- suara iel bagus ya?

2.5K 347 36
                                        

Annisa Harsa dan Jaziel sudah rapih dengan Al Qur'an masing masing.
Jaziel tampak sangat tampan dengan sarung kaos dan peci hitam yang bertengger di kepalanya.

"Ayo kita mulai dari surah Al Fatihah secara bersama lalu surah An-Nas di mula dari Harsa"

Mereka mengangguk mulai membaca surah Al Fatihah secara bersama.

Annisa melirik ke arah Harsa sembari tersenyum mengode Harsa untuk membaca surah selanjutnya.

"Bismillahirrahmanirrahim...

qul a'ụżu birabbin-nās

malikin-nās

ilāhin-nās

min syarril-waswāsil-khannās

allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās

minal-jinnati wan-nās"

Jaziel memejamkan matanya kala suara Harsa menyapa pendengarannya, bukan suara Harsa yang berteriak saat mengatai haykal, tapi suaranya begitu lembut dan indah walaupun masih terkesan pemula.

Annisa terkekeh melihat reaksi Jaziel walaupun ia tidak menatap Harsa tapi Annisa tau kalau Jaziel pasti sedang menikmati suara Harsa.

"Aby ngapain merem merem?" tegur Annisa sambil menahan tawanya.

Jaziel terkesiap ia langsung membuka matanya dan fokus ke surah selanjutnya.

"Bismillahirrahmanirrahim..."

Harsa menatap Jaziel baru Bismillah saja jantung Harsa sudah berdegup kencang.

Annisa berbisik di telinga Harsa
"Suara Aby yang bagus, atau Aby nya ganteng sa?"

Harsa menunduk malu sambil fokus kembali ke Al Qur'an miliknya.

"qul a'ụżu birabbil-falaq

min syarri mā khalaq

wa min syarri gāsiqin iżā waqab

wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad

wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad"

sampai akhirnya selesai Harsa melipat mukena dan Jaziel yang melipat sajadah.

"Umi ke bawah dulu ya Asa sama Aby kalau mau ngobrol gak papa ngobrol aja"

Harsa dan Jaziel mengangguk.

"Harsa?"

"ya?"

"terimakasih ya sudah menolong umi saya, kalau gak ada kamu mungkin anak anak pesantren gak bisa makan enak Minggu depan"

Harsa mengangguk
"gak masalah lagipula tadi gw sekalian lewat"

"Ah ya Harsa, saya boleh minta nomor ponsel kamu?"

"gw jarang pegang hp, emang buat apa?"

Jaziel mati kutu, benar juga untuk apa ia meminta nomor ponsel?
"Untuk berteman" jawab Jaziel sekenanya.

Harsa mengangguk
"sini mana hp lo? gw yang masukin aja"

Harsa mengangguk "sini mana hp lo? gw yang masukin aja"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
H A R S A [ E N D ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang