-Caramelio(a)

99 21 4
                                        

"Assalamualaikum." Suara yang familier namun asing menyapa pagi para murid MIPA XI-2 dengan hangat, membuat mereka menoleh untuk tahu suara siapa itu.

Zegran yang sedang duduk di paling depan dan dekat pintu, langsung secara tiba-tiba melotot sehingga matanya ingin keluar.g

Bercanda zeyeng, maksud author melotot yang banget gitu, kaya orang yang bener-bener kaget.

"MESSI?" Teriak nya keras sekali sampai membangunkan ratu moody, mencoret lipstik yang di pakai Abel, dan membuat ayam kesukaan Kiara atau Ara, jatuh ke lantai.

"ANJIR MESSI DATENG?!" Elvan berteriak histeris. Pada dasarnya lelaki kelas ini memang alay semua.

Menjijikan, hehehe.

"Messi siapa woy?!" giliran si Aira bertanya penasaran. "Messi itu pemain bola kan?" tanya lagi.

"Beda lagi jir," yakali Messi pesepak bola dunia dateng ke kelas lusuh mereka ini.

Mimpi yang indah aja deh, kelas MIPA XI-2

"gue gajadi di sambut bang?" suara itu menghentikan mereka, membuat dirinya menjadi atensi lagi.

"EHIYA CUG" Aira akhirnya ingat, "HALO, LIONER!" Sapanya ramah.

"Si Messi beneran dateng, Zey?" Sasha yang terbangun karena suara Zegran, bertanya pada Zey yang melongo menatap manusia yang baru saja datang.

"Sumpah, gue gak mimpi kan Sha? bisa-bisanya tuh cowok balik..." Zey malah bergumam tidak jelas daripada menjawab Sasha.

"Perkenalan ulang, Yo!" suara Xavier secara tiba-tiba terdengar keras mengalihkan atensi Sasha dan Zey.

"Oke. Gue Alveska Lioner. panggil aja Lio, umur 17 tahun, dan... gue baru balik dari Turkey." perkenalkan singkat itu membuat Sasha menguap.

"Oh, beneran si Messi dateng." Sasha mulai bangkit dari tempat duduknya, membuat Zey bertanya, "Lo mau kemana, Sha?" tanya Zey.

Sasha tidak menjawab, ia harus menemukan seseorang.

"Si Mela...kemana Zey?" tanya Sasha yang langsung berjalan keluar setelah mendapat jawaban dari Zey.

****

"AYAM CURUT!"

"ISH! GA NGAGETIN GUE BISA GA SIH, SHA?! TINGGAL PANGGIL AJA KOK RIBET!" Mela menggerutu keras. terkejut karena tiba-tiba bahu nya di tepuk keras oleh Sasha.

"Lo yang budeg, ogeb. Si Sasha ampe teriak manggil, lo nya ngga noleh-noleh. Noh kasian Sasha langsung gabisa ngomong lagi." Zey menatap sinis Mela di depannya. kemudian menunjuk Sasha yang meliriknya malas, "Gue masi bisa ngomong. Nggak bisu," sahut Sasha.

"Ada apaan sih? gue mau sarapan dulu! lagian gue udah izin! tumben banget mau nyusul?" Mela bertanya to the point. ia tau, sangat tau kalo Sasha itu..nenek-nenek.

Alias pikun.

"Oh, itu, gue..." Sasha terdiam. Ia mendadak lupa karena sibuk dengan nafasnya yang tidak beraturan.

Memang pikun sekali.

"Ya Allah sha, lo masih muda tapi pikunnya ngalahin nenek-nenek anjirrr!" Mela mengeluh, kan. benar kan.

"Emang dah. Curiga gue dia beneran nenek-nenek berkedok siswi lempeng. Kek, ga mungkin ga sih se pelupa itu? kek tolol banget!" Indy menyahut. Mereka malah menggibah-i Sasha yang jelas-jelas di depan mereka.

Dasar tidak berperasaan.

"Bacot banget. Gue udah inget," sela Sasha. ia menarik lengan seragam Mela untuk mendekat padanya, "Balik ke kelas, Mela. Ada sesuatu yang penting." ucapnya.

Mela mendengus, "Nggak ada yang lebih penting selain perut keroncongan gue," tolaknya akan menjauh dari Sasha.

Namun batal, karena Sasha kembali mencekram erat lengannya, dan menariknya kembali, "Kalo lo nggak balik sekarang, lo bakal nyesel, bego." Sasha ikut mendengus.

"Iya-iya zeyeng. Kalo gitu tolong bayarin ya, Sha! gue ke kelas dulu!" Mela dengan kurang ajar meninggalkan Sasha, Zey, dan Indy di depan pintu kantin.

"Gue ikut mel! duluan Sha, Zey!" Indy juga lari mengikuti Mela. Tinggallah Zey dan Sasha. "Gue gak bawa dompet, hehehe," Zey menyengir.

Teman-temannya ini, bajingan sekali.

Mengesalkan!

"Gue....benci kalian semua," Sasha menatap datar Zey, kemudian berjalan masuk kantin untuk membayar makanan Mela.

***

"Halo para bajingan! gue di bilangin Sasha kalo ada hal penting yang harus gue li--" Air mineral dingin yang ada di genggamannya, langsung terjatuh ketika matanya menangkap satu objek yang sudah lama tidak di lihatnya.

"Lio...?" Mela berucap dengan lirih. suaranya, terdengar bergetar. matanya berkaca-kaca.

"Mela?"

****

#BacotanSha
HALLOW BESTIEEEH!

AKU UP DONG HAHAHA

SESUAI JANJI AING😏

maap ya jika agak ribet, mwehehe.

yauda, cuma mau bilang itu aja sih. eh sama...

JANLUP VOTEMENT CAYANG! ><

Class Of Absurd [S.2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang