Ceklek!
"HANJENG KOK MATI LAMPU?!" seru mereka bersamaan, kecuali Bagas dan Sasha tentunya.
"Yaampun jangan-jangan beneran ada mbak kun bobo bareng kita disini.." ucap Kiara
"Gausa nakut-nakutin anjir!" Abel menabok pelan Kiara
"Mbak kun, yang santai ya, tolong dong nyalain lagi lampunya. Kita bolehin mbak kun bobo sini kok bareng Fano," Ucap Arya sambil mendorong pelan Fano.
"Anjing jangan korbanin gue!" Tolak Fano mentah-mentah.
"Fan jangan gitu anjing! kalo mbak kun nya gondok gimana? ntar kita di bawa ke alamnya gimana? lo tinggal bobo aja ribet anjir! gue potong nih burung lo?!" Dumel Mela setengah bergetar.
"Laa, omongannyaa!" Lio menepuk pelan bibir Mela.
Jing kok..
"Saya kesini mau uwu-uwu sama cowo ini. bukan lihat uwu-uwu kalian para manusia gak jelas." suara melengking itu mengagetkan mereka semua.
Dasar iri aja lo hantu, udah mati juga
"ANJING SUARA SIAPA BANGSAT? JANGAN BERCANDA LO BABI! MAJU SINI LO! LAWAN NIH PAWANGNYA SASHA!" Zegran berteriak keras sambil mendorong bahu Bagas.
"Kok gue sat?" Bagas menjauh dari kerumunan jantan dan mendekati Sasha; memastikan gadis itu tetap dalam jangkauannya.
"Aelah Gas, sekali-sekali gunain kekuatan agama lo." ucap Xavier yang dihadiah i pelototan dari Bagas.
"Yahh, boleh juga sih. Lebih tampan pula. Yaudah gapapa. Sini adek ganteng sama kakak, hihihi~" Mbak kun mulai melayang dari Fano kearah Bagas yang plonga-plongo dan memerhatikan sekeliling nya waspada.
"Gausa gatel lo mbak kun anjing. Dibiarin malah ngelunjak ya." Sasha mendesis sinis kemudian bangkit dari rebahannya.
"SAYA SETAN! BUKAN ANJING! SAYA NGGAK GATEL!" Teriakkan melengking itu membuat seluruh warga MIPA XI-2 menutup telinga mereka.
Takut budeg. Udah sering dengerin Kiara sama Zey teriak-teriak cempreng, ditambah teriakan melengking mbak kun. Ya pecah gendang telinga ini lama-lama.
Sasha hanya menatap lempeng Mbak Kun tersebut. Kemudian beralih memeluk Bagas, "Ini punya saya, wlee~" ejeknya.
"SHA ANJING JANGAN GITU! NTAR MBAK KUN NGAMUK-NGAMUK BANTING-BANTING GIMANA ANJIR?" Elvan paniueq gais.
Mungkin benar, ucapan adalah doa. Mbak kun dengan keras membanting semua barang di kelas.
Nulai dari meja, kursi, papan, jam, ampe kaca pecah semua tuh.
Apa mbak kun aja ya yang lebay?
"Udahlah mbak kun. Mending mbak balik aja ke pohon beringin depan sekolah. Nggak baik disini lama-lama. Diseret ke neraka mampus!" ejek Sasha lagi. Membuat mbak kun sadar diri dan mengamuk.
"BACOT YA KAMU! KALO GITU BIAR IMPAS, AYO MATI!" Ajak mbak kun sambil tertawa nyaring membuat semua orang menangis.
"Ya ampun sha, lo diem aja sha diem. Gue takut--" ucap Nesya.
"Sha istighfar, sha istighfar!" tenang Tya.
Sasha tak memedulikan teman-temannya, ia menatap malas dan congkak pada mbak kun tersebut, "Dih. Lo udah mati kali. Mati kok ngajak-ngajak? Mati ya mati sendiri aja." ucapnya malas.
