Jaziel bersandar pada ranjang nya memikirkan betapa jahatnya ayah tiri Harsa yang rela menjual Harsa demi kepuasan duniawinya, Jaziel mengusap kasar wajahnya bergegas mengambil air wudhu supaya ia tidak ikut emosi sebab kejadian tadi.
Setelah berwudhu ia bergegas untuk mengseting alarm nya walaupun ia sudah terbiasa bangun tapi tetap saja namanya godaan setan pasti selalu ada.
"Harsa malam ini saya akan menentukan pilihan saya, Hari ini saya akan memantapkan hati saya, melihat kamu menangis seperti tadi saya gak bisa berbuat banyak Harsa selain berdoa kepada yang maha baik" lirih Jaziel sambil merebahkan dirinya. Jaziel mulai memejamkan matanya mengucap doa sebelum tidur dan membaca sholawat lalu ia segera menyusul ke alam mimpi.
Di kamar Annisa~
Harsa masih menangis walaupun tangisannya sedikit mereda dari pertama kali,tapi tetap saja Annisa benar benar tidak terima Harsa diperlakukan layaknya budak.
Dan sekarang Annisa paham kenapa Harsa begitu membenci laki laki.
"Asa? udah sayang nangisnya gak apa apa umi di sini, Asa boleh tidur peluk umi malem ini ya? ga akan ada lagi yang jahat sama Asa"
Harsa mengangguk pasrah mengusap air matanya sambil memeluk Annisa.
"Asa sayang, terimakasih Asa sudah kuat selama ini, Asa sudah tidak menyerah kali ini, Asa umi janji Asa gak akan dapat hal kaya gini lagi ya sayang, Asa punya umi sekarang Asa gak sendirian"
"u-umi terimakasih... m-maaf Asa ngerepotin"
Annisa menggeleng
"enggak sayang Asa gak ngerepotin sama sekali, udah ya sayang Asa bobo besok kan Asa harus sekolah sudah mau PAS bukan? ayo tidur atau mau umi nyanyikan Nina Bobo?"
Harsa terkekeh menatap Annisa sendu
"umii Asa bukan anak kecil tauuuu"
Annisa terkikik geli melihat respond Harsa yang menggemaskan menurutnya, Ah andai Haykal melihat ini ia pasti tidak percaya,ia hanya tau Harsa itu galak menyedihkan.
"gemas,ayo Asa bobo jangan lupa berdoa yaaa"
Harsa mengangguk sambil memejamkan matanya, membiarkan malam ini ia merasakan hangatnya pelukan seorang ibu walaupun bukan bunda nya.
Harsa senang, sangat senang di berikan kesempatan bertemu dengan orang orang baik,di beri kesempatan untuk melihat sisi lain dunia kalau tidak selamanya dunia itu berbuat jahat.
setelah beberapa menit Harsa sudah tertidur lelap, Annisa mengusap lembut rambut Harsa, Annisa mengerti kenapa Harsa hampir menyerah kemarin Annisa paham bagaimana rasanya jadi Harsa walaupun Annisa sendiri tidak tau beban apalagi yang di alami Harsa selama ini.
"Harsa sayang, semoga keputusan umi nanti tepat ya nak, selamat tidur cantik... Allah selalu bersama Asa" ujar Annisa lembut sambil mulai memejamkan matanya dan menyusul Harsa ke alam mimpi.
🥀🥀🥀
02.45 WIB
Jaziel terbangun setelah mendengar dering alarm dari ponsel nya, ia berdoa terlebih duduk di ranjang nya sambil mengusap wajahnya.
Jaziel langsung bergegas mengambil air wudhu untuk berdoa kepada sang maha pencipta, berdoa meminta petunjuk dan yang terbaik karena Allah maha tahu sedangkan kita tidak mengetahui.
Jaziel memakai sarung nya, mulai membaca niat hingga keseluruhan.
"Assalamualaikum warahmatullah"
"Assalamualaikum warahmatullah"
Jaziel mengadahkan tangannya di mulai dengan meminta kebahagiaan dunia akhirat untuk orang tua dan doa doa lainnya di susul dengan doa yang ia panjatkan satu Minggu ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
H A R S A [ E N D ]
Teen FictionH A R S A Harsa seorang brandal yang tidak pernah mengikuti aturan,memakai Hoodie setiap jam pelajaran, bertengkar bersama laki laki, suka sekali membuat keributan di sekolah. tapi siapa sangka di balik jahatnya dunia Allah sudah mengirimkan orang...
![H A R S A [ E N D ]](https://img.wattpad.com/cover/295014493-64-k704766.jpg)