-Rahasia Xavier

28 3 4
                                        

Jam menunjukkan pukul setengah dua belas. Bukannya semakin lelah dan sepi, justru sekitar Alya dan kawan kawan makin ramai dan heboh. Apalagi semenjak dance floor mendentumkan musik super kencang dan asik, membuat teman teman nya yang lain sudah berjoget ria di sana.

"Bila lo ga mau ikutan? Noh, jedag jedug favorit lo," Goda Indy sambil mencolek-colek Bila yang langsung memutar bola matanya malas. "Gue cekek lo, mau?" balasnya kesal yang di balas tawa oleh Indy.

"Ada apa gerangan sih kawan? Ini mah di adain buat  happy-happy, bukannya galaw galaw, bre! Sharing lah," Tanya Fanny yang sedikit tidak sadar karena terus-terusan minum.

"Lo nya kali Fan yang galaw, minum sebanyak itu apa nggak pusing?" Zey geleng-geleng. Meneguk Choco Milkshake nya yang dipesankan Bryan dari resto sebelah.

"Panggilin adeknya dong, FIKO MANA FIKO?! KAKAK LO MABOK NIH NJIR!" Alya berteriak sambil melihat sekelilingnya. Berusaha mencari siluet Fiko yang sayangnya bahkan batang hidungnya aja tidak terlihat.

"For your information guys, yang cowo-cowo pada ke atas soalnya ada game seru yang di adain sama yang punya! But, it's too dangerous if female there sooo, please don't be alone, oky?" Teriakan Kanaya menggunakan toa yang entah darimana itu menghentikan aktifitas sejenak yang dilakukan oleh orang orang yang tidak turun ke dance floor.

"Kesana yuk Ndy? bantuin gue nyariin Fiko, kasian nih Fanny nya kalo ampe mabok berat." Ajak Alya yang di angguki Indy. "Kuy lah, gue di suruh mami buat ngefoto Arya juga. Bikin repot aja tuh bocah," keluh Indy sambil menitipkan tas nya pada Sasha, Mela, Zey, yang memutuskan menjaga Fanny dan Regita. Sedangkan Bila memutuskan ikut keduanya.

"Cepetan deh kalian. Ntar kalo ada kasus lesbi kan repot! Noh, liat kelakuan temen lo," 

Zey geleng geleng, menyaksikan Regita dan Fanny yang nyaris melakukan adegan astaghfirullah banget sampai akhirnya dipisahkan Mela dan Sasha yang panik.

"Buset dah ni dua, CEPETAN OY!"

Kan ga lucu, ada kasus lesbi di sekolah modelan Bestari!

****

Xavier beserta yang lainnya kini hanya duduk di Bar dan menatap games yang sedang berlangsung itu tanpa minat. Sambil icip-icip champagne yang disajikan, obrolan pun dibuka oleh Bryan secara tiba tiba.

"Xav, apa yang lo pikirin soal Alya?" Tanya nya yang mengejutkan ke limanya.

Xavier mengangkat satu alisnya bingung. "Alya siapa? Alyana Kalila apa Alyaka Nuraini anak kelas sebelas?" Tanya nya balik.

"Yeuu si kampang! Ya Alyana Kalila lah anjir! Mana kenal gue sama Alyaka Nuraini² itu," Bryan menatap sinis Xavier yang sudah cengar-cengir.

"Waduh, ya gimana ya? Yaudah, cantik, manis, receh banget anaknya, nggak neko neko juga. Ya, yaudah, standar, emang kenapa sih?" Xavier yang bingung akhirnya buru buru menyudahi jawabannya sendiri karena takut kelepasan ngomong aneh aneh.

"Ah, yang bener?" Goda Arya sambil menyenggol-nyenggol Xavier.

"Iya bener,"

"Iyakah? Astaga ngerinya~" Goda Bryan ikut ikutan menyenggol Xavier.

"Gue tonjok ya lo bedua! Kenapa dah?!" Sentak Xavier emosi. Sementara Zegran dan yang lainnya sudah tertawa melihat wajah Xavier memerah sempurna.

"Maaf ya Xav, sumpah! Gue nggak bermaksud buat ngomong ke mereka!" Di sela tawa Zegran yang menyebalkan, ia meminta maaf yang membuat Xavier was was sendiri.

"Lo ngomong jangan putus putus su! Ngomong apaan lo ke mereka?!" Maki Xavier cemas.

"Lo ga asik ya rahasia rahasia an. Masa naksir orang nggak ngomong sih?" Lio yang tim ketawa bareng Bagas akhirnya ikutan godain.

"Hah?"

"Suka kan lo sama Alya?"

"Engga--"

"RIO ANJING! NGAPAIN LO BRENGSEK?! TURUNIN ALYA NGGAK?! LO MAU GUE LEMPAR BOTOL HAH?!"

"HANCOK LO YA! GUE NYURUH NYA LEPASIN ALYA YA ANJING! JANGAN GUE LO SERANG JUGA! JAUH JAUH LO MANUSIA BABI!"

Belum selesai menjawab pertanyaan Lio, keributan yang tiba tiba datang dari arah tangga membuat obrolan keenamnya berhenti. Apalagi saat mendengar umpatan-umpatan yang keluar dari mulut seseorang yang tidak asing.

"Itu. . . Bila nggak sih yang misuh?" Tanya Zegran ragu.

"Sasha. . . Sasha nge chat gue, katanya Alya, Bila, Indy otw ke sini. . ." Bagas menoleh ke teman teman nya yang lain.

Berarti...

"ARYA! TOLONGIN KITA!"

Baru setelahnya, dengan secepat kilat menerobos kerumunan orang orang mabuk, mereka menghampiri ketiga perempuan itu setelah teriakan Indy yang menggema memanggil nama Arya.

****

#BacotanShaa

ADUH APAAN SIH NGELU BGT 😔🔫

Apakah kapal ini berlayar bebas? Apa ketunda dulu nunggu kejelasan BryZey? AHAHAHAHA JAWABANNYA ADA DI CHAP SELANJUTNYA 😗😗

Jangan lupa votement nya gais🤍

Lop lop, Shaa^^

Class Of Absurd [S.2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang