Keriwehan Pagi Hari

8K 205 3
                                    

Rara POV

Aku menggeliatkan tubuhku, rasanya sangat nyaman sekali berbeda dari biasanya. Oh iya aku baru ingat jika ini adalah kasur di pak Ario, bukan kasur kosan yang ala kadarnya. Semalam aku kesulitan tidur, hingga larut pukul 12 malam aku masih terjaga, berbeda dengan pak Ario yang sepertinya sangat nyenyak tidurnya. Ngomong-ngomong soal pak Ario, dia masih tidur disampingku syukurlah aku menjadi sedikit lega karena bangun sebelum dia. Dan sepertinya aku harus segera bangun untuk cuci muka, lalu menyiapkan baju ganti untuknya. Belum lagi aku harus menyiapkan tetek bengek keperluan si bocil untuk sekolah. Aku bergegas bangun dan membuka gorden, view dari kamar ini adalah private pool. Setelah itu aku membuka lemari, memilah baju mana yang sekiranya cocok untuk jadwal pak Ario hari ini. Di pintu lemari tertempel notes apa saja kegiatan pak Ario hari ini. Oke aku memilih kemeja biru muda dipadukan dengan celana navy dan dasi navy. Cukup serasi menurutku, setelah itu aku memutuskan untuk mandi serta ganti baju. Setelah rapi dan wangi, aku kemudian membangunkan pak Ario.

"mas, bangun ini udah siang nanti terlambat kerja"

"jam berapa emang?"

"jam 5"

"bentar"

"ih kok bentar, nanti kesiangan loh. Ayo buruan bangun"

"oke"

"aku udah nyiapin baju ganti, sekarang aku ke kamar anak-anak dulu"

"iya mam"

"ish, ini bukan di depan anak-anak"

Dia hanya tertawa kecil menanggapi ocehanku, aku kemudian berjalan pintu dan menuju ke kamar anak-anak. Disana Chila dan Nino masih terlelap dalam selimut masing-masing.

"sayang ayo bangun"

"anak-anak cantik dan gantengnya mama yuk buruan bangun, nanti sekolah loh"

Mereka berdua masih belum beranjak untuk membuka mata hanya menggelkiat saja. Baiklah aku punya cara, aku membuka gorden di kamar mereka dan kemudian menghampiri bocil gemas ini. Kucium pipi mereka bergantian, kubisikkan kata-kata bangun ditelinga mereka dengan lembut dan cara ini berhasil. Perlahan keduanya membuka mata dan duduk, aku memberikan segelas air kepada mereka. setelah itu aku menyiapkan seragam sekolah dan mengajak mereka mandi. Mereka adalah anak yang cukup nurut dengan semua instruksi yang aku berikan.

**********

Pukul 06.30 kami sudah berada di meja makan lengkap dengan seragam masing-masing. Di meja makan sudah tersaji nasi goreng, telur ceplok, dan ayam goreng tak lupa segelas susu full cream juga melengkapi menu sarapan hari ini.

"mah, Nino minta disuapin dong"

"oke, sini mama suapin. Kakak nggak mau disuapin juga?"

"mau mah"

"yaudah mama suapin gantian ya sayang"

Aku kemudian menyuapi mereka dengan bergantian sampai kenyang. Setelah itu kedua anak ini berangkat sekolah dengan diantar oleh sopir.

"mah kita berangkat dulu ya" pamit Chila

"nino juga berangkat ya mah"

"iya sayang, belajar yang rajin ya. Nanti pulang sekolah mama jemput ya"

"yeee, horeee" sorak mereka berdua. Setelah itu mereka berdua bersalaman dengan papanya dan juga aku. entah mengapa aku merasakan suatu haru didalam hatiku saat keduanya menyalimiku. Kemana ibu mereka ? itulah pertanyaan yang timbul dihatiku. Apakah meninggal ataukah pergi ke suatu tempat? Aku sebenarnya ingin menanyakan hal ini kepada pak Ario, namun rasanya masih terlalu canggung. Aku berharap suatu hari nanti dia mau terbuka denganku soal ibunya anak-anak.

Simpanan Dosenku Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang