-Sebelum studytour(b)

62 17 7
                                    

"Eh ini yakin mau pulang ke rumah masing-masing? udah nyaris jam sembilan loh ini," Ucap Harist setibanya mereka dikelas tersayang mereka.

Sasha menggeleng, "Gue nggak mau pulang. gue nginep sini aja." ucapnya sambil bersiap tidur dimeja nya, namun di tahan oleh Bagas.

"Ayo pulang Sha, jangan tidur disini." ajak Bagas. Namun di balas gelengan oleh Sasha, "Nggak mau,"

"Gue tidur sini juga deh, gue pengen bobo bareng-bareng." Mela pun ikut merebahkan dirinya di lantai beralaskan mukenah di samping Sasha yang sdh setengah ngantuk.

"Ikut ah sama mami plus kak sha~" Zey pun ikut merebahkan dirinya di samping kiri Sasha. Jadilah Sasha dihimpit Mela dan Zey.

"Yauda lah ya tidur sini aja semua. Ntar pagi gue kabarin keluarga masing-masing." final Bryan.

****

"Lo kenapa nggak mau pulang Sha?" tanya Bila memecahkan keheningan. Di kelas MIPA-XI 2 sekarang hanya berisi para betina saja.

Jangan tanya para jantan kemana, mereka lagi nongkrong diluar. Katanya bobonya ntaran aja. itupun ntar di kelas sebelah.

"Bang Farzen pulang dari Amerika. Lagi dirumah jadinya, yakali pulang. Yang ada besok kalian dapet nasi kotak," Jelas Sasha malas sambil bermain ponselnya.

Alya memincingkan matanya heran, "Gue rasa bang Farzen nggak akan sekejam itu sama lo Sha. Secara lo kan adek satu-satunya nih ya, terus lo cewe. Walaupun kadang suka KDRT, nggak mungkin se berlebihan itu. Lagian kita anak SMA, wajar ga sih?" Alya mengucapkan opini nya dan berhasil mendapatkan hadiah berupa tampolan di pipinya dari sang Zey tercyntah.

"Yaelah maemunah, ngga wajar kalo di dunia Bang Farzen. Apalagi buat Sasha. Beuh, ngery boss. Ketatnya minta ampun!" ucap Zey.

"Ya lagian yang besok dapet nasi kotak namanya bukan nama gue." potong Sasha sambil melihat ke arah jantan yang mulai duduk anteng mendengarkan.

"Lah siapa?" tanya Aira. Sasha menoleh ke arah Aira, kemudian menatap polos Bagas, "Bagas Algara. Nasi kotaknya atas namanya ntar," jawabnya dengan polos.

"Lah kok? kok bisa?" tanya Almara.

"Ya soalnya--" belum selesai, Sasha malah terdiam karena melihat pemandangan aneh di arah depan pintu kelasnya.

"Kalian ngundang tamu?" tanya Sasha datar.

Sontak saja, mereka semua saling bertatapan. "Enggak lah gila. Siapa yang mau kita undang malem-malem buat nginep disekul?" jawab mereka.

Bajunya putih, rambutnya hitam panjang dan rapi, wajahnya tertutup poni panjang.

"Oalah setan," Sasha tak ambil pusing, walaupun melihat sosok itu mulai berjalan perlahan masuk kelasnya.

Selama nggak ngusik ketenangan Sasha, sasha oke-oke aja kok kalo mau ikut bobo bareng.

Dasar Sasha sinting.

"Kok lo malah ngumpat si sha? kita ngga bawa siapa-siapa.." ucap Mela mulai merasakan hawa tymdack enaq.

Sasha menaikkan satu alisnya, "Gue nggak ngumpat mel.  Gue cuma memberi pernyataan yang muncul di otak gue," ucapnya dengan datar.

"WOY NGGAK LUCU!" seru mereka semua.

Sasha mendesis, "Emang nggak lucu. Gue nggak ngelawak." sinisnya.

"Gue indomie sekarang," lirihnya ingin kembali rebahan, namun saat ingin rebahan, ia malah dikejutkan dengan miss.K tersebut yang gelanyutan manja di pelukkan Fano.

"Lo nggak dapetin Tya, malah mepet sama setan ya, Fan?" ejek Sasha sambil tersenyum.

"Woy apasi ngelindur lo ya?!" Fano melotot pada Sasha yang menatap lempeng Fano.

"Fan, gue mau tanya deh. Selain jago ngardus dekel, lo juga jago ngardusin yang di alam lain ya? mbak kun nya mau nyium lo tuh." Sasha menatap jijik ke arah Fano, eh maksudnya ke arah belakang Fano.

Em, mbak kun itu kayanya dulu pas jadi manusia cantik deh. Sayang banget dia mati dan wajahnya rusak.

"Sha, gausah ngelantur!" Tya mulai mendekatkan dirinya ke Aira yang juga mulai ketakutan.

"Gue nggak ngelantur." balas Sasha sambil menguap.

"Mbak, kalo udah selesai nempelin Fano nya, langsung pulang ya ke habitat mbak. Saya capek mau tidur. Oh iya, jangan bikin hawa dingin ya mbak, saya gampang flu." Sasha tersenyum tipis sambil menganguk kan kepalanya ke arah belakang Fano. Kemudian beranjak tidur.

"SHA JANGAN TIDUR ANJING! HABIS NAKUT-NAKUTIN MALAH SEENAKNYA SLEEP!" Arya berteriak keras.

Namun, Sasha tetap Sasha. Dengan berusaha menulikan pendengarannya, ia berusaha tidur.

"Hawanya dingin banget jancuk.." Ghazy menggosokkan kedua tangannya.

Ceklek!

"HANJENG KOK MATI LAMPU?!"

****

#BacotanShaa
hola! bab sebelum studytour kayanya bab yang paling panjang deh:v

bisa sampe C. gpp lah ya, semoga tdk bosen.

ceritanya di temani oleh mbak kun tersayang! ngoahaha

janlup votement cayang❤️

xoxo,
Shaa

Class Of Absurd [S.2]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang