Bumil War

1.5K 27 0
                                    

Halooo,, setelah sekian lamanya akhirnya up juga. Mohon dimaafkan hehehe. Terima kasih untuk yg masih stay di cerita ini. Happy reading.
~~~~~~~~~
Siang ini Rara dan Fani sedang berada di supermarket dekat komplek mereka untuk berbelanja persiapan acara BBQ nanti malam. Fani mengambil banyak daging dengan segala macamnya sedangkan Rara mengambil sayur dan bumbu-bumbuan. Begitu melihat isi troli milik Fani, Rara sangat terheran-heran.
"astaga fani, ini apa-apaan kamu" protes Rara
"Apaan sih ra?" tanya Fani heran
"Ini kenapa kamu beli snack sebanyak ini?" tunjuk Rara pada satu troli penuh berisi makanan instan dan snack
"Ya gapapalah buat persiapan aja, kalau gak abis ya taruh lemari Ra" elak Fani
"Kamu itu lagi hamil gaboleh makan snack banyak-banyak" jawab Rara
"Udah ah, yuk bayar ke kasir"
"No, lihat perbedaan belanjaan kita. Kamu 2 troli isinya daging sama jajanan ginian, kamu harusnya makan buah Fan"
"Ini buat persediaan Ra"
"Persediaan apanya, nanti juga kamu embat. Balikin sebagian itu belanjaan kamu"
"No, Ra"
"Yaudah aku aja yg balikin"
"Big No. Udah ya Rara yg cantik kita ke kasir"
"Nggak, itu gak ada gizinya buat janin kamu"
"Aku makannya gak setiap hari kok Ra"
"Alesan aja kamu, kemarin itu apa? Sehari malah 2 kali bikin mie-mie an"
"Rara! Kamu tuh kenapa sih ngelarang aku? Sebel deh"
"Ini demi kebaikan kita Fan"
"Kalau kamu suka buah ya kamu aja yang beli buah, aku beli snack aja"
"gada snack-snack'an"
"Rara kamu tuh ya" ucap Fani sambil menunjuk muka Rara
"Eh apa-apaan ini pake nunjuk segala, biasa aja dong fan. Ini juga demi kebaikan kamu"
Fani ngeloyor pulang meninggalkan Rara dengan tiga troli belanjaan, mau tak mau Rara harus membayar semua belanja itu lantaran mereka udah dekat dengan kasir. Total belanja mereka adalah 2.5 juta. Rara sedikit mendelik dengan nominal tersebut, sebanyak-banyaknya dia berbelanja kebutuhan rumah paling hanya menembus angka 1.5 juta dan itu untuk sekeluarga. Dirinya menelpon supir dan meminta bantuan untuk membawa semua belanjaannya.
"Banyak bener buk belanjanys tumben"
"Iya nih pak, mau bikin acara nanti malam"
Setelah selesai dengan belanjaan mereka bergegas menuju kediaman Pak Ario. Sepanjang perjalanan Rara lebih banyak diam karena meredam kesal kepada sahabatnya itu. Mengapa Fani setega itu kepada dirinya, meninggalkan dirinya dengan 3 troli belanjaan. Bagaimana kalau tadi uangnya kurang? Dan alangkah repotnya membawa belanjaan ini? Siapakah yang akan menghabiskan 5 kantong besar chiki ini? Kedua aanakna jarang makan chiki yang gurih-gurih palingan juga biskuit. Perlahan Rara terlelap dalam lamunannya.
******

Simpanan Dosenku Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang