nyamuk? gue ngga keberatan sih"

"nggak, gue bakal di belakang kalian"

"oke. terserah lo aja"

Sasha mengalah, Bagas terlalu bisa untuk mengontrol dirinya.

****

"SHAA! KAK FATAR DI DEPAN NIH!"

Sasha menoleh ke pintu kelas, terdapat Fatar dengan wajah datar bermain ponselnya.

Sasha menyenggol Bagas, "gece minggir" suruhnya sambil berbisik.

Bagas menoleh ke Sasha, tidak lama menoleh ke arah pintu.

"nanti gue nyusul" katanya setelah menghela nafas, dan berdiri dari bangku Zey.

Sasha menganguk, kemudian menepuk pelan bahu Harist, "makasi udah ngasih tau"

ia pun berjalan keluar.

****

"Bangun tidur Sha?" tanya Fatar sambil tersenyum, meletakkan ponselnya kedalam saku nya.

Sasha menguap sambil mengangguk, "masih ngantuk" jawabnya sambil mengucek matanya.

Fatar tersenyum gemas, "jangan dikucek matanya, mau di gendong?" tanya nya sambil menarik tangan Sasha lembut.

"boleh?" tanya nya polos sambil mengerjapkan mata. kemudian melihat ke sekelilingnya.

"nggak deh, Bagas di belakang kita" katanya sambil menggeleng.

Fatar menganguk, "yaudah" finalnya sedikit kecewa.

Sasha tersenyum tipis, tanpa disangka meraih tangan besar Fatar.

"gandeng aja ya"

Fatar pun jadi cacing kepanasan.

salting brow

****

"MENTANG MENTANG PUNYA PACAR, PUNYA SAHABAT DI LUPAIN" sindir Zey keras kala melihat Sasha dan Fatar jalan bergandengan dengan Bagas di belakang mereka yang terlihat datar.

"NGACA BRENGSHAKE" Indy melempar pisang goreng didepannya ke Zey.

"PARAH YA DATENG-DATENG GANDENGAN! SOPAN BEGITU?" Mela menatap sinis tangan Sasha dan Fatar yang masih bertaut.

Sasha menyeringai dengan tatapan menggoda, "kenapa? kan dia pacar gue" jawabnya sombong.

"MON MAAP GUE IZIN UNINSTALL DARI BUMI YA! GAK KUAD ANJENG"

"APA TADI BILANG NYA? COBA ULANG?"

Alya dan Bila terus memanasi, Sasha yang kuping nya panas mendengus.

"Sini mas pacar, duduk sama aku" Sasha menarik tangan Fatar untuk duduk di sebelahnya.

"JAMBU MAS PACAR SU!"

bayangkan kondisi hati Fatar saat ini.

beuh, jedag-jedug men!

***

#BacotanShaa
yamaap seadanya.

mklm bestie, tetep enjoy yaa

BTW HABEDE JENO❤️ MWUA SARANGHAEE❤️❤️

janlup votement, yg ga votement smg beda agama.

huehuehe,
shaa

Class Of Absurd [S.2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang