-Spesial Part;2

59 16 3
                                        

SMP..

"Sha? Kenapa bisa gini?" Bagas yang selesai bertanding basket dengan peluh yang menetes dari sekujur tubuhnya menatap cemas Sasha yang menatapnya dengan tatapan kosong dengan baju yang sedikit koyak.

"GAS AMBIL!" Arya melemparkan hoodie oversize Bagas yang berada didekatnya, dan berhasil ditangkap oleh Bagas.

"Jawab, Sha! Kenapa bisa gini!" Bagas menepuk-nepuk pelan pundak Sasha dan memakaikan gadis itu hoodie karena bajunya Sebagian besar robek dan compang-camping.

"Bagas, gue gatel ya?" tanya nya sambil mengerjapkan mata.

Bagas menghela nafas, "Cewe, cowo?" tanya nya sambil mencengkram erat pergelangan tangan Sasha yang masih menatapnya kosong.

"JIHAN ANJENG! MAJU BEWAN JANCO! NGAPAIN KEROYOKAN SAMA COWO LO BANGSAT!"

"SINI WOMEN BY WOMEN! NGAPAIN JUGA LO IKUTAN JENGGALA?! LO MAU JADI BANCI?!"

Bagas menoleh ke koridor SMP Bestari 2 yang ramai karena ada adegan jambak-jambakkan dan perbaku hantaman antar Zey, Mela dan Indy. Bersama tiga orang gadis yang diyakini Jihan salah satunya.

"Mampus sahabatnya maju! MELA KALEM AJA LA! DIA EMANG BANCI!" Lio berlari menghampiri Mela yang masih menjambak gadis dengan rok pendek sependek rambutnya.

"NGGAK BISA DIBIARIN! INDY MAJU WOY GOBLOK!" Zey yang menoleh kearah arah Indy, yang membuat tangan gadis itu yang menjambak rambut Jihan semakin keras,

"ANJING! LEPASIN NGGA?! SASHA EMANG PANTES DIGITUIN! BUKANNYA DIA EMANG GATEL YA?!" Jihan, gadis sok seksoy dan sok famaous berteriak kencang.

"SOK ASIK BANGSAT! LO SINI LEPASIN! LAGIAN IRI LO GABISA DEKETIN BAGAS?! SASHA EMANG DEKET KALI! NGACA, BEGO!"  Mela melepaskan jambakannya pada teman Jihan setelah berhasil menendang gadis itu, kemudian dengan dendam pribadi dan kesenangan hati, membantu Zey.

"AAAAKKKH RAMBUT GUE RONTOOOOK!" Bentak Jihan sambil berusaha melepaskan genggaman Zey dan Mela.

"NDY-NDY TENANG WOY! KALEM-KALEM! NTAR DIA BOTAK GIMANA? UDAH JELEG MAKIN JELEG NTAR!" Arya melepaskan cengkraman tangan Indy yang masih asik menjambak gadis dengan nametag 'Lea'.

"Yang waras ngalah, zey! kalem cuy kalem!" Bryan pun berusaha melepaskan cengkraman Zey dan Mela.

Dan tatapan sengit pun terjadi, mereka saling menatap penuh kebencian.

"Gue nggak akan pernah maafin lo, bitj! pakyu men!" Bila menatap sinis Jihan dan geng nya. Ia tidak ikut jambak-jambakan soalnya badannya kecil, mana dariawal udah ditahan si Zebra. Kan sulit..

"Ngaca brader! ngaca! gue beliin sepuluh kaca yang mencerminkan gimana jeleg nya elo nih!?!!" Alya tim misuh saja, dia soalnya nganterin Sasha ke Bagas dulu.

Bagas dan Sasha menghampiri mereka semua.

"SASHAAAA HUAAAA LO GAPAPAKAN?"

"BISA-BISANYA SI GATEL BIKIN LO GINI?! LIAT AJA GUE ROBEK ROK PENDEKNYA BIAR SEKALIAN GAUSA PAKE ROK!"

IMBAZ memeluk Sasha yang masi terdiam, antara syok dan terharu.

