Harsa berserta seluruh rombongan sudah tiba di tempat yang akan mereka tuju, Harsa tentu saja sangat senang melihat hamparan rumput pendek berwarna hijau dan udara yang sangat sejuk, sudah sangat lama ia tidak jalan jalan jauh.
Harsa terkekeh menatap putri yang sedari tadi cemberut karena ia benar benar terbangun di pelukan tunangannya itu.
"Puput udah dong jangan bete lagi,enak gak put di peluk kak Nandra?"
Putri mendengus ia tidak munafik kalau ia juga senang tapi tetap saja kemana harga dirinya kalau ia selama ini cengeng?
"gak tuh B aja!" ketus Putri.
Harsa semakin tergelak tawa mendengar penuturan omong kosong yang di ucapkan putri.
"Udah lah put gak usah gengsian begitu, tinggal bilang enak aja susah"
Ketua pelaksana Jaziel sudah mulai berpidato membuka acara peresmian berserta perwakilan guru yang berada tepat di sebelahnya.
"Dengan ini acara camping sebagai ajang melepas penat saya buka" ujar guru pembimbing sambil menggunting pita sebagai simbolis.
Suara riuh tepuk tangan terdengar sangat jelas, Harsa tentu saja ikut bertepuk tangan ia sangat senang berada di sini walaupun nanti ia tidak bisa mengikuti beberapa acara.
"Berhubung semuanya sudah berkumpul, saya selaku panitia yang bertugas memantau kalian semua mengingatkan! tolong jangan pernah membuat sampah sembarang dan tetap menjaga lingkungan, kalian itu sudah kelas 10 harusnya otak kalian terpakai dengan baik, yang kedua jaga nama baik sekolah karna kita lagi tidak ada di wilayah sekolah, yang ketiga kalau merasa tidak enak badan segera lapor panitia, yang ke empat dan wajib kalian dengarkan jangan ada yang ke kamar mandi sendirian apalagi di malam hari, termasuk jangan berkeluyuran sendirian kalau memang ingin kemana mana izin terlebih dahulu kepada panitia atau dewan guru yang mengawasi kalian!
SAMPAI SINI PAHAM?!" teriak Nandra tegas.
"SIAP PAHAM KAK...!"
Nandra mengangguk
"Silahkan keluarkan tenda yang sudah kalian bawa sesuai kelompok nya masing masing, kalau tidak bisa kalian boleh meminta tolong jangan diam aja" ujar Juna.
Harsa menatap Jaziel ia lapar karna ini waktunya makan siang.
"Psttttttt kakakkkk...."
Jaziel tidak mendengar panggilan Harsa karna ia juga sibuk membantu beberapa siswa yang lain mendirikan tenda.
Harsa berdecak malas menunduk untuk mengambil batu dan siap melempar batu pada suaminya itu.
PLUKKKK
Batu itu tepat mengenai punggung Jaziel, Jaziel menoleh mendapati Harsa yang sudah menatapnya dengan tajam.
"Sebentar ya adik adik saya tinggal dulu ini tinggal kalian ketok pakai batu yang kuat ya jangan sampai terlepas" ujar Jaziel sambil menghampiri Harsa yang sudah cemberut.
"Kenapa? lempar batu segala panggil sayang..."
Harsa mendelik
"Udah Asa panggil! kakak aja ga denger! Asa laper kak ayo mam..."
Jaziel terkekeh mengusak surai rambut Harsa
"nanti ya sayang, teman teman nya belum selesai nanti pasti di kasih mam, atau mau mam Snack dulu?"
Harsa menggeleng
"mau susu kotak aja boleh?"
"boleh, tunggu di sini kakak ambil di tas dulu"
Ah ya kalau kalian penasaran kenapa Harsa tidak membantu yang lain jawabannya tidak akan membantu karena Harsa mendapatkan keringanan dari para panitia kalau ia tidak akan mengerjakan apapun karena kondisi nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
H A R S A [ E N D ]
Roman pour AdolescentsH A R S A Harsa seorang brandal yang tidak pernah mengikuti aturan,memakai Hoodie setiap jam pelajaran, bertengkar bersama laki laki, suka sekali membuat keributan di sekolah. tapi siapa sangka di balik jahatnya dunia Allah sudah mengirimkan orang...
![H A R S A [ E N D ]](https://img.wattpad.com/cover/295014493-64-k704766.jpg)