"LOH ANJENG KITA PISAH?" Zey berteriak histeris saat baru sadar bahwa ia, Alya, dan Bila pisah ruangan ujian dikarenakan absen mereka yang jauh.
sementara Sasha, Mela, dan Indy satu ruangan.
"yah, absen kita emang jauhan" jawab Indy santai sambil masuk ke kelas MIPA XI-2 hanya untuk mengambil tasnya.
"kiw, gue bareng siapa yha?" tanya Almara yang baru datang.
"absen berapa lo Al?" tanya Roy sambil membantu membawakan laptop Almara.
"thanks, gue lupa absen gue berapa. yang dikelas mintol ambilin buku absen dong" Almara menyembulkan kepalanya ke dalam kelas.
terlihat beberapa anak membereskan barang-barang mereka yang tersisa untuk dibawa ke ruangan ujian mereka.
karena selama 6 hari mereka akan di kelas yang berbeda.
"nih" Elvan memberi buku absen. "sekalian cariin absen gue berapa hehe" ucapnya.
Almara mendecih sinis.
"oke, setau gue, dari absen kita cuma sampe absen 13 yang di kelas MIPA X-3. sisanya di MIPA X-4" ucap Almara setelah meneliti absen.
"BEGEESTE HUAAA NGGAK MAU PISAH! MAMII! INDY CHAAN! KA SHAAA" Zey merengek-rengek dengan suara toa khasnya.
"duh alay banget malu gue, duluan yah bestie!" Alya pun menarik tangan Zey yang masih merengek manja.
"DADAH MAMI! DADAH INDY CHAN! DADAH KA SHAA! AILOPYU" Zey berseru lagi.
"demi alek apa nggak depresot ka Rey ngehadepin Zey yang over extrovert?" ucap Nesya heran sekaligus takjub.
Mela menggeleng, "bukannya mantannya si kak Caca dulu juga gitu? cabe-cabean malah" tanya nya.
"gatau dah gue pusing. percintaan gue aja miris" ucap Indy tidak peduli.
****
"nggak bisa di ganti? gue gabisa ninggalin Sasha" Bagas bertanya pada Vina, salah satu mantan anggota OSIS yang kini menjadi pengarah para anak-anak kelas 11.
"duh yang bucin emang beda ya. tapi sorry to say, Bagas. nggak bisa, urutannya emang gini. gue juga udah berusaha nawar soalnya gue tau lo bakal kaya gini, but,, i'm trying my best. dan itu ga berhasil. maaf banget" ucapnya sambil menyesal.
Bagas menghela nafas, menoleh ke arah Sasha yang tampak tenang.
tidak biasanya?
"ck," Bagas tanpa sadar berdecak saat Fatar muncul dan dengan lembut mengacak-acak rambut Sasha.
Vina yang melihat itu terkikik geli, "nggak boleh jealous ya! udah pawang nya ituu! lo juga udah punya Silvya kan?" ucapnya mengingatkan.
Bagas hanya memutar bola matanya malas.
"ohya, Fatar jadi pengawas loh. wah-wah akhirnya tuh anak memanfaatkan kekuasaan" Vina menggelengkan kepalanya, kemudian menepuk pelan pundak Bagas, "Gue pamit ya, gue dapet jaga kelas IIS nih" pamitnya kemudian berbalik.
Bagas mencekal tangan Vina, "kekuasaan? maksudnya?" tanya nya tidak mengerti.
Vina menatap Bagas bingung, "iya, dia keturunan Erganta Kenzie. harusnya dia jaga ruangan lo, tapi tuker sama Ivan. duluan deh, telat banget gue" buru-buru ia pamit kala melihat aura buruk dari Bagas.
oh? Fatar memanfaatkan kekuatan keluarganya yah?
well kalau begini sedikit sulit, Bagas bukan tipe yang kaya gitu soalnya.
****
"psst, soal romawi 2 nomor 4 apa?"
"gatau gue ngawur"
"gapapa anjir ikut ngawur aja, sok atuh bantu gue!"
"ih belakang lo kan pinter baguduk! tanya sama dia saja!"
"pelit lo kampret! gue doain Arya ngeselin setengah mati pas nikah!"
"SIAPA YANG BISIK-BISIK? CONTEKAN YAH?"
"jencek, ketauan anjing. diem mam diem"
"apasi bacot"
"berisik, kerjain sebisa kalian. nanti selesai ambil kertas gue" Sasha yang daritadi diam pun terganggu.
tumben sekali sih bangkunya tidak urut no peserta ujian? kenapa di acak?
"mana sih kak Fatar" gumam Sasha sambil menatap tidak suka ke arah Maureen.
yah, Maureen dan Fatar pasangan pengawas ruang ujian nya saat ini.
tidak cemburu, hanya saja kombinasi yang aneh.
apa sengaja ya?
"jawabannya A budeg! allahuakbar!"
"HAH APESI?"
"MELA INDY! KALIAN SEDANG APA TERIAK-TERIAK?!" Maureen yang sengaja hanya mengawasi SIM tanpa BAZ itu pun akhirnya berteriak.
bersorak dalam hati menemukan celah menjatuhkan geng terkenal di BHS.
"Lo nggak kurang berisik, Reen?" sarkas Fatar dingin sambil menatap Maureen datar.
Maureen yang ditatap seperti itu pun menciut, "s-sorry" ucapnya sambil menunduk.
"lanjut, Mela Indy. sekali lagi berisik, saya rampas soal kamu dan saya suruh kerjakan di ruang kelas kalian sendiri bersama adik kelas" kata Fatar sambil menatap seluruh kelas MIPA X-4.
dan berhenti di Sasha.
Sasha hanya menatap Fatar lempeng, kemudian menjatuhkan kepalanya kedalam lipatan tangannya.
gemas!
"cielah bucin"
"xixi, untung dijaga pawang Sasha. aman deh kita"
dan Mela Indy pun senantiasa berbisik-bisik sampai ulangan selesai.
****
#BacotanShaa
haii bestie! mff up malem.
mohon votement nya yh ayang❤️!
tysm❤️❤️
huehuehue,
shaa
KAMU SEDANG MEMBACA
Class Of Absurd [S.2]
Roman pour Adolescents[BUDAYAKAN BACA DESKRIPSI!] #ClassSeries [S.2] Halo! selamat datang di SMA Bestari! dimana kamu akan bertemu dan berkenalan dengan murid-murid Absurd dan gila dari kelas tersohor disana. Kamu akan bertemu dengan Sasha; si gadis lempeng minim eskpres...
![Class Of Absurd [S.2]](https://img.wattpad.com/cover/299507061-64-k215021.jpg)