"Cewe lo ngga tau malu amat, gas?" Jenggala, pacar Jihan menghampiri Bagas yang hanya terdiam, tidak memedulikan kehadirannya.

"Ah tapi gue lupa, kan pacar cerminan diri? kalian sama-sama ngga tau diri dan ngga tau malu. Pantes sih, cocok." ucapnya tetap berusaha mengambil perhatian Bagas.

Bagas terdiam, berusaha tidak memedulikan betapa panasnya hawa dan telinganya, mengepalkan tangannya hingga kukunya terasa menusuk-nusuk.

"Lagian, apa salahnya cewe gue? bukannya bener, dia gatel? gue rasa bagus dengan ngerusak baju nya, dia bakal laku." Jenggala berbelit-belit, membuat Bagas akhirnya menoleh dan menyengrit tidak paham.

"Maksud lo?"

Jenggala tersenyum, kemudian menetralan ekspresinya menjadi polos, "Bukannya dia gatel? kenapa ngga sekalian jual diri aja? kan lumayan dapet uang dan dia ngga bakal ga--"

BRAK!

"Jaga omongan lo, bangsat!" Bagas mencekram erat kerah seragam Jenggala, mendorong lelaki itu ke tembok dengan tatapan dingin.

Jenggala terbatuk, punggunya terasa nyeri karena kerasnya dorongan Bagas.

"Udah-udah, gue gapapa." Sasha menarik pelan lengan seragam Bagas, mau tak mau membuat Bagas melepaskan kasar cengkramannya.

Bagas berdecih pelan, menatap dingin Jenggala dan menendang tulang kering lelaki tersebut. ia pun menarik Sasha pergi menjauh

****

Terdiam diparkiran, Sasha dan Bagas hanya saling menenangkan diri masing-masing.

Sasha perlahan mendongak menatap lelaki didepannya, menatapnya sedih dan terluka.

Bagas sadar, namun ia tidak ingin menatap gadis didepannya.

"Lo....marah?" tanya Sasha akhirnya setelah menyadari Bagas sama sekali tidak ingin menatapnya. Hanya terus menariknya keluar dari lingkungan sekolah.

Bagas mengangguk, "Ngga sama lo," jawabnya.

Ka melirik ke Sasha sekilas.

tanpa hoodie yang menutupi tubuhnya, penampilan Sasha sangat kacau, berantakan, dan vulgar.

Membuatnya ingin mengobrak-abrik bumi dan seisinya karena Jihan dan Jenggala benar-benar kurang ajar telah membuat gadisnya menjadi seperti ini.

Eh?

"Gue marah sha, marah banget." ucapnya sambil memukul-mukul tembok.

"Bagas, jangan gini.." Sasha menahan lengan besar itu, membuat Bagas menarik lengan rapuh itu untuk merengkuh Sasha.

"Gue benci sha, benci saat lo nggak baik-baik aja tapi gue ngga ada. Gue benci jadi orang yang ke-sekian buat tau bahwa lo ngga baik-baik aja. Gue marah, marah sampe pengen ngancurin dunia karena lo diginiin.." katanya sambil menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Sasha.

Sasha membalas pelukan itu, kemudian tersenyum kecil, "Maaf Bagas. Kayanya tanpa lo, gue ngga akan bertahan." balasnya.

***

Di balik keuwuan itu, ada empu-empu yang sedang mengintip betapa uwunya Basha.

"Mereka ngga pacaran?" tanya Bila

"Kayanya engga. Bukannya Bagas barusan jadian sama Ela ya?" jawab Zegran.

"Bukannya putus ya?" sahut Xavier.

"Lah yang bener yang mana?" tanya Alya bingung.

"Mereka yakin ngga punya perasaan satu sama lain?" kata Mela.

"Kalo benerang ngga, fix mereka anggota LGBT!" seru Arya.

"NGGA GITU GOBLOUG!"

**** 

#Bacotanshaa

anjay banyak amat.

special part ada sape 3 part, enjoy pls!

votement syg<3

xoxo,

shaa

Class Of Absurd [S.2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang