- Persiapan.

2.4K 299 115
                                        

"Kak Abyyyyy Asa gak mau pakai kursi rodaaa pas kemah pakai tongkat aja yaaaa? please???" bujuk Harsa karna ia benar benar tidak ingin berkemah dengan memakai alat bantu itu.

Jaziel menggeleng
"jangan macem macem ah aku gak mau kamu kenapa kenapa lagian juga kaki kamu baru aja bisa di gerakin kan? nurut ya sayang?"

Harsa mengerucutkan bibirnya ia tidak ingin memakai kursi roda karena ia terlihat benar benar seperti orang yang tidak bisa apa apa walau pada kenyataannya memang seperti itu bukan?

"Kakak???? Asa kan sama Puput,kasihan Puput harus bantu Asa dorong kursi roda"

Jaziel menatap Harsa Jaziel paham betul kalau Harsa memang sangat keras kepala
"gini aja kakak kasih 2 pilihan...
kamu ikut kemah tapi pakai kursi roda atau gak usah ikut kemah boleh pakai tongkat" tawar Jaziel.

Harsa mendelik itu sama sekali tidak ada yang menguntungkan dirinya.
"itu ga ada yang menguntungkan Asa kakkkk! negosiasi macam apa begini masa kakak doang yang untung Asa rugi!" sebal Harsa.

Jaziel terkekeh tujuan nya kan sengaja Harsa tidak membantah.
"pilih aja... lagian di sana bagus banget kemarin Nandra sama Juna udah ke sana buat survey, ada sungai nya juga jernih lagi..."

"Ya udah Asa ikut!" putus Harsa.

Jaziel tersenyum menang sambil mengusak lembut rambut Harsa.
"pinter! ini baru istri kak Aby... udah di siapin apa yang mau di bawa hm?" tanya Jaziel lembut.

Harsa menggeleng
"belum, tolong dong kak Aby"

"Bawa dikit aja ya kamu kan ga akan ikut yang aneh aneh jadi bawa setelan 4 aja cukup kali ya? baju olahraga, baju tidur, baju ganti, baju Pramuka, jaket kamu jangan lupa"

Harsa mengangguk
"terserah kakak Asa ikut aja, terus Asa mandi nya gimana dong? malu lah kalau di anter kakak"

"Sama putri aja gak papa kan?"

"Nah setuju setujuuuu!!" tambah Harsa dengan tersenyum.

Jaziel gemas Harsa nya sudah ceria tidak seperti kemarin kemarin, bukankah tandanya Jaziel menepati janjinya?

Harsa merebahkan tubuhnya memeluk boneka beruang pemberian sang bunda sambil mulai memejamkan matanya perlahan.
"Jangan lupa berdoa dulu Asa, jangan main tidur aja"

Harsa mengangguk
"udah kak bawel.."

"kamu mah meluk boneka bentar aja udah langsung teler"

Harsa hanya membalas ucapan Jaziel dengan deheman karena Harsa pun sangat mengantuk walaupun hanya sekedar untuk membalas perkataan suaminya.

Jaziel tersenyum simpul sambil merapikan barang barang Harsa ia sudah selesai membawa apa saja yang akan di bawa besok ia juga besok harus berangkat pagi pagi buta karna Jaziel ketua OSIS sekaligus ketua penyelenggara tentu saja ia harus datang lebih awal untuk mengurus semuanya.
Jaziel sudah selesai mempacking apa saja yang di bawa Harsa besok kita berdoa saja supaya besok berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun, dan Jaziel cukup lega membawa Harsa karna Maya tidak akan ikut lagian ia sudah kelas 11 kan?

Jaziel langsung naik ke atas ranjang merebahkan tubuhnya di samping istri mungil nya dan tertidur dengan lelap tak lupa doa yang Jaziel panjatkan sebelum menjemput mimpinya.

🥀🥀🥀

Jaziel dan Harsa sudah berangkat pukul 3 dini hari, mereka berdua sudah sampai di sekolah dengan para anggota OSIS yang sudah sama siapnya.

"Kita berangkat pukul lima, jadi sebelum berangkat nanti kita sholat berjamaah dulu ya, untuk panitia bus satu sampai bus lima tolong di persiapkan dari kotak P3K, konsumsi dan air mineral nya sesuai dengan apa yang sudah saya briefing kemarin" ujar Jaziel.

H A R S A [ E N D ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang