-Batal?

13 4 0
                                        

"Bubu, Indy ga cocok pake make up ini!"

"Bubuuu! Indy kaya ondel ondel kalau konde nya sebesar ini!"

"Bubu, kata mamskuy gaunnya mau diganti, gapapa?"

"Bubu, kata mama, mama mau yang jadi periasnya, gapapa?"

"Bubuu! Indy nya gamau makan nih! Bilangin Arya ga ya?!"

"Bilangin aja Mel! Biar di marahin Haha!"

Indy sampai pusing sendiri melihat teman temannya dan ibu ibu mereka mondar mandir mengurus pernikahan dirinya. Padahal disini ia yang menikah, kok mereka yang repot?

"Ini yang nikah gue apa kalian berlima? Rempong bener dah?" tanya Indy sambil memakan cookies yang dibawa Sasha dan mamanya.

SMBAZ menoleh ke arah Indy yang duduk dengan santai, seketika mendekati Indy dan melotot.

"Ya elu lah, bego. Jelas rempong, orang pernikahan pertama di antara kita ber enam. Harus perfect!" Seru Zey sambil menjewer pelan telinga Indy.

"Lo makan nasi napa ndy! Lo tuh udah kurus jangan malah dikurusin lagi!" Seru Mela sambil meletakkan piring berisi makanan dengan kasar dimeja.

"Pilih makan atau gue panggilin Arya buat nyuapin lo?" Ancam Sasha sambil bersiap memanggil Arya yang berada di luar aula pernikahan ArNdy.

"Yee cepu an! Gue makan, nih!" Indy berseru kesal. Apa apa dihubungkan ke Arya. Belum sah ini! Tapi bodohnya, Indy juga nurut nurut saja.

"Natasha, mama mau pergi sama bubu buat ambil beberapa barang. Kamu nanti pulangnya sama Bagas atau dijemput Bang Nathan?" Mama Sasha datang sambil digandeng oleh Bubu-Ibu Indy- yang memeluk lengan kirinya dengan erat.

Sasha mengangguk, "Nata pulang sama Bagas aja, ma. Mama di anter siapa? Papa?" tanya Sasha kembali sambil menyalami Bubu dan mama. Mama mengangguk kemudian mengecup dahi Sasha pelan. "Hati hati, ya. Nanti mama titip salam sama Bunda senja, oke?" ucap Mama lembut.

"Ok. Bye ma,"

"Lo udah tinggal sama mama papa lo, sha? apa tetep tinggal berdua sama bang Farzen?" tanya Bila setelah beberapa saat hening menyapa mereka.

"Iya, berdua. Kata abang biar gue gampang dipantaunya. Dia gak tau apa tanpa dia udah ada beruang hobinya gandolin gue?" jawab Sasha malas sambil melempar pandangan ke arah Bagas yang berjalan bersama Arya.

Sudah H-3, Bukannya semakin akrab karena sering bertemu, malah keduanya sama sama saling menghindar dan buang muka saat bertemu. Namun kali ini, sepertinya hanya Indy yang melakukannya.

"Indy, Tadi kata bubu disuruh liat gaunnya lagi sama Zey." Beritahu Arya kali ini berdiri dihadapan Indy yang mengunyah makanannya pelan tanpa ada niatan mendongak untuk menatap laki laki itu.

"Oke, thanks for info." Balas Indy setelah menelan habis makanannya.

Arya mengangguk. Pun juga tak kunjung menyingkir dari hadapan Indy sehingga membuat gadis itu kebingungan.

"Lo ga mau minggir?" Tanya Indy heran, tapi juga membiarkan saja. Ia mendongak untuk melihat wajah Arya dan menemukan bahwa Arya sudah sedari tadi menatapnya lembut.

"Mau gue anter?" Arya menawarkan. Indy mengerjap sebentar, kemudian menoleh ke arah teman temannya, meminta persetujuan. Kelimanya mengangguk, Indy pun ikut mengangguk. "Boleh, Zey ikut kan?" Indy hendak menggandeng tangan Zey, namun langsung Zey tepis pelan.

"Gue bareng Mamskuy aja. Kalian duluan, oke? Hati hatii!" Zey dengan riang langsung mendorong Indy dan Arya bersamaan keluar aula.

"Dadah~"

*****

Suara radio kencang menemani perjalanan mereka yang sebenarnya tidak jauh. Namun karena ini jam pulang kerja, jalanan mulai ramai sehingga macet.

"Tidur bentar aja, ntar gue bangunin." Suara Arya memecahkan hening yang dijawab anggukan oleh Indy. Sebenarnya ia tidak mengantuk. Namun malas mengeluarkan suara jadi iya iya saja. Indy menoleh ke jendela untuk melihat sekitarnya, sambil melamun.

"Kita ga harus ngejalanin pernikahan konyol kaya gini kok, ndy." Ujar Arya yang membuat Indy langsung menoleh ke arahnya dengan cepat.

"Kalo salah satu dari kita ga bahagia, buat apa nikah? Pernikahan kan dua arah. Gue juga nggak mau maksa lo ataupun bikin lo nggak bahagia," Tambah Arya lagi yang dibalas hembusan nafas kasar Indy yang terdengar kesal.

"Telat banget lo ngomong gini nya. Harusnya sebelum lamaran lo bilang gini," Ucap Indy kesal. Tinggal tiga hari lagi, mana bisa di batalkan?

Tanpa sadar genggaman Arya pada setir mulai melemas, apa Indy akan membatalkan pernikahan mereka sekarang?

"Lanjut aja lah, Ar. Udah setengah jalan, gue nggak mau ngulang dari awal lagi beberapa tahun lagi." Indy berucap ketus.

"Atau lo yang sebenarnya yang mau batalin?" tuding Indy sambil melipat kedua tangannya.

Mana mungkin, bjir?!

Indy menghela nafas lagi, ia menatap lurus ke depan. "Apapun itu, kita jalanin dulu aja Ar. Gue biasa aja kok, nggak kepaksa juga." ucapnya menenangkan Arya yang mungkin merasa cemas.

"Lagipula, menurut gue, lo adalah kandidat terbaik buat jadi orang yang nemenin gue seumur hidup."

****

#BacotanShaa
GILA INDY UGAL UGALAN BANGET???

sksahhaha dahlah bsk merit aja udah kalian berdua🤩🤩

janlup votement nya ges! wofyu<33

xo,
sha.

Class Of Absurd [S.2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang