-Extra chapter 1-

1.3K 109 6
                                        

Harsa tersenyum senang, ia sudah memasuki semester 6 menduduki bangku perkuliahan, dan tidak terasa pula pertumbuhan putra nya begitu cepat, putranya kini sudah memasuki Sekolah Dasar. Ah ngomong ngomong soal momongan, Harsa dan Jaziel sudah berusaha mencoba tanpa menggunakan pengaman, tapi sepertinya Allah belum menitipkan itu. Tidak apa apa Harsa cukup senang dengan apa yang sedang ia jalani apalagi ia sedang sibuk sibuknya menjelang memikirkan skripsi yang kan ia ambil nanti.

Suaminya Jaziel tidak henti henti memberi dukungan, membantu menyelesaikan tugas yang terkadang Jaziel sendiri tidak mengerti, Ah ya, ngomong ngomong suaminya itu sudah lulus dengan predikat cumlaude, dan sekarang sudah bekerja di perusahaan terkenal, dan tentu saja Harsa ikut senang dengan kesuksesan sang suami. Seperti niat awal, sepulang dari kelas pagi ini, Harsa akan menjemput putra kesayangannya, Azka. Ia sudah berjanji akan mengajak putranya itu untuk me time, karena semenjak jadi mahasiswi kedokteran Harsa benar benar di buat sibuk dengan praktik dan juga tugas tugas yang menggunung.

Ah iya ngomong ngomong nanti malam suaminya akan mengajak ia untuk menghadiri acara bisnis. Ah Harsa jadi merindukan suaminya.

Harsa kembali fokus pada tab nya, mencatat beberapa rangkuman penting yang akan ia pelajari lagi di rumah nanti.

"Saaaa... sttttt" bisik teman Harsa, Adinda.

Harsa menyaut sambil tetap menulis catatannya.
"Apa dindaaa?"

"Kamu tau gak ada gosip hot tau" bisik adinda.

Harsa sebenarnya kurang tertarik gosip gosip seperti itu yang menurut nya tidak penting.

"Kamu tau gak? kata kak Reyhan, Adit naksir kamu lohhhh..."

Harsa sedikit menoleh heran, Adit kakak tingkat nya? Harsa hanya pernah berbicara sekali dua kali saja, kebetulan itu kerja kelompok.

"Ngaur kamu din... gak mungkin ah, aku sama adit aja jarang berinteraksi, kami sebatas rekan kerja kelompok" jawab Harsa dengan senyum tipis.

Adinda menghela nafas
"Orang suka mana ada yang tau saaa, lagian kamuuu sendirian Mulu si, pacaran donggggg..."

Harsa terkekeh
"ngapain pacaran? buang buang waktu" jawab Harsa asal.

Adinda mengangguk
"Benar si, tapi kamu hati hati ya sa sama Adit, Adit itu gabung sama anak anak nakal jurusan sebelah, namanya pergaulan pasti kebawa, aku dapet info dari teman ku anak sana, katanya temen nya Adit ada yang hamilin pacarnya, tapi gak ketauan gara gara bapak nya punya relasi di sini."

Harsa hanya menyimak dan enggan membalas ucapan Dinda, sampai akhirnya sang dosen keluar dari kelas karena jam nya sudah selesai.

"Ah ya aku pulang duluan ya Din"

"gak ke perpus kamu nyari bahas tugas?" tanya Dinda.

"Engga, aku udah ada kok buku nya di rumah, aku pamit pulang ya Din... Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam, hati hatiiiii ya saaa!"

Harsa hanya mengangguk sambil berjalan menuju ke parkiran untuk mengambil mobil nya.
Langkah nya terhenti saat seseorang memanggil namanya.

"Harsa!!"

Harsa menoleh, di sana ada teman nya Adit.

"Ya?"

"Kamu udah nemu buku nya belum?"

"Sudah, ada apa ya dit?" ujar Harsa sambil menjaga pandangannya.

"Eummm aku tadi nya mau ajak kamu nyari bukunya"

Harsa menggeleng singkat
"Aku minta maaf ya Adit, tapi gak bisa, aku sudah ada janji, dan aku belum izin, aku duluan ya dit aku sudah di tunggu"

Adit mengangguk canggung
"Ah gitu ya, oke deh hati hati ya saaa"

H A R S A [ E N D ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang