"Lo pulang dulu aja ke rumah Bunda, gue anter." Ucap Bagas mencekal tangan Sasha yang hendak melangkah keluar dari kelas bersama dengan IMBAZ.
"Nggak mau. Gue udah nggak apa apa. Jangan berlebihan deh," balas Sasha menolak. Ia hendak menyusul teman temannya yang sudah melangkah jauh hendak keluar dari sekolah untuk menaiki angkot menuju rumah Zey.
Bagas menggelengkan kepala, menolak pernyataan Sasha. "Istirahat bentar, Sha. Nanti gue anter lagi ke rumah Zey nya." Ujarnya tegas untuk menekankan bahwa ia khawatir dan tidak menerima alasan apapun lagi.
Sasha yang pasrah karena tangannya dicekal erat oleh Bagas pun akhirnya melemaskan diri. "Yaudah," finalnya sambil bersandar pada pintu kelas. Bagas pun secara perlahan melepaskan cekalannya. Benar benar perlahan, karena takut Sasha akan langsung kabur jika ia lengah.
Benar saja. Begitu cekalan tangannya benar benar terlepas, Sasha dengan gesit berbalik dan hendak berlari dengan kencang demi menyusul teman temannya.
Sial seribu sial, Ia malah menabrak Arya dan Bryan yang dalam perjalanan kembali dari kantin.
Alhasil, ia yang mungil itu menabrak dua tubuh sebesar gapura kabupaten sehingga terpental kembali ke pelukan Bagas yang mengejarnya.
"Anjir, Sha! Lo gapapa? Ngapain lari lari anjir?! kaget gue!" Arya panik karena walaupun Sasha tinggi, tubuhnya termasuk kecil dan sakit untuk menubruk ia dan Bryan. Ia segera menghampiri Sasha yang sibuk mengaduh.
"Ya Allah Sha, Lo gapapa?" tanya Bryan setelah kembali dari syoknya juga ikut menghampiri Sasha.
Sasha menatap sinis keduanya. "Kenapa sih lo berdua pake jalan dempetan berdua segala? Udah tau gede gede badannya malah jadi satu?! Remuk badan gue," Omel Sasha.
Bagas yang dibelakangnya geleng geleng kepala. Kedua tangannya masih setia menahan pinggang Sasha agar gadis itu tidak jatuh nyusruk ke belakang, yang sepertinya tidak disadari oleh Sasha karena gadis itu masih sibuk memegangi kepalanya yang pusing.
"Makanya jangan aneh aneh," Ejek Bagas sambil menggendong Sasha yang membuat gadis itu memekik pelan.
"Akh! Bagas! Pusing!" Keluh Sasha sambil menggeplak pelan kepala bagian belakang Bagas. Kemudian mengalungkan kedua tangannya agar tidak terjatuh.
Sementara Bagas hanya terkekeh pelan. "Ayo pulang," bisiknya yang membuat Sasha geli sendiri.
"Gas, Pulang lo? Ke rumah gue dulu lah, pesta pelepas lajang kita." Ujar Arya sambil memberikan tas Bagas. Bagas mengangguk, "Nanti gue nyusul. Gue anter Sasha dulu ke bunda, agak ga enak badan dia." ucap Bagas setelah berterimakasih dan menepuk pundak Bryan dan Arya sebagai bentuk pamitan.
"Duluan," pamitnya lagi.
"Sha! Lo nggak pamit kita nih?!" Teriak Arya jahil.
"Yo." sahut Sasha pelan sambil mengangkat satu jempolnya ke arah Arya dan Bryan.
"Buset dah," keduanya geleng geleng tidak habis pikir.
Emang boleh se santai itu sha?
****
#BacotanShaa
Anjay sdh lama skli sjk ak update ni stori.hwhwheh sbg bentuk perayaan 3K pembaca, ak update 2x deng xixi
enjoyy yashh!! lovyuu alll😋😩
full of love,
shaa

KAMU SEDANG MEMBACA
Class Of Absurd [S.2]
Ficțiune adolescenți[BUDAYAKAN BACA DESKRIPSI!] #ClassSeries [S.2] Halo! selamat datang di SMA Bestari! dimana kamu akan bertemu dan berkenalan dengan murid-murid Absurd dan gila dari kelas tersohor disana. Kamu akan bertemu dengan Sasha; si gadis lempeng minim eskpres...