Mbak Kunti makin ngamuk, jadi semua barang-barang dia bikin melayang sambil muter-muter gitu.
"KALIAN MATI AJA, MATI!" Teriaknya histeris diiringi tawa lagi.
"Sorry, lo bukan Tuhan" balas Sasha datar.
"Kalian keluar aja. Nih setan ngelunjak lama-lama. Panggilin satpam gih," suruh Sasha santai sambil duduk perlahan diatas mukenah dan sajadah yang ia gelar.
Semua menganguk, berbondong-bondong ingin keluar kelas yang kebetulan pintu nya kebuka lebar.
Tapi telat,
BRAK!
Pintu tersebut udah dikunci sama mbak kun.
"HUWAAA MAMIIII!"
"BUNDA! ARYA MASI MAU LAYF!"
"YA ALLAH MAA, MAAFIN MELA KALO MELA PUNYA BANYAK SALAH SAMA MAMA! MELA SAYANG MAMA!"
"GUE MAU PULAAANG!"
"HIHIHIHI~" Mbak Kunti memang rese. Malah ketawa. Kan, makin histeris.
"Udah kalian nyerah aja. Kita mati bareng-bareng yuk?" Ajak mbak Kunti sambil tersenyum lebar sampai ke telinga.
"Sok asik amat," sinis Sasha.
"Udah sha, udah. Kalo setannya tambah ngamuk, kasian anak-anak." Bagas membelai surai Sasha yang berada di pelukan nya.
"Hm, okay. Ngusirnya gimana?" Sasha menyetujui, namun selanjutnya ia mendongak menatap Bagas.
Bagas tersenyum, "Shalat Malam,"
Ya Allah Bagas, kamu alim banget. mau nggak jadi pacar author?
****
Semua anak kelas MIPA XI-2 pun terpaksa bertayamum karena dikunci oleh mbak kunti yang masih asik bergelayutan di lampu kelas.
"Ya ampun gue jadi alim setelah sekian lama," ucap Arya.
"Gitu aja dibilang alim?" dengus Bagas.
Mereka pun shalat berjamaah. Membuat mbak kunti muring-muring diatas sana.
"ADUH DEK GANTENG! JANGAN GINI DONG SAMA KAKA! KAKA KEPANASAN! DEK GANTENG! AAAAAA!!"
GEDUBRAK! BRAK! DUG! PYAR!
Jatoh semua dah barang-barang yang melayang tadi gegara mbak kunti sudah pergi jauh kembali ke habitatnya.
"Alhamdulillah ya Allah," syukur mereka semua. Mereka pun saling memeluk dan menangis. Tak lupa memanjat syukur pada Allah.
****
#BacotanShaa
Ngoahahaha. menurut kalian, apa yang bisa diambil dari kejadian para siswa MIPA XI-2?
bagi aku sih,
Jangan pernah ngelakuin hal-hal aneh kalo malem-malem. nggak malem aja sih, pokoknya harus sopan gitu
kedua, kalau ada kejadian apapun, minta tolong sama Allah, jangan kaya di film-film malah teriak-teriak histeris doang ngga berdoa:v
ketiga, jangan malah diajak ribut setannya kaya Sasha.
BTW BAB SEBELUM STUDYTOUR SUDAH END! hihihi><
dah si itu aja, janlup votement ngoehehe❤️
xoxo,
Shaa
KAMU SEDANG MEMBACA
Class Of Absurd [S.2]
Teen Fiction[BUDAYAKAN BACA DESKRIPSI!] #ClassSeries [S.2] Halo! selamat datang di SMA Bestari! dimana kamu akan bertemu dan berkenalan dengan murid-murid Absurd dan gila dari kelas tersohor disana. Kamu akan bertemu dengan Sasha; si gadis lempeng minim eskpres...
![Class Of Absurd [S.2]](https://img.wattpad.com/cover/299507061-64-k215021.jpg)