"Tidak!" kata Ayah, dengan nada yang tidak bisa dibantah.
Paman Carlo langsung terdiam. Begitu pula dengan Kolonel Bora.
Nathan akan menyangkal, tapi aku mengehentikannya dan berkata, "Ayah harus mempertimbangkannya. Di sini orang-orang bekerja keras. Sudah berapa banyak anggota yang Ayah kerahkan untuk menyisir hutan pinus, tapi tidak membuahkan hasil? Itu hanya membuang-buang waktu, Ayah. Jarak pencarian kalian terbatas, hanya bisa mencari di radius sepuluh jam, pulang-pergi, dari cincin bagian luar. Aku bisa melihat lebih-"
Ayah memotong perkataanku, "Ayah bilang, tidak!" Baru kali ini aku dibentak Ayah dengar nada frustasi.
Aku terdiam. Begitu juga dengan semua orang yang ada di tempat itu.
Ayah mengusap wajahnya dengan kasar sebelum mendekat dan memelukku. "Ayah tidak bisa." Sepertinya aku tidak bisa membantahnya.
Ayah melepaskan pelukanku dan menatap Nathan. "Tuan Muda, tolong bawa pulang Nona Muda."
"Kalau aku tidak mau?" tanya Nathan, nada suaranya terdengar menyebalkan.
Ayah melotot ke arahnya.
Nathan tidak bisa melihat mata itu terus menerus, jadi dia memutuskan untuk memutar matanya seraya berkata, "Ayah, ini waktunya untuk memanfaatkan kemampuannya. Sudah berapa lama militer tidak memiliki dan menggunakan alat navigasi? Ratusan tahun. Sekarang Organisasi Pemburu Iblis Malam memiliki satu-satunya alat navigasi paling hebat, sempurna, dan bisa digunakan lebih baik dari alat navigasi yang pernah ada. Apa Ayah mau menyia-nyiakan itu? Di tengah-tengah keputusasaan Ayah karena tidak bisa mencari delapan belas anggota yang hilang?"
Ayah melirik Paman Carlo dan Kolonel Bora, ia pun melirik beberapa anggota lainnya yang terdiam karena obrolan kami.
Tiba-tiba seorang laki-laki berseragam lapangan yang membawa papan dada mendekati Ayah. "Lapor, Pak. Aron Black dari Pasukan Beta dinyatakan menghilang."
Ayah terkejut bukan main. Kolonel Bora langsung menunduk sambil memijat pelipisnya. "Sembilan belas," gumamnya.
"Kapan terakhir kali dia terlihat?"
"Kemarin pagi, Pak. Dia baru saja libur setelah dua puluh empat jam penuh berjaga. Saksi yang terakhir melihatnya mengatakan jika Aron membeli sup domba untuk sarapan pukul lima tiga puluh pagi, sebelum berjalan menuju asrama. Namun, penjaga asrama dan rekan-rekan di sana tidak pernah melihat Aron. Jarak dari kedai ke asrama sekitar seratus dua puluh meter. Melewati beberapa rumah warga yang saling terpisah oleh pepohonan pinus rapat. Diduga dia menghilang saat perjalanan pulang, Pak."
Ayah mengepalkan tangannya.
"Bagaimana Ayah. Apa Ayah masih tidak mau?" tanya Nathan.
Ayah meliriknya dengan tatapan kesal bercampur frustrasi.
Aku mendekati Ayah dan mendongak menatapnya. "Akhirnya kemampuanku bisa digunakan, kan? Dan Ayah yang akan menggunakannya pertama kali."
Ayah mengembuskan napas berat. "Berikan seragam lapangan untuk laki-laki ini," titahnya, pada laki-laki berseragam yang membawa papan dada. Yang Ayah maksud adalah Nathan. Ia membalas perintah Ayah dengan anggukan dan langsung melaksanakannya.
Aku hanya mengembuskan napas berat. Meskipun aku tidak mendapatkan seragam lapangan, setidaknya kemampuanku bisa berguna.
Paman Carlo mendekati Ayah dan berbisik, "Kau yakin ini keputusan yang benar, Korri?"
"Tidak ada salahnya mencoba," balas Ayah yang juga berbisik.
Aku mendongak menatap Nathan. "Sekarang kau puas?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Berawan #1
Vampiri[VAMPIR] [Tamat] [13+] "Aku mencintai salah satu jenis dari mereka yang disebut vampir. Makhluk rupawan yang memiliki bentuk tubuh seperti malaikat untuk menarik mangsanya. Aku mencintai seseorang yang seharusnya tidak aku cintai. Karena harga yang...
