-Welcome Party(a)

23 4 0
                                        

"Hari ini ada rencana, nggak? Welcome Party, Kuy?"

Usulan dari Ghazy, anak kalem baik-baik yang bucin setengah mampus sama Kiara, tiba tiba bersuara di tengah heningnya kelas MIPA XII-2 setelah mendapat siraman rohani dari Pak Yono.

Ah soal Kiara dan Pak Yono.

Ghazy dan Kiara resmi jadian, tepat setelah keduanya ikut Farewell Party tahun lalu. Tepat ketika Fatar dan Sasha terakhir bertemu. Keduanya menjadi MC pada saat itu, karena Kepsek BHS tiba-tiba mengadakan liburan ke luar negeri yang membuat mereka harus berhemat sedikit untuk merayakan Farewell Party. Ghazy memang sudah menyimpan rasa pada Kiara, namun gengsi nya tinggi mengalahkan perempuan. Sedangkan Kiara yang punya trust issue jadinya hanya mau memberi kode-kode. Namun akhirnya mereka jadian, setelah lelah menyimpan rasa di hati masing masing.

Lalu soal Pak Yono...

"Bapak mau resign, hehe."

Tentu saja mereka semua syok. Pak Yono telah mengajar di BHS bahkan sejak mereka masih SD. Mungkin sekitar 5-6 tahun? Beliau mengajar sejak Farzen masih sekolah disana. Dan resign dengan alasan ingin cari suasana baru, membuat mereka tidak bisa mencegah Pak Yono. Makanya, situasi sekarang sedikit sedih sekaligus menyesakkan. 2 tahun bukanlah waktu yang cepat.

"Sinting, lo. Lagi sedih, ancrit." Sahut Xavier sambil melempar Ghazy dengan pensil.

"Lah iya.makanya biar ga sedih terus, seneng-seneng kita!" seru Ghazy.

"Harusnya sih bikin farewell party sama pak Yono, nggak sih? bodoh sia mah." sahut Nesya sambil geleng-geleng kepala.

"Kapan-kapan aja sih. kan pak Yono juga kudu ngajar seminggu lagi. Pas bener-bener akhir aja," Sahut Elvan sambil memberi botol minum ke Nesya.

Nesya mengernyit heran, tapi tetap mengambil botol itu.

"Apaan nih?" tanya nya.

Elvan memegang lehernya canggung, "give away dari gue. Udah, nggak usah berisik. Terima aja sih," jawabnya ketus.

"Idih? yaudah sih. thanks  yah. tau aja botol gue ilang." jawab Nesya sambil tersenyum manis.

Secara tiba-tiba, atmosfer antara keduanya menjadi aneh. Manis, romantis, dan canggung. Sehingga keduanya bingung harus bersikap seperti apa.

"Ooh, ada apa ini? ada bunga bunga gais di kelas, soalnya ada yang jatuh cinta. HAHAHA!"

Udah, abaikan aja seruan nyebelin dari Arya.

Mari beralih ke bangku-bangku daerah SIMBAZ.

"Ada acara nggak, habis ini? Nginep lah, di rumah Sasha." Ajak Indy sambil memasukkan buku corat-coretnya serta kotak pensilnya.

"Boleh, deh. Ntar ke Welcome Party nya berangkat dari rumah Sasha aja." Jawab Mela sambil merangkul Zey yang murung.

"Kenapa nih, si bokem?" tanya Alya melihat Zey yang dari tadi diam dan murung.

Sasha terkekeh pelan, "Berantem dia sama Reyhan, perkara Kak Caca." jawabnya sambil tersenyum jahil.

Zey berdecak, "Ini udah satu tahun, masih aja kaga kelar-kelar masalahnya. Mereka putus gegara apaan sih?! kenapa yang ribet jadi gue?!" seru nya emosi bercampur sedih.

Di seret-seret dalam hubungan orang tuh, nggak enak, tau!

Ya walaupun dapet duit, sih. Zey aslinya kaya, kok! cuma mau nyoba ngasilin duit sendiri aja.

Bila geleng-geleng, "Lo nya juga aneh anjrit. Mau-mau aja jadi pacar bohongan gegara duit. Tau sendiri mereka couple ter-nggak masuk akal di sejarah BHS." ucapnya.

Zey mengangguk miris, "Should i end it?" tanya nya.

Indy tertawa, "Iya, lah! kalo lo mau, ya lo bakal muteerrrr aja kaya gini, terus ga dapet pacar ampe lulus, tau! Yakin, mau?" Godanya sambil menutup risleting tasnya, kemudian merangkul Bila yang dari tadi fokus dengan ponselnya.

"Yuk, Ah. Ntar yang cowok suruh kumpul di rumah Bagas aja." Ajak Indy.

"Asha! Pulangnya nggak bareng gue?" Panggil Bagas saat SIMBAZ berpamitan kepada anak-anak kelas dan beranjak keluar.

"Nggak. Anak-anak mau nginep dirumah, jemput pas waktunya farewell party ya." balas Sasha tersenyum tipis kemudian melangkah pergi.

"Ah, Indy barusan nge chat gue, nyuruh kita ke Bagas aja biar kalau mau jemput kaga repot." Kata Bryan yang mengejutkan sekelas.

"Perasaan kapalnya Arya-Indy deh, bukan Bryan-Indy.." Gumam Kiara dan Almara sambil menatap Bryan terkejut.

"Gue nggak nyangka, lo nikung Arya, Yan?" Ucap Aira sambil berpegangan pada Bara.

"Sabar by, Bryan emang agak-agak semenjak Zey pacaran sama Reyhan." Ucap Bara sambil mengusap rambut Aira.

"Parah lo, Yan. Gak bespren kita! ntar gue lo tikung, lagi!" Ucap Harist. 

Roy menatap Harist aneh, "Kayak punya cewe aja lo." ucapnya kejam yang ditertawakan Fano, Xavier, dan Zegran.

"HAHAHAHA KOCAK BENER BELIAU INI!" Seru Fano.

"Fan, pulang nggak?!" Tya menyeret Fano keluar kelas, kemudian berpamitan pada teman-temannya.

"NGGAK GITU ANJING! AR! Lo percaya gue, kan?" Bryan menatap Arya panik, padahal Arya sedari tadi menertawakannya.

"Ngaco, lo. Percaya lah anjir. Udah ah, ayok pulang. Gue mau apel castri gue habis ini." Arya menepuk pundak Bryan, kemudian berjalan keluar kelas bersama Lio setelah berpamitan dengan yang lain. Namun berhenti sejenak, menoleh pada Bryan.

"Lagian gue tau lo naksir Zey, Yan. Santai aja gue mah,"

****

#BacotanShaa

UWIH HAHAHA NYARIS PLOTWIS YA

kan galucu tb-tb kapalnya ganti

Arya-Zey

Bryan-Indy

EH TAPI LUCU JUGA GA SI WKWK

gagaga sans aja.

JANLUP VOTEMENT YH BEBIII<3!

hueueue,Shaa

Class Of Absurd [S.2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang