-Bara's Birthday(b)

55 18 51
                                        

Jam menunjukkan telah pukul enam pagi.

Selesai sudah perjuangan dan tugas murid-murid teladan MIPA-XI 2 untuk menghias dan mendekor tempat dimana Aira dengan khusus menyiapkan kejutan untuk Elbara, bucinannya.

"Kanjeng, apakah boleh kami istirahat sebentar kanjeng?" Fano meminta dengan melas. Tya yang iba melihat para jantan kelas sudah tepar, akhirnya mengangguk setuju, "Kasian tepar. Istirahat setidaknya 30 menit lah, sabi?" tanyanya.

Aira melihat-lihat sekeliling nya, kemudian tersenyum dan mengangguk mantap, "Silahkan aja! thank u yaa baydeway! selamat beristirahat selama 30 menit!" ucapnya dengan riang. Kemudian melangkah pergi keluar kelas.

"Alhamdulillah akhirnya ya Allah" Indy berseru sambil merebahkan tubuhnya di lantai kelas.

Alhamdulillah sekali mereka rajin piket, jadi lantainya bersih dan wangi kalo pagi.

Siang sih, gatau lagi y

"Aira super duper niat anjir," dengus Abel ikut rebahan.

"Terdeteksi bucin level up!" Nyaris saja Kiara ikut rebahan, sayang tangannya di tarik sama mas Ghazy.

"Bajing gue mau rebahan!" maki Kiara karena kaget plus nyeri soalnya tangannya di tarik kasar.

"Jangan rebahan dilantai, aurat lo." tegur Ghazy sambil berdecak, kemudian menarik Kiara untuk duduk di sampingnya.

"Pig! Pangeran gue mana si anjeng? capek gue tuh liat uwu-uwu tipis gini." Bila mengeluh dengan drama.

"Nggak sampe 30 menit, palingan si Bara udah dateng." sahut Elvan yang dianguki Arya, "Iya jir. si Aira masa gata--"

"AYO MULAI DRAMA NYA, BARA BILANG MAU BERANGKAT PAGI!" Aira kembali sambil ngos-ngosan.

"Kan, gue bilang juga apa." Elvan menghela nafas. Tidak sampai sepuluh menit mereka beristirahat, mereka harus menjalankan peran lagi.

"Ayo mulai!"

****

"Tapi boong hayuk! palpalepalpalpale~" Bara bersenandung ria sambil berjoget-joget.

Hari ini ulang tahunnya. Meskipun tidak ada yang mengingatnya dan memberinya selamat ataupun doa, ia tetap bahagia.

ia terus bersenandung dikoridor, mengabaikan betapa sepinya koridor sekolah. Padahal biasanya, koridor ini sudah ramai.

"Apa gue kepagian ya?"

"Ah bodoamat! gue lagi seneng!" ia tersenyum-senyum seperti orang gila.

"Samlekum mamang!" Aneh, kok bangku kelasnya sudah ada tasnya, tapi nggak ada orangnya?

"Ini para bespren gue kok ngga ada sih anjir?" ia mengelilingi kelas, kemudian berjalan ke bangkunya.

Belum meredakan keheranan, secara tiba-tiba Arya berhenti didepan kelas dengan terengah-engah,

"WOY CUG! LAMA BANGET SIH LO DATENG JING?!" intonasi nya tinggi, membuat Bara bingung.

"Apasih anjing, santai. ada apaan?" Bara bertanya kepada Arya yang terlihat mengatur nafasnya, "si Aira, nekat,"

Deg!

Aira?

Secara tiba-tiba, perasaan Bara tidak enak.

Class Of Absurd [S.2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang