Seperti biasa keluarga kecil itu sedang asyik menikmati waktu bersantai, karena Harsa sudah selesai dan sudah libur terlebih dahulu, ia jadi memiliki banyak waktu luang bersama putra tampan nya, ngomong ngomong suaminya hari ini sedang sedikit sibuk, menghadiri beberapa seminar dan mengerjakan tugas tambahan tentu saja untuk menambah uang tabungan mereka.
Azka masih asyik menatap televisi dengan menampilkan gambar kartun berwarna kuning dengan sahabatnya yang berwarna pink.
"Bun... bunda bosan nda si?"
Harsa mengangguk
"Bosan si, tapi perut bunda lagi ga enak, kemarin bunda makan pedes terus..."
Azka hanya mengangguk,
"Kangen ayah..." ujar Azka lirih sambil mengusap perut bunda nya.
"Kangen ayah si kangen ayah, tapi kenapa ini usap usap perut bunda segala"
Azka menatap sang bunda sembari terkikik kecil
"Katanya tadi perut bunda gak enak, makannya adek bantu supaya perut bunda enak"
Harsa tersenyum gemas sembari mengecup pipi gembil putranya.
"Begitu ya? terimakasih banyak ya nak? hari ini bunda mau pengumuman SNMPTN tolong doain bunda ya? supaya bisa di terima"
"SNMPTN itu apa Bun?"
"SNMPTN itu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, bunda kan mau jadi dokter, doain ya sayang?"
Mata Azka berbinar menatap sang bunda
"Beneran bunda mau jadi dokter?"
"Iya sayang, tapi kalau Allah berkehendak, manusia itu hanya punya rencana, tapi selebihnya Allah yang atur, selagi bunda sudah berusaha, bunda sudah berdoa, insyaallah Allah kasih jalan untuk bunda..."
"Bunda hebat, semangat ya bunda, kata ayah bunda itu perempuan paling hebat yang ayah kenal, ayah juga bilang kalau bunda itu keren, kaya malaikat tanpa sayap" puji putra nya dengan senyum yang tidak pudar.
Hati Harsa menghangatkan, suaminya dan putra nya benar benar mewarnai hidupnya.
"Ah masa si ayah bilang begitu..." ucap Harsa yang pura pura tidak mempercayai ucapan putranya.
"Bener tau bun, ayah bilang pas bunda ketiduran, pas ayah bantu adek menggambar"
Harsa tersenyum "Bunda percaya kok, oh ya udah jam makan siang, adek mau mam apa?"
Azka sedikit berfikir, memikirkan makanan apa yang ingin dia makan.
"Apapun, asal masakan bunda, adek selalu suka"
Harsa mencubit hidung putranya gemas.
"Dasar anak ayah, gombalannya pun sama, jangan cepat besar ya nak.. bunda belum siap, bunda masih pengen gemesin kamu"
Azka hanya mengangguk mendengar ucapan sang bunda.
"Kita jadi masak kan Bun?"
"Jadi donggggg!! yukk kita cuci tangan dulu"
Ibu dan Anak itu benar benar bekerja sama dalam hal ini, sang bunda yang membuat makanan dan menyiapkan alat alat makan, Azka tentu saja senang membantu sang bunda walaupun pekerjaan mudah.
"Bunda... kenapa kalau kita makan harus berdoa?"
Harsa sedikit tersenyum, mengambil lauk pauk sambil memberikannya di piring putranya.
"Supaya setan nya gak ikut makan sama kita, memang mau kalau kita makan setan nya juga makan?"
Azka menggeleng
"Serem dong Bun kalau setan nya ikut makan?"
Harsa mengangguk menjawab ocehan putranya
"gak hanya serem setan nya ikut makan, tapi kalau kita berdoa itu menunjukan kalau kita bersyukur atas rezeki yang Allah titipkan ke kita, karena masih banyak di luar sana yang ga bisa makan, makannya bunda selalu ajarin adek untuk selalu berbagi, mengerti tampan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
H A R S A [ E N D ]
Ficção AdolescenteH A R S A Harsa seorang brandal yang tidak pernah mengikuti aturan,memakai Hoodie setiap jam pelajaran, bertengkar bersama laki laki, suka sekali membuat keributan di sekolah. tapi siapa sangka di balik jahatnya dunia Allah sudah mengirimkan orang...
![H A R S A [ E N D ]](https://img.wattpad.com/cover/295014493-64-k704766.jpg)