Sekarang Hari Rabu, Harsa sudah mulai bisa belajar berdiri sekarang walaupun kaki nya masih terasa kaku dan tentu saja ia masih berada di kursi roda sekarang, ia selalu memaksa, memaksa Jaziel untuk membawa nya ke sekolah dengan alasan bosan atau alasan ingin melihat Jaziel main basket, tentu saja Jaziel menuruti ia mana tega kalau Harsa sudah mengeluarkan puppy eyes nya dengan bibir yang mengerucut.
"Harsa dengar, aku izinin kamu ikut bukan berarti kamu bebas dalam pengawasan aku, jangan jauh jauh dari aku paham?"
Harsa menggeleng
"Asa bisa sendiri kak, Kakak gak perlu khawatir mending kakak main basket aja Asa juga bisa dorong kursi roda nya sendiri..." jelas Harsa sambil menatap Jaziel lembut.
Jaziel menggeleng
"enggak kalau kamu tetep maksa aku turunin kamu di halte, itu terlalu jauh dan aku gak mau kamu kenapa napa jadi tetep aku akan antar kamu sampai kelas"
"Tapi Kan ak—"
"Gak ada tapi tapian Harsa Anindya!" perintah mutlak Jaziel.
Harsa menghembuskan nafasnya kasar Jaziel galak, ah tidak tidak Jaziel hanya bertindak tegas supaya istri mungil nya tidak keras kepala.
"Tapi kalau kak Aby di omongin satu sekolah gimana?"
"aku gak perduli Harsa, gak usah di denger dan gak usah di jawab biarin aja mereka punya mata pasti buat melihat, jangan mikirin yang engga engga Harsa, aku gak mau kamu mikirin yang seharusnya gak kamu pikirin" ujar Jaziel lembut.
Harsa mengangguk
"tapi kalau udah sampai gerbang kak Aby gak usah anter sampai kelas ya?" tawar Harsa lagi karena ia tidak mau di antar sampai kelas ia masih menghormati Jaziel sebagai ketua OSIS.
"Iya, tapi janji pelan pelan ya? kalau capek langsung hubungin aku"
"lebay aku ini masih terkenal jagoan sekolah ya kak, ga usah lebay!"
Jaziel terkekeh
"jagoan sekolah kok manja"
"ihhhhhhh engga tuhhhh!!" elak Harsa.
"ah masa? sekarang aja kalau tidur mau nya di peluk di puk puk... aku seneng kalau kamu manja ke aku, repotin aku terus Harsa, aku pengen kamu bergantung sama aku"
"Ka Aby berisik! cepetan turun mau sampai kapan coba di mobil terussss"
"Hahaha lupa, uang jajan nya gak aku kasih kalau kamu mau jajan telpon aku supaya aku yang beli biar kamu gak cape dorong kursi roda"
"terserah tapi hp kakak jangan di silent loh"
"engga sayang..."
Jaziel lebih dulu turun dari mobil mengeluarkan kursi roda milik Harsa dan membopong tubuh Harsa tentu saja kejadian itu tidak luput dari pengelihatan para siswa.
"kalau ada apa apa bener ya langsung kabarin aku?"
Harsa mengangguk
"iya Kak Abyyyy..." ucap Harsa sambil mendorong kursi rodanya menggunakan tangannya.
Haykal dan Juna masih terdiam berusaha menyimak apa yang terjadi pagi ini berbeda dengan Nandra yang santai toh dia sudah tau duluan.
"El.... kenapa bisa Harsa satu mobil sama lu??" tanya Haykal to the point.
"Kenapa juga Harsa pakai kursi roda??" timpal Juna.
"Harsa satu mobil sama gw karna Harsa tanggung jawab gw dan Harsa pakai kursi roda karena ada musibah"
"Maksudnya tanggung jawab gimana?"
"Ya Har—"
"Permisi kak...." ujar perempuan berambut panjang dengan jedai berwarna putih.
KAMU SEDANG MEMBACA
H A R S A [ E N D ]
Teen FictionH A R S A Harsa seorang brandal yang tidak pernah mengikuti aturan,memakai Hoodie setiap jam pelajaran, bertengkar bersama laki laki, suka sekali membuat keributan di sekolah. tapi siapa sangka di balik jahatnya dunia Allah sudah mengirimkan orang...
![H A R S A [ E N D ]](https://img.wattpad.com/cover/295014493-64-k704766.jpg)