-ZeBil

28 4 1
                                        

"Party nya jam berapa anjir?" Tanya Bila setelah keheningan menyapa ruangan TV.

Mereka lagi nonton film horor gais, soalnya di rumah Sasha netflixnya isinya horor semua.

"Besok libur, kan? Sabtu masa sekolah?" Tanya Indy.

"Libur lah, njay. Kepsek kita mah baik banget sebelum ngirim kita ke neraka praktek." Jawab Zey.

"Party jam 9 an kaya nya, Bil. Kenapa emang?" Sahut Alya sambil menjitak Xavier yang iseng menarik toples cookies cokelatnya.

"Aduh, sakit anjir!" keluh Xavier.

"Lagian lo capernya nggak banget, Xav." Kekeh Lio.

"Berisik banget manusia denial satu ini," Balas Bryan mendukung Xavier.

"Gue mau mandi, deh. La, bantuin gue dressing, dong." Bila bangkit dari duduknya, kemudian menarik Mela ke kamar atas.

"BAGAS SURUH TURUN!" Teriak Arya.

"Gue siapa kalo gitu?" Ucap Bagas datar.

"Ohiya, hehehe. Peace yah bang, lopyu!" Balas Arya saat sadar ternyata manusia dingin disebelahnya ternyata Bagas.

"Selingkuh Arya sama Bagas, Ndy! Udah, cerain aja dia!" Kompor Zegran yang disahuti malas oleh Indy.

"Nggak peduli gue. Bagus lah, batalin aja pernikahan kita." Ujar Indy sambil rebahan di karpet.

"Dasar calon istri durhaka! Gue kutuk lo jadi istri gue seumur hidup!" Ucap Arya dramatis.

"Apaan banget sih?! Nggak jelas!" Balas Indy.

Emang yah, calon pasutri love-hate relationship kaya mereka ini, sehari nggak ribut nggak seru kayanya.

SAMAWA deh, kalian besok pas nikah!

*****

Bila mendengus, kala sadar rumah ini kini benar-benar sepi. SIMAZ, BBLAX, tidur tenang. SIMAZ yang dikamar Sasha, dan BBLAX yang di ruang bermain. Omong-omong, dimana lelaki menyebalkan yang hobinya menjahilinya itu? satu bulan tidak bertemu, apakah Zegran masih menyebalkan seperti dulu? atau malah jadi lebih dewasa?

Bila menggeleng, melihat jam yang menunjukkan jam empat sore. Ia bergegas menelepon Farzen untuk pamit pergi. Bisa mati, ia pergi tanpa pamit pada seseorang yang membuatnya merasa punya kakak laki-laki.

"Mau kemana?" Tanya Zegran sambil mencekal tangan Bila yang hendak melangkah keluar rumah.

"Kencan. Kenapa? Mau ikut?" Tanya Bila datar sambil melepas cekalan Zegran.

Zegran terlihat diam sebentar, kemudian menatap Bila dalam.

"Mau gue anter? Ini mau maghrib," Tawarnya yang disambut tawa oleh Bila.

"Paan nih? Ga lucu, ah. Masa gue mau berangkat kencan, malah di anter cowok lain? Murah dong, gue?" Jokesnya yang tidak ditanggapi oleh Zegran, membuatnya malu sendiri. Ia berdeham, kemudian tersenyum lebar. "Khawatir ya? tapi, maaf banget ya, Zebra, gue lebih khawatir fasilitas gue di cabut semua, nih. Mentang-mentang Sasha kaya raya, masa gue harus dibayarin dia mulu? ya, walaupun lebih seru gratis, sih." Ucapnya yang membuat Zegran meremas bahunya pelan.

"Perjodohan? Serius, Bunda lo?" tanya Zegran.

Bila mengangguk, "Sayang banget, tapi Bunda emang yang ngelakuin. Lo diem-diem aja ya? Kalo Bang Farzen tau, ntar dia beneran biayain gue seumur hidup, kacau!" Ucapnya dramatis.

"Lo beneran mau ngelakuin ini, Bil?" Tanya Zegran, lagi.

"Gue belum punya kerjaan, Ze. Kalo Bunda nyabut fasilitas gue, gue mau gimana nantinya? Gue juga ogah, kali. Mana gada yang bener cowoknya," Keluh Bila.

Zegran melepas remasannya, kemudian mendengus pelan, "Janjian jam berapa? kasih sepuluh menit buat lo cerita sama gue." Ia menarik Bila duduk di taman depan rumah Sasha, tanpa peduli Bila yang merasa aneh dan canggung. Serta, belum memberikan jawaban.

"Harusnya jam lima, sih. Di kafe Last Night, kok. Anyway, lo nyuruh gue cerita, kan? Maksudnya, sama cowok-cowok yang gue kencani?" Tanya nya.

Zegran mengangguk, membuat Bila semangat. Habisnya, sahabat nya tidak ada yang tahu soal ini. Mereka berlima ini kalo soal royal, beuh, ga ada yang bisa ngalahin. Beneran, deh. Apalagi Sasha. Beneran dibiayain seumur hidup Bila mah.

"Jujur y anjir, gue nggak ngerti Bunda bisa kenal cowok-cowok gila itu darimana. Semuanya satu model, persis, mirip semua, anjir! Mulai dari awal kencan, pertama kali ya pas gue kelas sepuluh, sampe dua kencan terakhir, lo tahu mereka minta apa ke gue? Ngizinin mereka nge-club after marriage, Having s*x  kapanpun mereka mau, poligami, maklumin patriarki, kek?? anjrit banget weteep ga ngerti gue," Keluh Bila sambil mengipasi wajahnya yang berkeringat.

"Lo tahu, kencan gue sebelum ini, cowok gila itu ngapain?" Zegran menggeleng.

"Check-In, Langsung! Sinting ya, bangsat banget. Nggak pake bismillah dulu, basa-basi, langsung pamer blackcard dan ngajak ngamar!" Bila berapi-api, Zegran juga.

"Lo bercanda?! Dan lo tetep mau kencan setelah lo ngasih tau gue ini?!" Sahut Zegran emosi.

Bila mendengus, "Bunda nggak akan berhenti, asal lo tau. Pokoknya sampe gue punya pacar, dia ga akan berhenti." Ucapnya sinis kemudian berdiri.

"Lo ngomel ke bunda aja deh, gue nggak mau beneran dibiayain Bang Faz. Bye," Pamitnya.

"Lo cuma butuh pacar, kan?"

Bila menghentikan langkahnya, mengernyit aneh dengan suara berat Zegran yang asing untuknya. Ia menoleh. "Maksud lo?" tanya nya.

Zegran melangkah, mendekati Bila yang mendadak merasa bahwa Zegran terlihat berbeda, sekarang.

"Ayo pacaran. Gue bakal ngeluarin lo dari lingkaran setan manusia-manusia bajingan kaya mereka itu." Ucap Zegran tegas, membuat Bila syok beberapa saat.

"Lo kira bunda nggak akan nyadar sandiwara kita? kita temenan dari kecil, dan keluarga kita kerja sama dari lama! Jangan bego," Sahut Bila meremehkan.

"Yaudah. Bikin semuanya nggak jadi sandiwara, tapi nyata." Balas Zegran ketus.

Bila terdiam. Senja yang datang, serta atmosfer disekitarnya yang mendebarkan, membuat semuanya terasa tidak masuk akal soal hubungan keduanya sekarang. Bila-Zegran yang dulu tidak seperti ini. 

Bila menggigit bibir dalamnya pelan, ia harus bertanya apa maksud sebenarnya ucapan pria itu.

"Ze, are u kidding me? You wanna go a real date with me?"  Tanya Bila tidak percaya.

Zegran menatapnya, "Muka gue keliatan bercanda?" tanya nya balik dengan dingin.

Dan kini, Bila tidak tau harus menjawab apa, dan bersikap bagaimana saat menatap mata Zegran yang menatapnya tegas. Menegaskan bahwa pria itu serius dengan ucapan dan makna yang barusan ia jelaskan dan tanyakan.

Tidak ada Zegran yang menatapnya dengan tatapan jahil seperti mereka yang dulu.

Hanya ada Zegran yang menatapnya serius, bahwa pria itu ingin mengubah status mereka sekarang.

*****

 #BacotanShaa

OKAYY DEARRR, ZEGRAN-BILA IS SOOO CUTEE Y'KNOW???

How about BaSha ya? mereka ga pacaran loh, btw.

HAHAHAHAHA

Votement yh, lup yu<3!

hueueue, Shaa

Class Of Absurd [S.2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang