-SIMBAZ time

46 18 8
                                    

"SASHAAA~"

Sasha menoleh ke arah pintu rumahnya, terdapat Zey yang berteriak kegirangan melihat Sasha kembali.

"Gimana tadi pertemua- ANJIR LO KENAPA BARENG SI GAY INI?!" Zey memekik histeris saat sadar dibelakang Sasha ada Arya yang sibuk menata rambutnya berantakan.

"Gay ndasmu! gue normal!" sewot Arya sambil menatap sinis Zey.

Zey mengibaskan tangannya, "Ayo masuk Sha! ditungguin noh didalem sama abang lo dan teman-teman kita!" ajak Zey sambil menggandeng Sasha.

Sasha hanya diam tak merespons dan mengikuti Zey begitu saja, meninggalkan Arya yang terdiam melongo.

"WOY GUE NGGAK DI AJAK MASUK?" teriak Arya keras.

"NGGAK USAH! LO NGGAK DIUNDANG! LO KAYA JAILANGKUNG TAU NGGAK? UDAH SANA LO DI LUAR AJA KAYA GELANDANGAN!" Balas Zey berteriak tak kalah kencang nya.

"Doggie," umpat Arya kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk.

Gak ada adab emang.

****

"Habis darimana, Natasha?" Sasha yang hendak masuk ke kamar nya, langsung terdiam didepan pintu kala suara berat dan serak itu terdengar.

Ia berbalik perlahan, "Tumben bang, hehehe.." Sasha menyengir quda dan menatap Farzen yang balas menatapnya datar.

Namun Sasha tau, sepercik binar tidak suka dalam tatapan datar Farzen. Farzen menaikkan satu alisnya, "Apaan tumben?" tanya nya.

"Tumben jam 8 udah di rumah hehe," jawab Sasha sambil perlahan berjalan masuk ke kamarnya.

namun sial, Farzen menyadari pergerakannya, "Berhenti disana, bocil." desis Farzen.

Sasha meringis, kemudian menunduk, "Maaf. Sasha keasikan jajan," ucapnya.

Farzen hanya menghela nafas, "Kangan diulangi lagi, Natasha. Gue bakal hukum lo kalo lo ngulangin lagi." setelahnya, Farzen melenggang turun ke lantai bawah.

"Nyaris," Sasha ngibrit berlari ke kamarnya, berusaha menetralkan detak jantungnya yang masih berjoget ria.

Farzen kan, tipe-tipe abang posesif uwu-uwu kiyowok gituww><

****

"LO CULIK KEMANA SI SASHA JING?! LEWAT JAM 7 INI CO!" Dengan ngegas, Indy berteriak sambil menatap sinis Arya yang santai kaya di pantai duduk sambil minum teh.

"Ha? oh anu, gue ajak beli makanan dulu sambil jalan." ucapnya santai.

Bentaran doang kok, soalnya begitu liat Farzen turun dari tangga sambil bawa muka-muka dingin-dingin datar gitu kan, serem.

"Eh bang, sorry ya, Sasha gue ajak keluar ampe jam set 9. Gue ajak jalan, ternyata macet." ucapnya sopan sambil meringis pelan.

Farzen hanya menganguk sambil tersenyum tipis, "Santai aja. Salah Sasha nggak ngabarin gue," desisnya diakhir sambil menatap dingin ke arah Sasha yang cengar-cengir.

"Hape Sasha pulang ke rahmatullah." jelas Sasha sambil duduk di sebelah Mela.

Arya pun bangkit, "Gue pamit deh. Si Bagas minta ditemenin di rumah depan. Maklum lagi galo," kata Arya sambil terkekeh dan dibalas kekehan juga.

"Hati-hati, ar." pesan Farzen.

"Gue balik kamar. Kalo kalian keluar, jangan lupa pamit gue." pesan Farzen pada SIMBAZ.

"Iye bang. Tenang aje." jawab mereka kompak.

Mereka pun kembali ke kamar Sasha dan Farzen ke kamarnya sendiri..

***

"ZEYASU! SEPIL CO KENAPA LO BISA DATING SAMA KA REYHAN?! PAKE PELET YA LO? WAH PARAH NGGAK NGAJAK!" Teriak Bila setelah selesai telp sm ayang.

eh, Zegran maksudnya.

"Telp sama ayang bang?" tanya Indy sambil menaik-turunkan kedua alisnya, menggoda Bila.

"Idieh najis amat sama si zebra. Mending turu," ucapnya.

"Back to topick, babyk. Si Zey kenawhy bisa lo sama si Rey?" Alya mengintrupsi.

Zey yang sibuk bermain ponsel karena lagi chattan sama ayang dan bales chat sang teman.

"Gini, jadi..."

flashback;

"Kak kalo lo ada masalah, lo bisa bilang ke gue" Zey yang awalnya ingin ke ke ruangan OSIS, berbalik kala melihat Reyhan, most wanted kelas 12 terdiam lesu.

"Ah, iya. Thanks..Zeyvana?" jawabnya.

"Oke, sini cerita. Sapa tau gue yang menggemaskan ini bisa membantu?" tawar Zey.

Reyhan menatap lama Zey, "Jadi pacar gue?"

"Iya oke gue bisa ban--NGELAWAK LO KAK? PARAH SI NTAR GUE DI GEREBEK KAK CACA AND THE GANG EOTTOKKEE?" Zey nyaris menjerit tapi Alhamdulillah cuma ngegas.

Reyhan meringis, "Nggak, Zey. Jadi pacar gue bohongan tapi." jelasnya yang membuat Zey menghela nafas lega.

"Panik gue kak. Gitu doang? males ah. Maap gue gak bisa help. Takoet gue tuh," tolak Zey lembut.

"Gue bayar deh. Please? satu-satunya cara biar gue balikan sama Caca.." mohon Reyhan

Aslinya dia juga ngga enak. Cuma kan, Zey satu-satunya ceue yang paling gampang buat dideketin.

Tapi nggak gampang dimilikin, HAHAHA.

Zey berbinar, "DEAL! CHAT GUE AJA DENG GUE HARUS NGAPAIN AJE!" serunya.

Reyhan tersenyum tenang, "Oke! detik ini kita pacaran, Ana!" ucapnya sambil mengacak gemas surai Zey.

"Anjay!" seru Zey sambil tersenyum.

serasa beneran janco!- Zey

"Gitu babi-babi ku... Jadi ini gak real, cuma manas-manasin aja." ucap Zey mengakhiri ceritanya.

"Oalah gitu toh nyet.." seru mereka semua.

"Panik co gue kira si waketos beneran laku!"

"Kasian amat si ketos prenjon.."

"Rey tulus. Gue setuju lo sama dia,"

"Nah! kalo dia macem-macem, tenang aje ada kita! ntar gue potong anunya!"

Zey ketawa aja sih denger semuanya.

Intinya, it's SIMBAZ bestiestime!

****

#BACOTANSHAA

akhirnya update ahahaa:>

votement besties<3

xoxo,

shaa

Class Of Absurd [S.2]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang