[SLOW UPDATE]
Setelah mengalami kecelakaan bus dan tewas, Renna bereinkarnasi menjadi salah satu anak dari tokoh villain psycopat dalam sebuah novel yang pernah ia baca. Parahnya lagi, kelak ia dan seluruh keluarganya akan dihukum mati oleh Male Lea...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
✯Happy Reading✯
Sudah seminggu berlalu sejak Renna atau yang sekarang bernama Lycene mengingat kehidupan masa lalunya. Percaya tidak percaya, ia kini terlahir kembali ke dunia novel romansa fantasy populer yang dulu pernah ia baca saat masih SMA.
Novel romansa klasik tentang seorang gadis bangsawan berstatus rendah yang menikah dengan putra mahkota kekaisaran ini.
Cerita klise dengan full roman yang banyak diminati para remaja.
Lycene memiringkan kepalanya, netra merah gadis itu menatap buku yang berada di pangkuannya. Penuh dengan coretan alur cerita dan bagian-bagian penting dari novel yang dibacanya dulu.
Lycene Terramort, itulah namanya saat ini. Anak ke tiga sekaligus putri satu-satunya dari keluarga Terramort. Ibunya adalah istri kedua ayahnya, telah meninggal setelah melahirkan gadis itu.
Sedangkan istri pertama dari ayahnya masih hidup, yakni Luna yang melahirkan anak kembar bernama Zie dan Zic. Usia Lycene dan si kembar hanya terpaut satu tahun. Jarak yang cukup dekat untuk dikatakan sepantaran.
Ayahnya Daver Terramort adalah seorang Duke. Tokoh penjahat yang cukup berperan penting dalam cerita di novel sekaligus menjadi batu pijakan bagi sang pemeran utama wanita untuk naik daun ke dunia sosial.
Lycene melingkari poin penting dibukunya. Itulah dia! Saat ia berumur 18 tahun seluruh keluarganya akan mati dihukum penggal karena kejahatan yang selama ini ayahnya lakukan.
Dikatakan di dalam novel bahwa eksekusi itu akan terjadi saat ayahnya berumur 41 tahun, yang berarti akan terjadi dua tahun lagi atau saat Lycene berumur 18 tahun. Masih ada waktu 2 tahun untuknya bisa melarikan diri dari tempat ini.
Lycene menghembuskan nafasnya kasar, pandangannya menatap kosong pada air danau di depannya. Danau yang cukup jernih dengan beberapa bunga teratai yang mengapung di atasnya.
Saat ini ia tengah duduk selonjor di bawah pohon apel yang ranum. Ditemani sebuah buku dan pena, gadis itu kembali menulis sesuatu di bawah poin penting yang ia lingkari tadi.
Keningnya berkerut serius saat ia menggoreskan huruf demi huruf di atas kertas putih itu.
Tuk
"Aww … sialan."
Lycene refleks mengumpat saat sesuatu yang cukup keras jatuh ke kepalanya. Gadis itu mendongak menatap pelaku yang kini tersenyum lebar di atas pohon dengan tampang tanpa dosanya.
Zic. Si pelaku yang barusan dengan sengaja menjatuhkan sebuah apel ke kepala gadis itu kini dengan ringannya langsung melompat turun.
Ia mendudukkan dirinya di sebelah Lycene, membuat gadis itu dengan cepat langsung menutup bukunya. Menyingkirkan benda yang cukup tebal itu ke sisinya yang lain.