[16] (Name) dan Masalahnya

7.3K 1.1K 145
                                        

Setelah melarikan diri dari kantin yang mendadak gaduh akibat aksinya yang spontan, (Name) melangkah menjelajahi sekolah barunya. Yah, meskipun sepanjang jalan tatapan sinis dan bisik-bisik sumbang menghujaninya, dia cuek bebek. Toh, dia memang nggak minta disukai siapa-siapa.

Tujuannya sekarang cuma satu: kelas.

Sayangnya, dia agak lupa lokasi kelas barunya. Tanaka dan Nishinoya entah kabur ke mana. Osamu? Cowok bersurai abu itu sibuk ngunyah di kantin, seperti biasa.

"Sekolah apaan ini gede banget. Pake acara nyasar segala," gerutunya.

(Name) berbelok ke lorong yang agak sepi. Tapi belum sempat dia melangkah lebih jauh, tiba-tiba-- BRUK!--ada yang menarik lengannya dan menghimpitnya ke tembok.

"Anj---" umpatnya tertahan.

Begitu ia mendongak, yang dilihatnya adalah wajah datar milik cowok bermata sipit yang menjulang tinggi di depannya. Suna Rintarou.

"Apa sih lo?!" dengus (Name), mencoba mendorong tubuh cowok itu. Suna bukannya mundur, malah nyentil jidat (Name) tanpa beban.

"Kayak orang bego," ucapnya, santai banget.

(Name) melotot. "MAKSUD LO?!"

Suna sebenarnya paham betul siapa yang harus disalahkan. Yaku udah jelas nyuruh sepupunya buat low profile. Tapi apa yang terjadi di kantin tadi? (Name) justru jadi headline dadakan. Sudah pasti, si buaya pirang Atsumu bakal makin nempel.

Dan siapa yang kena getahnya? Ya dia, karena Yaku udah nyogok dia pake tiga dus kiko buat ngawasin (Name).

"Kenapa lo nyamar?" tanya Suna, padahal jawabannya udah dia hafal di luar kepala.

"Suruhan Yaku," sahut (Name) sambil mengusap jidatnya. "Tadinya gue nolak, tapi lo tau sendiri Yaku gimana. Udah kepala batu, maksa pula."

Suna mengangguk tipis. Itu sebagian salahnya juga karena nggak sengaja keceplosan bilang kalau (Name) itu sepupunya Yaku. Sekarang, cowok pendek cerewet itu overprotective banget.

Tiba-tiba, tanpa aba-aba, Suna nyopot kacamata bulat (Name). Si cewek langsung melotot.

"WOY APAAN SIH?!" pekiknya panik.

Suna mengangkat kacamata itu tinggi-tinggi. "Jelek," katanya enteng.

(Name) pengen banget nampol pipi cowok itu. "GAK USAH DILIAT KALO JELEK! BALIKIN!!"

Suna malah makin menjauh, lalu mencondongkan tubuhnya mendekat. Jarak di antara mereka tipis banget sekarang. Ia bahkan bisa mencium wangi shampoo (Name).

"Lo bakalan cepet tua kalo marah-marah terus," bisiknya.

"Mulut lo bakalan mengkerut kalo terus-terusan ngejulidin orang!" balas (Name,) tak mau kalah. Matanya melotot marah.

Suna nyengir.

"Intinya, lo gak boleh bocorin identitas gue," ancam (Name), matanya melotot.

Pertama, (Name) pernah tidak sengaja menimpuk salah satu siswa di sini menggunakan kaleng. Jika ia tidak menyamar, sudah pasti akan ketahuan. Kedua, si rambut ayam itu juga pernah masuk sembarangan ke kamarnya, jika mereka bertemu lagi nanti, dia akan mengenalinya. Terakhir, sudah pasti Yaku tidak akan suka kalau (Name) tidak menuruti perkataannya. Merepotkan memang.

Suna menyeringai. "Kompensasi tutup mulutnya mana?"

"Hah?" (Name) melongo.

"Gue diem, lo ngasih sesuatu. Kalo nggak, rahasia lo bisa jadi viral satu HQ."

"Lo cowok tapi kok ember banget sih?!" (Name) ngegas. Merasa sangat kesal dengan makhluk di depannya ini.

"Kompensasi atau bocorin. Pilih."

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang