"NATASHA!"
sudah ke 3x nya Farzen mengetuk dan meneriakki nama Natasha didepan pintu kamar Sasha. ia mulai frustrasi membangunkan sang adik.
"apasi berisik! Sasha lagi nyisir rambut" muncullah sang empu sambil membawa sisir ala-ala princess.
Farzen menahan tawa melihat Sasha yang menyisir rambutnya dengan sisir itu.
"masih kamu simpen?" tanya nya sambil tersenyum.
Sasha menatap datar sang abang. "ketawa tinggal ketawa. lagian ngapain Sasha buang? masih bagus kok" ucapnya sambil meletakkan kembali sisir itu ke meja riasnya.
"ayo berangkat" ajaknya sambil mengunci kamarnya dan berjalan menuju tangga.
Farzen diam melihat apa yang dilakukan sang adik, "kenapa di kunci? kenapa di simpen?" tanya nya double sambil berjalan disamping Sasha.
Sasha terdiam, langkah nya terhenti.
kemudian ia menoleh dengan tatapan lempeng, "kamar Sasha itu privasi. lagian sisir itu satu-satunya kenangan tulus dari mama" ucapnya sambil melanjutkan langkahnya.
meninggalkan Farzen yang membeku dan terdiam di tempat.
***
Sasha hanya mampu melongo menatap Farzen yang sudah menaiki motor trill terbarunya dan memanaskannya di halaman rumah.
"God!" seru Sasha pelan.
"NATASHA AYO NAIK!" teriak Farzen memanggil Sasha yang masih terlihat melamun di belakang pagar.
Sasha tersentak, "BENTAR!" balasnya kemudian menutup pagar dan berjalan pelan menghampiri sang abang.
"jalan kaya siput" ejek Farzen sambil memberikan helm kepada Sasha.
diliat Farzen sekarang, ketampanannya bertambah 10x lipat! ia mirip seperti tokoh wattpad yang Sasha idamkan dan Sasha baca dalam dunia oren tersebut. ia mengakui bahwa sang abang sangat tampan sekarang!
tapi..
"Abang nyuruh Sasha naik motor kaya gitu?" tanya nya tidak percaya.
Farzen dengan percaya diri menganguk, "iya. ayo sini, janji ngga ngebut" katanya sambil menyodorkan kembali helm yang belum Sasha ambil.
"tumben?" tanya Sasha heran sambil mengambil helm yang Farzen sodorkan.
"bukannya kamu masih sedikit trauma kecelakaan 2 tahun lalu? abang berusaha ngerti. ayo sini" ajak Farzen berusaha sabar.
Sasha merasa dadanya sedikit menghangat, namun ia tetap menggeleng, "ganti sepeda ya? jangan motor kaya gini, Sasha ngga suka. Sasha ngga bisa" pinta Sasha melas.
Farzen menghela nafas, kesabarannya sedikit berkurang, "motor biasanya dipinjem Rafi, sementara ini dulu ya? susah kalo pake mobil" jelas Farzen lembut.
"nggapapa, pake mobil aja"
"Natashaa, sini! abang bakal pelan-pelan!
"nggak! Sasha berangkat sama Fatar deh"
"sini atau abang marah sama kamu."
Sasha ketar-ketir, namun ia tetap keras kepala. ia tetap mendekat ke sang abang.
"Sasha nggak bisa bang, please!" Pinta nya lagi dengan malas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Class Of Absurd [S.2]
Teen Fiction[BUDAYAKAN BACA DESKRIPSI!] #ClassSeries [S.2] Halo! selamat datang di SMA Bestari! dimana kamu akan bertemu dan berkenalan dengan murid-murid Absurd dan gila dari kelas tersohor disana. Kamu akan bertemu dengan Sasha; si gadis lempeng minim eskpres...
![Class Of Absurd [S.2]](https://img.wattpad.com/cover/299507061-64-k215021.jpg)