[15] Cewek Berkacamata

7K 1.1K 63
                                        


"Gila, bagus banget (Name)! Bagus!" Noya sampai jingkrak kegirangan. Kapan lagi melihat Atsumu ditolak oleh seorang gadis? Pemandangan langka ini, boss!

"Makan tuh, Atsumu!" Tanaka puas banget ketawa.

Atsumu masih terheran-heran di tempatnya berdiri. Apakah ada yang kurang dari dirinya hingga gadis itu berkata sarkas? Hell, dia bahkan membandingkan Atsumu dengan Andrew Garfield!

Tak bisa menerima kekalahan, cowok pirang itu langsung membawa nampan dan nyamperin ke meja (Name).

"Eh, disamperin anjir!" Noya melotot panik ketika Atsumu sudah mendudukkan diri di depan (Name). "Sam--" Panggilannya terpotong karena Osamu, sang kembaran kalem, udah ngacir duluan nyamperin Atsumu. Ia bahkan lupa dengan susunya.

"Samperin!" Timpal Tanaka, ngikutin Osamu kayak pasukan ninja.

(Name) baru aja menyendok saladnya, tapi gerakannya terhenti ketika melihat Atsumu, si cowok rese tadi, udah duduk tanpa permisi di sebelahnya. Bawa muka sok sedih, tapi tetap senyum dua jari ala playboy murahan.

"Tch, merusak pemandangan aja." gerutu (Name) pelan, malas.

Atsumu langsung menatapnya penuh drama. "Lo denger gak?"

(Name) menaikkan alis, bingung.

" ... ada yang patah, di sini." katanya sambil menunjuk dada kirinya.

"Lebay." (Name) mencibir dan memutar matanya malas.

"Gue baru kali ini, loh, ngajak cewek makan dan ditolak." Atsumu curhat. Ia memandang (Name) dengan memangku kepalanya menggunakan tangan kirinya.

Ia bahkan menunjukkan senyum manisnya yang selalu membuat para gadis-gadis luluh di hadapannya. Tapi itu tak berlaku bagi (Name). Ya, walaupun gadis itu akui kalau senyuman yang dimiliki Atsumu manis, tapi masih jauh manisan senyum Newt.

Gadis itu hanya menatap sesaat, lalu melanjutkan makan. "Oh, berarti selama ini cewek-cewek yang nerima lo matanya katarak. Pada gak bisa bedain mana yang buaya, mana yang bukan."

"Jangan ngomong se-frontal itu dong!" protes Atsumu. Ia mengerucutkan bibirnya, merasa sebal dengan gadis di depannya yang ngomong blak-blakan.

"Dia emang begitu."

Keduanya menoleh pada oknum bernama Suna Rintarou yang tiba-tiba mengambil tempat di sebelah (Name), membuatnya melirik sekilas, lalu mendengus malas. Mau makan saja tidak tenang.

"Lah, Sun? Ngapain lo duduk di sini?" tanya Atsumu curiga.

"Makan." Suna menyahut santai.

"Ya, gue tau. Tapi kenapa di sini?" tanya Atsumu ulang. Setahunya, Suna gak bakalan mau ikut nimbrung makan bareng Atsumu, kalo dia lagi godain cewek.

"Terserah gue dong?" balas Suna, kemudian makan dengan cuek. Ia sempat melirik ke arah (Name) yang makan dengan anteng.

Di luar doang anteng, tapi di dalem udah mencak-mencak tidak jelas.

"Minggir. Itu tempat gue."

Sebuah suara berat menghentikan mereka. Osamu Miya datang dengan wajah segaris, menatap langsung ke kembarannya.

"Apaan sih, Sam? Datang-datang masa ngusir?" Atsumu protes.

"Gue dari tadi bareng (Name). Gue yang nyuruh dia cari tempat duduk. Lo ngapain duduk sini?"

(Name) yang dari tadi diam, sekarang matanya membulat. "Sek, sek... Kok ada dua?!"

Tanaka, Noya, dan Atsumu langsung melongo.

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang