Jaziel mengajak istri mungil nya yang sedari tadi cemberut, Jaziel tau kalau Harsa sedang kesal, tapi tetap saja kebiasaan Harsa yang berbicara asal membuat dirinya harus membiasakan supaya Harsa tidak lagi berbicara yang kurang baik.
Sedangkan Harsa menatap jalanan dengan raut kesal, ia rasanya ingin mengumpat sumpah serapan.
"Udah cemberut nya?" tanya Jaziel sambil melirik istrinya sekilas.
Harsa masih enggan menoleh, ia terlalu malas untuk berbicara.
"Sayang...." ucap Jaziel lembut.
"APA?!" jawab Harsa dengan ketus dan tatapan tajam.
Jaziel sedikit terkejut namun masih bisa mengontrol rasa terkejut nya, istrinya memang devinisi istri yang — sedikit galak.
"Nanti kalau udah sampai cemberut nya udahan ya? nanti di lanjut lagi kalau sudah sampai rumah ga papa, asal jangan cemberut di sana, harus senyum oke?"
Harsa hanya menjawab perkataan suaminya dengan gumaman, lagipula ingin kemana mereka? Harsa bahkan tidak mengetahui kemana suaminya akan membawanya.
Mobil Jaziel terparkir di salah satu panti asuhan, Harsa sedikit bingung untuk apa Jaziel kemari.
"Ayo turun"
Harsa mengangguk menurut, sambil mengikuti suaminya dari belakang.
Ibu panti dengan tersenyum menyambut kedua pasangan muda itu.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, Eh nakkk, masuk masuk, anak anak udah kangen katanya, kapan kakak nya datang"
Jaziel tersenyum simpul.
"Terimakasih banyak ya bu, Ayo Harsa masuk..." ajak Jaziel.
Harsa mengangguk, membawa beberapa kardus yang entah isinya apa, suaminya tidak bilang itu apa.
"Kakkkk ielllll!!!" teriak salah satu anak kecil.
Jaziel tersenyum teduh, memeluk anak perempuan yang cantik dengan rambut di kepang di kepalanya.
"Halo adik manis... jangan lari lari ya kak iel ga kemana mana"
Anak kecil itu tersenyum mengangguk menatap Harsa yang masih berdiri.
"Halo kakak cantik" sapa gadis perempuan itu sambil melambai ke arah Harsa.
Harsa tersenyum manis, membalas lambaian tangan gadis kecil yang berada dalam pelukan suaminya.
"Halo...."
"Kakak iel, itu pacar kakak iel ya?" tanya Anak itu polos.
Jaziel terkekeh geli, mengecup pipi gadis dalam pelukannya.
"Bukan cantik, perempuan cantik yang danisa liat itu istri kakak"
Gadis kecil yang di panggil danisa tersenyum.
"Halo kakak cantik, kakak iel nya aku pinjem dulu ya kakak cantik? aku sudah kangen sama kakak iel, kakak iel jarang ke sini soalnya, nanti pasti kakak iel jadi rebutan minju dan teman teman yang lain" ujar Danisa dengan bibir yang mengerucut.
Harsa tersenyum manis, mengusap pucuk kepala Danisa lembut.
"Ga apa apa sayang, puas puasin ya main sama kakak iel nya, kakak mau bantu bantu ibu panti" jawab Harsa yang masih dengan senyum manisnya.
"Yipieeee! terimakasih kakak cantik"
"Sama sama"
Harsa melangkahkan kakinya menghampiri ibu panti yang sedang sibuk merapihkan makanan, makanan.
"Ibu? ada yang bisa di bantu?"
Sang ibu panti tersenyum
"Eh gak usah gak usah... udah mau selesai kok, dek Harsa baru pertama kali ke sini ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
H A R S A [ E N D ]
Novela JuvenilH A R S A Harsa seorang brandal yang tidak pernah mengikuti aturan,memakai Hoodie setiap jam pelajaran, bertengkar bersama laki laki, suka sekali membuat keributan di sekolah. tapi siapa sangka di balik jahatnya dunia Allah sudah mengirimkan orang...
![H A R S A [ E N D ]](https://img.wattpad.com/cover/295014493-64-k704766.jpg)