#2

9.1K 716 12
                                        

Hari kedua chika sekolah di SMA Nusantara, hari ini ia diantar oleh supirnya karena maminya sedang sibuk dengan butik.

Ia berjalan sendirian menyusuri lorong yang terlihat baru beberapa siswa saja yang berlalu lalang.

Dari belakang empat orang berlari. Tidak, tidak lebih tepatnya lomba lari, siapa yang lebih dulu sampai kelas itu pemenangnya dan yang terakhir yang akan membayar jajan selama satu minggu kedepan.

Ara, olla, adel dan flora saling tarik agar salah satu diantaranya menjadi juara satu.

Saat bagian ara yang melewati lorong dan sebenarnya ara tidak melihat chika yang sedang berjalan, tak sengaja ia menubruk chika sampai vhika terjatuh.

"Awshh." lirih chika yang sudah terduduk lemas dilantai sambil memegang lututnya.

Ara dan teman-temannya berhenti dan menghampiri chika.

"Sorry, ada yang luka?" tanya flora.

Ia berjongkok untuk melihat keadaan chika.

"Astaga ra, lututnya berdarah panggilin anak PMR ra." ara menatap datar.

"Anak PMR belum ada jam segini." ara juga ikut berjongkok.

"Ayo gua anter ke UKS, biar gua yang obatin." lanjutnya.

"Bawanya gimana ra?" tanya adel.

Ara memberikan tasnya pada adel dan tanpa ba-bi-bu ia langsung menggendong chika ala bridal style.

"Gua izin telat masuk kelas." ucapnya lalu berlalu meninggalkan teman-temannya menuju UKS.

Ara, gadis itu dengan santainya memangku Chika menyusuri lorong yang cukup panjang menuju UKS.

"Maaf ngerepotin." ucap chika.

Ara hanya berdehem dengan wajah datarnya.

Beberapa murid melihatnya menggendong chika, sungguh pemandangan yang sangat jarang sekali terlihat seorang ara dekat dengan manusia selain teman-temannya.

Cklek!

Mereka masuk kedalam UKS dan dengan perlahan ara mendudukkan chika di bangsal UKS.

Ia mengambil kotak P3K dan mulai membersihkan luka di lutut chika.

"Awshh, pelan-pelan s-sakit." lirihnya.

Ara nurut, ia memelankan gerakan tangannya untuk membersihkan lutut chika.

Ara sedikit meniup-niup lutut chika dan hal itu membuat chika sedikit terpanah?

Apakah chika terpanah pada ara? Hahaha, YA!

"Maaf tadi gua udah nabrak lo." ucap ara.

Chika tak menjawab, ia fokus pada wajah datar ara yang terlihat begitu menggemaskan.

"Chika, chika astaga. Lo kenapa chik? Lo di apain sama dia?" tanya ashel yang datang dengan sejuta keributan.

Ara mundur beberapa langkah dan berbaring di bangsal lain.

"Gua ga sengaja nabrak dia." ucap ara santai.

Ashel berjalan mendekati ara yang memejamkan matanya.

Ia berkacak pinggang dan

Bugh! Bugh! Bugh!

"Woy asu, sakit anj." ashel memukul ara dengan bantal.

"Makanya kalo jalan tuh pake mata." ara menahan bantal yang akan melayang padanya.

"Bloon, jalan pake kaki." ucapnya.

Chika menahan tawanya, sepertinya
ashel salah bicara jika sudah berhadapan dengan ara.

To the moon [chikara]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang