Siapa yang tak menyangka ?, walau tenggat waktu dimulainya acara sudah diujung tanduk, kendati menghadirinya tepat waktu Jungkook akan mengulur kehadirannya dan melemparkan sesi sambutan pada Taehyung.
-ada sesuatu yang harus ia selesaikan.
berikan Jungkook seratus bahkan seribu masalah yang menyangkut bisnisnya maka dalam sekejap ia dapat mengatasi sempurna tanpa cacat.
akan Tetapi bisnis dan Jimin dua hal yang sangat berbeda, segala effort telah ia lakukan namun hasil belum juga terlihat –nihil.
dan disinilah dia, berdiri tepat selangkah diluar ruangan berdaun pintu hitam menjulang, lengan kiri menyentuh penuh kehati – hatian gagang emas didepannya, wajah tampan yang selalu menghadap lurus bahkan cenderung sedikit menengadah.
-tentu paham bukan, dia tidak akan pernah merendahkan tatapan bahkan seinci pun.
kini tertunduk memejam, menarik nafas dalam lalu dihembuskannya ringan. mempersiapkan mental hanya untuk menemui satu Omega saja.
KRIET,,,!!
decitan dari salah satu daun pintu yang dibuka, menggema menyapa lorong panjang dibelakangnya.
memasuki ruangan masih dengan wajah yang tertunduk, entah mengapa kepalanya terasa berat tanpa sebab.
“ Jimin aku rasa kita harus membicarakan hal ini, bagaimanapun kau harus mendengarkan penjelasanku,,,kumohon “. bergumam lirih pada akhir kalimat.
baiklah kini hati dan tekadnya sudah ditempa mantap, ia siap untuk menerima tatapan apapun yang akan Jimin berikan bahkan caci dan maki.
-tujuannya adalah menjelaskan tanpa da kebohongan, termasuk perasaannya.
setelah beberapa saat lalu dia memutari benak untuk menemukan keberanian juga keyakinan, Jungkook akan mengatakan kata yang selalu Jimin tagih beberapa waktu lalu.
keterpaksaan ?, kepalsuan ?, kali ini tidak, dia benar – benar akan mengatakannya, dengan jujur, dengan tulus dari relung hati tentu saja.
Jimin adalah takdirnya, Omeganya, satu – satunya yang berhasil menggeser bongkahan es raksasa yang berlapis kesuraman dalam dirinya, perlakuan hangat Jimin telah tak ayal layaknya secercah cahaya yang mengisi setiap kegelapan pada dirinya.
kehadiran sang Omega itu selayaknya titik warna yang tumpah ruah menyebar dikehidupan dia, bahkan jika ia harus bersaing dengan sang maha pencipta untuk mempertahankan Jimin di sisinya selamanya, ia akan memastikan berjuang sampai akhir.
Hening,,,
seolah menampar telinga, Jungkook mengangkat wajah memberanikan diri, kendati sosok Omega yang ia harap, melainkan berbagai objek yang tergeletak sembarang disana – sini, pecahan vas hingga kaca bertebaran di lantai, kain ranjang yang sudah koyak.
pemandangan ruangannya yang hancur dan ketidak tiadaan kehadiran Jimin mencubit hatinya, denyutan ia rasakan sepersekian detik.
bola mata Hazel membulat berbingkai raut wajah yang tegang.
“ apa yang telah terjadi “. tentu saja kata lumrah itu yang terlontar.
siapa yang tidak akan bertanya – Tanya ketika menemukan keadaan kamar tidur yang seperti habis terkena ledakan.
“ Jimin “, satu nama menyadarkannya dari keterkejutan, “ Jimin !”, serunya mulai menjelajahi ruangan mencari sosok yang menjadi tujuannya.
jawabannya jelas,,,tidak ada siapapun disana.
ketegangan semakin memuncak kala dia tidak mendapat petunjuk apapun, bahkan ketika mengandalkan insting Alpha miliknya, tetap saja, jangan jejak kaki, pheromone milik Omega itu saja tidak dapt ia deteksi.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLACK SWAN
Misteri / ThrillerCintai aku, jadilah orang pertama yang mencintai dan mengajariku apa itu cinta.
