-It's you, babe?

42 12 4
                                        

Sasha hari ini, pada jam istirahat, akan pergi menemani Fatar untuk pertandingan futsal antar kelas 12.

ia dengan sukarela datang bahkan tanpa paksaan mau datang dan menemani cowok itu tanpa IMBAZ di sampingnya.

tumben sekali?

biasanya, Fatar akan sedikit merayu nya. dan usaha Fatar akan berakhir gagal karena Sasha dengan wajah ngantuk + mood yang tidak enak membuatnya kasian dan takut.

walau akhirnya Fatar akan kecewa sih, tapi gapapa. demi ayang, apa si yang nggak?

Sasha mulai duduk dibagian tengah agak ke depan di tempat kursi penonton. ia dengan lempeng dan datar menatap seluruh siswi lain yang dengan terang-terangan membicarakannya.

huh, dia seterkenal itu?

Sasha duduk dengan tenang sambil melihat ke sekitarnya. walaupun harus sesekali berdiri dari duduknya untuk mencari teman-temannya.

bagaimanapun Reyhan juga ikut kan?

pandangannya berhenti di satu titik dimana para pemain akan memasuki lapangan, tiba-tiba ia terpikirkan sesuatu.

kenapa dia mau repot-repot kesini?

hatinya...mulai berdebar.

dia mulai menyukai Fatar kah?

tiba-tiba terdengar sorakan yang sangat kencang dari anak kelas 10 yang jauh jauh datang ke gedung BHS terbelakang, demi menonton pertandingan ini tentunya.

ia mengangkat pandangannya, dan..

itu Fatar!

dengan wajah dingin, kaos futsal dengan lengan pendek dan celana pendek membuat nya semakin tampan.

hey..sejak kapan Fatar terlihat sangat tampan seperti itu?

Sasha... terpesona.

menatap lama gerombolan kelas Fatar, bahkan ia tidak sadar bahwa Fatar sudah menoleh ke arahnya.

dengan senyuman tipisnya yang mampu membuat kaum hawa jerat-jerit, ia tersenyum semakin lebar ketika menyadari Sasha menatapnya juga.

"gue kesana bentar ya?" pamit Fatar pada teman-temannya.

"elah, si bucin! jangan lama-lama ya sat!" sahut Ivan sambil tertawa.

Fatar tidak menjawab, ia menghampiri Sasha dengan langkah semangat.

ia senang sekali, Sasha mau menontonnya hari ini?

Sasha yang masih menatap Fatar dengan tatapan terpesona bahkan benar-benar masih menatap lelaki itu tanpa sadar. sedangkan Fatar semakin berdebar dengan langkah yang semakin mendekat.

hingga saat Fatar didepannya, Sasha masih saja terpesona.

"Natasha,"

Eh!

"hah?" Sasha cengo, ia terkejut.

sejak kapan Fatar berjalan ke arahnya?

Fatar tersenyum, mengangkat satu tangannya untuk mengacak-acak pelan rambut sang pacar,

"makasih udah datang, sayang"

SAYANG?!

Sasha semakin cengo dan bingung. dengan jantung berdebar, ia hanya bisa menatap Fatar dengan mengerjap-ngerjap tanpa tahu ingin menjawab apa.

sial! yang di acak-acak rambutnya. kenapa hatinya yang berantakan?!

siswi-siswi mulai berjeritan melihat keuwuan itu.

SKSHSBANAKAJ UWU-UWU LUCU BANGET!

Fatar mengangkat satu alisnya heran, tumben Sasha tidak menjawabnya?

dengan cemas ia bertanya,

"kamu kenapa Sha? sakit? apa gimana? ko nggak jawab?" menurunkan tangannya, Fatar memindahkan tangannya untuk mengecek suhu badan sang pacar,

membuat Sasha semakin berdebar.

"nggak panas, kamu kenapa, sayang?" tanya nya lagi berharap Sasha menjawabnya.

STOP! KAK! GUE GA KUAT!

"A-apaansi kak! gue gapapa!" serunya akhirnya dengan menepis pelan tangan Fatar.

Fatar menghembuskan nafas pelan, Alhamdulillah dijawab.

ia panik loh, lempeng-lempeng gitu aslinya Sasha cerewet.

Fatar terkekeh, kemudian menganguk, "oke-oke" jawab nya dengan senyuman tidak pernah luntur.

"FATAR AYO ANJING LAMA BANGET BUCIN NYA ASU!" seru Erga dari tengah lapangan.

Fatar menoleh, dengan wajah malas ia menganguk.

kembali menoleh ke Sasha, ia kembali tersenyum,

"gue main dulu ya? jangan kemana-mana. tonton gue, dan semangatin gue, please?" ucapnya sambil memohon.

Sasha dengan jantung masih berdebar kencang hanya menganguk, "i-iya"

Fatar merasa semakin semangat. ia hendak mengelus rambut Sasha, namun di tahan oleh sang pemilik rambut.

"STOP! JANGAN DI ACAK-ACAK!" ucapnya sambil menutupi rambut nya.

Fatar menatapnya bingung, kemudian menghela nafas.

menyentuh pipi bakpao Sasha dan mencubitnya pelan, "dadah cantik!" serunya dengan senyum jahil.

kemudian tanpa rasa bersalah berlari meninggalkan Sasha yang blush dengan pipi semerah tomat.

"KAK FATAR!"

terlihat lelaki itu tertawa di tengah lapangan yang panas.

JANTUNG DAN HATI GUEE!

****

#BacotanShaa
kiw kiw HAHAHAHA PART FASHA LUCU BGT

JANLUP VOTEMENT SYG❤️!

huehuehue,
shaa

Class Of Absurd [S.2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang