Sebenarnya mengapa Arya enggan datang dan membawaku ke acara makan malam bersama keluarganya?
Arya sudah banyak mengetahui keluargaku. Namun tidak sama dengan diriku. Aku belum banyak mengetahui tentang keluarga Arya.
Semenjak sekolah pun ia tidak pernah sekalipun menceritakan keluarganya. Waktu itu aku hanya berpikir mungkin ia tidak ingin saja, toh dari awal aku juga tidak pernah bertanya tentang hal tersebut.
Namun sekarang berbeda, aku tidak hanya ingin semakin tahu tentang Arya, tapi aku juga ingin tahu tentang keluarganya.
Aku hanya tahu ayahnya Arya saat Arya datang dan menjadi atasanku. Sebelumnya aku tidak tahu kalau Pak Rudi adalah ayahnya Arya. Sewaktu aku datang menjenguk Arya di rumah sakit saat ia cedera pun ternyata itu bukanlah Pak Rudi. Selain itu aku juga belum lama ini bertemu dengan kakaknya Arya, Arini.
Selain itu aku tidak tahu tentang ibunya Arya. Aku tidak pernah sekalipun mendengar baik Pak Rudi atau Arya membicarakannya. Apa mungkin ibunya sudah meninggal?
Entahlah… mungkin Arya nanti akan memberitahuku.
Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua, aku harus fokus terhadap pekerjaanku dulu.
Aku bangkit dari tempat dudukku dan berjalan menuju pintu ruangan Arya lalu mengetuk pintunya. Setelah terdengar suara dari dalam yang membolehkan aku masuk, aku membuka pintu dan masuk ke dalam.
"Pak Arya sebentar lagi ada pertemuan dengan Departemen Produksi, Departemen Sales dan Marketing serta band Kstaria mengenai perilisan album." Jelasku
"Baik, Sekretaris Di. Kita berangkat sekarang." Jawab Arya kemudian bangkit dari tempat duduknya. Kemudian kami turun menuju lantai bawah.
Saat sudah sampai di ruang pertemuan, semua orang telah hadir dan tengah melihat sebuah layar di depan mereka.
"Selamat datang, Pak Arya, Sekretaris Di." Sapa mereka semua.
"Silahkan duduk." Kata Arya
Setelah itu mereka semua kembali duduk dan melihat layar besar di depan.
Di layar tengah menampilkan waktu 10 menit lagi sebelum perilisan album di aplikasi pendengar lagu online serta penjualan album secara online.
Album tidak hanya akan dijual secara online namun juga akan dijual offline. Namun jadwal pendistribusian album tersebut akan ada setelah satu minggu dari sekarang.
Saat waktu mulai mundur kami semua yang melihat itu semakin antusias dan gugup.
3.. 2.. 1..
Setelah perilisan selesai ternyata langsung banyak orang yang mendengar lagu tersebut. Selain itu penjualan secara online pun mulai terjual sedikit demi sedikit.
Kami semua yang berada di dalam ruangan pun bersorak gembira melihat itu.
Memang sebelum perilisan album terbaru Kstaria, banyak fans yang antusias menunggu. Itu karena terakhir kali Kstaria mengeluarkan album sekitar satu tahun yang lalu. Tentu saja banyak fans yang menunggu tidak hanya itu Kstaria juga salah satu band yang paling digemari saat ini.
Setelah itu aku dan Arya kembali ke lantai atas. Arya memintaku mengecek tentang kepopuleran lagu tersebut di media sosial.
Saat aku mengecek mulai banyak fans yang membahas mengenai lagu terbaru di media sosial. Banyak dari mereka yang menyukai lagu tersebut.
Oleh karena itu, Kstaria pun menjadi trending topik di media sosial.
Setelah itu aku mengatakan semua hasil yang aku lihat kepada Arya.
"Sepertinya perilisan album Kstaria berjalan dengan lancar." Kata Arya.
"Iya Pak Arya. Banyak yang antusias sampai trending topik." Jawabku.
"Menurut Sekretaris Di mengapa lagu Kstaria terbaru saat ini banyak yang menyukainya? Saya ingin mendengar pendapat Sekretaris Di." Arya bertanya sambil menopang rahang dagunya dengan satu tangan kanan.
Aku yang ditanya seperti itu merasa gugup namun segera aku menghirup nafas lalu menjawab, "Menurut saya momentum perilisan album Kstaria sangat tepat."
"Coba kamu jelaskan mengapa bisa berada di momen yang tepat?" Tanya Arya lagi.
"Selain karena Kstaria adalah band yang terkenal dan lagu-lagunya banyak didengar, album kali ini layaknya angin segar di tengah gempuran lagu yang melankoli di tanah air yang belum lama ini dirilis. Lagu Kstaria cukup ceria dan energik membuat kita yang mendengarnya pun merasa termotivasi untuk semakin semangat. Kemudian menurut saya lagu ini juga cocok di semua kalangan hingga membuatnya segera melejit tinggi." Jelasku secara singkat berdasarkan pengamatan mendadak.
Arya terdiam sebentar setelah mendengar jawabanku setelah itu mulai berbicara, "Penjelasan kamu cukup bagus."
"Terima kasih Pak Arya." Aku senang mendengar pujian dari Arya.
"Oke, setelah ini jalan kita masih panjang. Saatnya kita mempersiapkan konser Kstaria. Oleh karena itu, Sekretaris Di minggu depan kita akan berangkat menuju kota xxx yang berada di provinsi xxx di mana konser Kstaria pertama akan dimulai. Tolong kamu persiapkan tiket dan akomodasi kita selama kita tinggal di sana 5 hari."
"Baik, Pak Arya."
"Selain itu, selama kita menjalankan perjalanan bisnis pasti nenek kamu akan merasa kesepian karena ditinggal lama."
"Untuk sementara nenek saya bisa tinggal di rumah Raka."
"Nenek tidak perlu tinggal di rumah Raka. Nenek tinggal saja di apartemenku, nanti akan ada pembantu juga yang akan menemani nenek selama nenek di sana."
"Apa tidak merepotkan Pak Arya?"
Arya tersenyum kemudian berkata, "Bagaimana bisa itu merepotkan, Nenek adalah keluargamu dan tentunya aku anggap keluarga juga."
"Terima kasih Arya."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued

KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] Catch Me If You Can
Romance[ End ] Aku, Dimas Herdian, saat di akhir makan malam bersama Arya Baskoro aku mengatakan kepadanya agar kami tidak perlu bertemu lagi. Aku tidak ingin berurusan dengan orang yang membully-ku sewaktu SMA dulu. Namun sehari kemudian aku malah kembal...