Part 37

6.2K 499 6
                                    

Saat aku bangun, aku menemukan diriku terbaring sendirian di atas ranjang. Aku mencoba melirik ke kiri, cahaya matahari dari luar cukup terang karena hanya dihalangi oleh gorden transparan. 

Kemudian aku melihat jam yang berada di atas nakas samping ranjang. Di sana sudah pukul 10 pagi lebih 10 menit.

Aku bangun kesiangan bukan tanpa alasan. 

Aku mencoba bersandar di kepala ranjang.

"Ah"

Aku merengek kesakitan di bagian bawahku. Kemudian aku turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi yang berada di sisi lain ruangan.

Saat sudah di kamar mandi dan bercermin aku benar-benar kaget melihat keseluruhan tubuhku. Banyak tanda merah serta bekas  gigitan semalam. Ada bekas gigitan dan tanda merah di bagian bahu, leher, dada dan lengan. Kemudian aku melihat ke bagian bawah tubuhku dan kembali menemukan tanda merah beserta gigitan di bagian perut dan paha.

Mengingat kembali kejadian semalam membuat pipiku memerah. 

Semalam Arya begitu bersemangat. Ia punya banyak tenaga hingga bisa melakukannya beberapa kali, berbeda dengan diriku yang sudah kelelahan hanya satu kali. Aku sangat kewalahan mengimbangi tenaganya.

Setelah itu aku mandi. Aku membersihkan tubuhku serta tidak lupa membersihkan bagian bawahku. Aku mengeluarkan sisa kegiatan semalam dengan susah payah.

Selesai mandi aku memakai bathrobe bersih yang tergantung. Lalu keluar dari kamar mandi.

Aku melihat pakaian semalam yang aku pakai sudah kotor. Aku menyingkirkan itu. Aku bingung mau memakai pakaian apa, bisa saja aku memakai pakaian Arya. Akan tetapi aku masih tidak nyaman kalau tidak memberitahunya dulu. Jadi aku memutuskan untuk turun ke bawah dahulu.

"Kamu sudah mandi?" Tanya Arya yang melihatku turun dari tangga. Ia sedang duduk di kursi makan. Di depannya ada cangkir putih.

"Iya" jawabku sambil terus melangkah turun.

"Kesini. Duduklah di kursi makan. Tadi aku sudah membuatkanmu sarapan." Ajak Arya setelah aku tiba di lantai satu. Aku balas mengangguk. 

Arya kemudian membawa piring yang di atasnya ada roti yang sudah dilumuri selai di bagian atasnya dan menaruhnya di depanku. Tidak lupa segelas susu putih hangat. "Kenapa kamu berpakaian seperti itu? Kamu ingin menggodaku lagi seperti semalam?" Tanya Arya sambil menyeringai setelah aku duduk di kursi makan seberang dirinya.

Aku sedikit malu mendengar hal tersebut kemudian bilang, "Pakaianku kotor." Setelah itu aku menyesap susu hangat lalu mengambil roti dan menggigitnya.

"Kamu bisa memakai pakaianku yang ada di lemari." Kata Arya.

"Aku tidak nyaman kalau belum bilang." Jawabku

Arya tersenyum kemudian berkata, "Kenapa malu? Kita sudah saling melihat tubuh masing-masing 2 kali. Selain itu sekarang kamu adalah pacarku. Tentu saja kamu bisa memakai barang milikku."

"Tapi, tetap saja…" jawabku. Aku masih tidak nyaman kalau memakai barang orang lain tanpa memberitahu pemiliknya dahulu.

"Ya sudah mungkin kamu belum terbiasa. Biar nanti setelah kamu makan aku ambilkan pakaian untukmu." Kata Arya kembali tersenyum. Ia dengan sengaja menggodaku .

"Kamu harus banyak berolahraga." Arya menambahkan tiba-tiba.

"Memangnya kenapa?" Tanyaku kebingungan dengan maksudnya kenapa tiba-tiba berbicara tentang olahraga, kemudian kembali minum.

"Supaya kita bisa melakukannya lebih lama" 

Uhuk uhuk

Aku tersedak susu akibat mendengar hal tersebut. Aku kaget mendengar ia berkata seperti itu.

"Minum pelan-pelan." Kata Arya

"Itu karena kamu berkata seperti itu." Kesalku kemudian menatapnya dengan tajam.

"Apa yang salah dengan perkataanku? Tubuhmu tidak punya banyak tenaga. Kamu ingat semalam? Kamu sampai pingsan karena kelelahan. Betapa kagetnya aku melihat itu." Kata Arya dengan sengaja kembali mengejekku.

"Diam. Jangan bicarakan yang semalam." Aku benar-benar malu dan kesal mendengar itu langsung darinya.

Arya terkekeh kemudian berkata, "Haha… itu benar-benar di luar dugaan. Ternyata ada yang bisa pingsan karena telah banyak melakukan hal tersebut."

"Aku bilang diam. Itu salahmu karena punya banyak tenaga." Kataku

"Ok. Omong-omong semalam kenapa kamu tiba-tiba mengajak kita pacaran? Kamu mengajakku pacaran seperti orang yang tergesa-gesa saja." Tanya Arya setelah selesai terkekeh.

"Aku tidak ingin kamu direbut oleh orang lain." Jawabku segera

"Maksudmu?" Tanya Arya sedikit kebingungan.

"Semalam aku melihat kamu dan seorang wanita pulang bersama." Kataku sambil cemberut.

"Oh itu.." 

Ding dong

Kalimat Arya terhenti akibat terdengar suara bel berbunyi dari depan pintu apartemen.

Arya berdiri dari tempat duduknya. "Aku ke depan sebentar. Sepertinya ada yang datang" kata Arya kemudian berjalan ke depan.

Setelah beberapa saat aku mendengar suara langkah kaki cepat mendekat ke area ruang makan.

"Kakak jangan masuk." Pinta Arya.

"Memangnya kenapa aku tidak boleh masuk?" Tanya seorang wanita.

Kemudian Arya dan seorang wanita dewasa datang.

Aku melihat wanita tersebut, ia adalah wanita yang semalam.

Mata kami pun saling bertemu 

Kakak?

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued

[BL] Catch Me If You CanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang