[66] : Back to Reality

2K 360 115
                                        

Beberapa hari berlalu sejak kejadian hari itu. Kehidupan di SMA Haikyuu Elite berlanjut seperti biasa. Gosip soal Cheryl sudah mereda, sekolah kembali fokus ke pelajaran, dan wajah-wajah murid terlihat lebih santai. Bahkan udara pagi saat upacara bendera terasa lebih segar. 

Pembullyan yang sebelumnya pernah terjadi di sekolah perlahan kian menghilang berkat upaya OSIS dan para guru BK. Kini, para siswa dan siswi dapat melanjutkan kehidupan sekolah mereka dengan tenang.

Begitupun, (Name) yang sudah cukup sehat untuk melakukan kembali aktivitasnya yang seperti biasa. Ia bahkan sudah berbuat onar dengan duo tuyulnya. Siapa lagi kalau bukan Tanaka dan Noya?

Pagi itu, (Name) berdiri di barisan kelasnya, menatap ke depan sambil berusaha tetap tegap. Tanaka dan Noya berdiri di sebelahnya, seperti biasa, nggak bisa diem.

"Eh, eh, gue taruhan, hari ini Pak Ukai bakal salah baca teks UUD lagi," bisik Noya dengan setengah tertawa.

"Lah, dia mah tiap minggu juga salah, Noy!" sahut Tanaka sambil menahan cekikikan.

(Name) melirik mereka dengan wajah nahan ketawa. "Sumpah, gue masih inget beliau typo ngomong selamet riyadi. Harusnya, kan, selamat sentosa."

Tanaka dan Noya cekikikan. 

"Kata gue engsel mulutnya udah kendor," bisik Tanaka prvokatif.

"Kudu dibenerin dulu di bengkel pak Mamat nggak, sih?" Noya menambahi. 

Bisikan dan cekikikan mereka, sayangnya terdengar oleh orang yang sedang mereka bicarakan. Pak Ukai, guru olahraga yang juga jadi pembina upacara, langsung melotot ke arah barisan.

"Tanaka! Noya! Dan kamu juga, (Name)! Keluar dari barisan sekarang!" suaranya menggema keras.

Satu lapangan langsung mendelik ke arah mereka bertiga. Yaku yang melihat itu mencibir pelan. Memang, ya, (Name) baru sembuh dikit, udah buat masalah lagi aja.

"Kamu sih." Tanaka dan Noya malah main senggol-senggolan.

Mereka bertiga keluar dari barisan kelas dan berdiri di barisan belakang. Pak Ukai pikir trio itu bakalan diam, tapi ternyata sesi celoteh mereka masih ada part duanya.

"Eh, eh, lo tau nggak sih?" Noya mulai gosip. Ia bisik-bisik, tapi masih kedengeran.

"Apaan tuh?" Tanaka dan (Name) bergeser lebih dekat supaya kedengeran.

"Kemaren gue bantuin bang Bok nyari cangcutnya yang ilang."

(Name) mengernyit. "Hah? Kok bisa?"

"Mana gue tau. Bang Bok panik banget. Katanya ada yang pesugihan di asrama pake cangcut dia." Noya berbisik penuh konspirasi.

Tanaka langsung mendengus. "Ah, Bang Bok mah dramatis. Otaknya secimit. Kayak Knetz kalo lagi overthinking. Padahal kita Made in Japan."

"Terus gimana akhirnya nasib si cangcut?" tanya (Name).

Sugawara yang mendengar bisik-bisik mereka rasanya mau ketawa. Pengen ditegur, tapi lagi seru. Jadi nanti dulu. Better dia dengerin trio ini gosip sampai kelar. Paling-paling juga nanti pak Ukai lagi yang negur.

"Ketemu," Noya sok-sokan ngelus dagu seolah ada janggut—padahal nggak ada. Belum aja ditanemin sawit tuh dagu. "Tapi aneh banget."

"Aneh kenapa?" (Name) makin penasaran.

Soalnya kalau gosip mengenai Bokuto, pasti agak lain. Terakhir kali si Pete—hamsternya yang hilang—sekarang malah cangcut. Besok apalagi?

"Gue nemu tuh cangcut di pot tanaman belakang asrama."

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang