Harsa sudah menyiapkan berbagai macam makanan dan minuman untuk menjamu tamu, sesuai janji mereka tadi pagi mereka akan membuka pengumuman SNMPTN di kediaman Jaziel dan Harsa.
"Sayang? udah semua kan?" tanya Jaziel sambil mengangkat dus air mineral.
"Sudah, oh ya kak, umi udah di kabarin kan?"
"Udah Asa, semuanya sudah siap, masih ada waktu 1 jam 30 menit mau langsung mandi? atau isi energi dulu?"
Harsa tersenyum teduh sambil merentangkan tangannya.
"Mau isi energi"
Jaziel menatap istrinya gemas, tersenyum manis sambil menarik istrinya ke dalam pelukannya.
"Gemes banget si kamu saaa"
"Hehe iya dong kan aku istri kak iyelll"
Jaziel mencubit hidung Harsa gemas
"Ya Allah gemessss ade Asa, mandi gih"
"Ahhhh ga mauuuu" rengek Harsa yang enggan melepaskan pelukannya pada suaminya.
"Kak?" ujar Harsa sambil menatap Jaziel.
"Apa sayangku"
"Kalau kakak keterima SNMPTN Asa sudah siapin hadiah untuk kakak, Asa udah lama banget siapin ini" ujar Harsa serius.
Jaziel mengangguk
"Ya ampun Asa, ga usah repot-repot, Asa terus sama kakak sampai sekarang aja kakak bahagia" Ucap Jaziel lembut sambil memberikan kecupan singkat di dahi Harsa.
Harsa melepaskan pelukannya.
"Udah ah Asa mau mandi dulu"
"Iya sana mandi, kakak mau angkat jemuran kamu dulu di belakang"
"Okkay thank uu kakak sayang, aku mandi duluuuu" teriak Harsa sambil berlari membawa handuk ke kamarnya.
Jaziel hanya di buat geleng geleng melihat istrinya yang masih suka berlarian, padahal tempat yang mereka tinggali tidak terlalu besar.
Jaziel pergi menuju balkonnya, mengangkat pakaian yang Harsa jemur tadi pagi sehabis sholat subuh, mereka memang berbagi tugas, tidak semua harus di kerjakan istri bukan? suami juga harus turut andil dalam mengerjakan pekerjaan rumah.
Lagi pula seorang suami yang baik bukan hanya suami yang mampu menafkahi lahir dan batin istrinya namun membuat pekerjaan rumah menjadi ringan juga sudah menjadi tugas seorang suami.
"Pasti adek capek, malem nya udah belajar, pagi nya harus nyuci, belum setrika baju, sabar sebentar ya nanti kalau udah ada uang berlebih kita pindah ke rumah yang lebih besar dari ini, terus sewa asisten rumah tangga supaya adek gak capek" ucap Jaziel bermonolog.
Jaziel langsung menaruh pakaian yang sudah ia angkat dan di tumpukan baju bersih.
"Kakakk, Asa udah selesai mandiiii! kakak mandi cepetannn, setengah jam lagi pada dateng looo!!" Teriak Harsa dari dalam kamar.
"Iya adekkk, sabar"
Jaziel mengambil handuk yang di jemur, ia langsung masuk ke dalam kamar.
"Kakak, deg degan gak? 49 menit lagi pengumuman SNMPTN"
Jaziel tersenyum teduh
"Ya sedikit, tapi kalau memang enggak keterima berarti belum rezeki, kita harus selalu ingat ya kalau rencana Allah jauh lebih baik, ngerti adek?" tanya Jaziel, Harsa mengangguk lucu.
"Ngerti Bos!!!"
"Ya udah kakak mau mandi dulu, kamu ke depan aja sana paling mereka 15 menit lagi sampai."
"Oke pak suami"
✨✨✨
Selang 10 menit bel yang ia taruh di depan pintu sudah berbunyi, itu Umi Jaziel, beliau sudah sampai lebih awal, Harsa dengan senang hati menyambut ibu mertuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
H A R S A [ E N D ]
Ficção AdolescenteH A R S A Harsa seorang brandal yang tidak pernah mengikuti aturan,memakai Hoodie setiap jam pelajaran, bertengkar bersama laki laki, suka sekali membuat keributan di sekolah. tapi siapa sangka di balik jahatnya dunia Allah sudah mengirimkan orang...
![H A R S A [ E N D ]](https://img.wattpad.com/cover/295014493-64-k704766.jpg)