[65] Keputusan Akhir

3.3K 371 79
                                        

Haii! Aku update lagi😉

Jangan lupa komen dan vote😙

Happy reading!

>><<

Udara pagi di HQ Elite terasa berbeda ketika (Name) kembali berjalan melewati gerbang sekolah. Meski tubuhnya sudah jauh lebih baik, bekas luka masih terasa saat ia bergerak terlalu cepat. Namun yang paling terasa adalah bagaimana tatapan teman-temannya selalu menempel padanya.

"Biar gue aja yang bawain tas lo," Suna merebut tas dari punggungnya tanpa memberi kesempatan.

"Eh, gue bisa sendiri kok—"

"Udah diem, lo jangan ngeyel."

Tidak hanya Suna, hampir semua teman di kelas memperlakukannya dengan super hati-hati. Ada yang nawarin kursi, ada yang bawa air minum, bahkan ada yang rela jadi 'bodyguard' dadakan. (Name) sampai bingung sendiri, antara terharu atau kesal karena merasa terlalu dimanja.

"Eh-eh, pelan-pelan dong jalannya!" Yaku langsung muncul entah dari mana, menghadang langkah (Name) yang baru saja masuk gerbang sekolah.

"Apa sih, Yak? Gue cuma jalan." (Name) mendengus, menatap si sepupu dengan malas.

Ini sudah hari ketiga dan Yaku masih bertingkah overprotektif seperti biasa. Padahal luka (Name) juga sudah sembuh meski bekasnya belum hilang sepenuhnya.

"Ya, jalan... tapi harus hati-hati juga. Kalo tiba-tiba lo kesandung gimana?" Yaku ngomel sambil nuntun (Name) pelan.

(Name) menghela napas. "Gue bukan balita yang lagi belajar jalan."

"Iya, tapi lo pasien yang baru aja sembuh." Suna menyela, datang-datang langsung mengambil tas (Name) dan membawakannya seperti biasa.

Belum sempat (Name) protes, Suna nyelipin botol minum ke tangannya. "Nih, minum dulu. Kata dokter, lo masih harus banyak cairan biar cepat pulih."

"Gue baru jalan dua meter, Sun," sahut (Name) sambil menatap aneh botol itu.

"Udah, minum aja. Gue udah isi pake air matang. Jangan curiga."

"Emang biasanya lo isi apaan?" Yaku menyipit curiga.

Suna nyengir, keliatan makin mencurigakan. "Rahasia."

"HAH??" serentak (Name) dan Yaku menatapnya, panik.

"Canda." Dia ketawa.

Mereka bertiga baru mau jalan lagi, tiba-tiba teriakan terdengar.

"(Name)!!!"

Bruak!

Tanaka dan Noya langsung nyosor dari arah tangga. Untung saja Mai refleks narik kerah mereka berdua sebelum nabrak (Name).

"Bisa gak jangan kayak satwa liar?" Suara Mai terdengar kesal.

"Namanya juga monyet," cibir Suna.

"Ye.. sekate-kate lo kalo ngomong!" Tanaka gak terima.

"Tau ya! Padahal kita cuma mau nyambut (Name) sebagai teman yang baik." Noya menambahi.

"Nyambut apaan pake gaya banteng ngamuk gitu?!" Yaku udah siap nyakar dua orang itu.

"Udah, abaikan aja mereka. Yang ada lo makin pusing." Mai narik tangan (Name) dan langsung ngajak pergi ke kelas, membiarkan cowok-cowok di belakang ribut.

(Name) cuma bisa geleng-geleng kepala dan menghela napas.

Kirain.. cuma sampe di situ aja penderitaannya. Ternyata.. sampai istirahat pun, dia masih ditempeli oleh makhluk-makhluk itu.

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang