PART 34

4.7K 371 12
                                        

Jangan lupa vote, komennya bestie

Ramein kuy!

“EDELWEISS
Edelweiss itu abadi, sama seperti keberadaan mu. Di sini, di ruang hatiku. Abadi dan selamanya.”

_Muhammad Arga Dirgantara_

°
°
°
°

•••🦋•••

Kini keduanya sedang berada di meja makan, Hafiza sekarang akan menemami Arga sarapan. Kata Arga tugas istri adalah menemani suaminya, termasuk saat sedang makan.

Tidak ada pembicaraan apa pun di meja makan, karena Arga selalu mengatakan kepada Hafiza agar tenang dan tidak berbicara.

“Mas,”ucap Hafiza ketika makanan yang dia makan sudah habis, begitu juga dengan Arga.

“Iya kenapa?”

“Kamu selain di pondok punya kerjaan?”Tanya Hafiza dan di balas anggukan oleh Arga.

“Kerja apa emang?”

“Saya bekerja di perusahaan, sebenarnya itu hanya pekerjaan sampingan. Karena saya hanya ingin fokus dengan pondok, saya kasihan jika Bunda saya yang menjalankan perusahan tersebut.”

Hafiza yang mendengar penjelasan dari Arga pun hanya mengangguk-angguk paham. Tapi selama dia berada di pondok dia jarang melihat Arga keluar, paling jika dia keluar hanya bertemu dengan teman-teman dan Bundanya.

“Tapi aku liat kamu lebih banyak di pondok, emang kalo perusahaan kalo di biarin bisa sukses?”Tanya Hafiza sedikit terkekeh.

“Di perusahaan masih ada om saya,”jawabnya.

"Oh gitu toh,”ucap Hafiza.

“Oh iya hari ini saya mau keluar sebentar, karena di perusahaan ada sedikit masalah. Dan selama saya keluar kamu jangan ke kelas lagi seperti kemaren,”ucap Arga menyindir.

“Sepi banget mas kalo di rumah sendiriaan,”jawab Hafiza.

“Tapi sekarang kamu sudah menjadi istri saya Zifa, tugas kamu hanya melayani saya. Sekarang kamu bukan lagi seorang santri,”ucap Arga.

“Tap—”

“Nanti Bunda juga mau ke sini, kamu jangan ke mana-mana.”

“Seriusan Bunda mau kesini?”

“Iya mungkin sebentar lagi,”jawabnya.

“Ih... Kok mas gak bilang-bilang sih, kalo gini kan aku masaknya agak banyakan.”

“Bunda juga bilangnya baru aja,”ucap Arga.

“Iya deh, aku mau ke kamar dulu nyiapin baju kamu.”

Arga mengangguk, Hafiza pun langsung berjalan menuju kamar untuk menyiapkan baju kerja Arga. Setelah kepergiaan Hafiza Arga tersenyum, dia juga langsung mengikuti langkah Hafiza untuk pergi ke kamar.

Hafiza masih bingung untuk masalah baju yang akan Arga kenakan, dia menggarul-garuk kepalanya yang tak gatal. Karena ini adalah hari pertama di mana Hafiza menyiapkan baju untuk laki-laki, biasanya dia hanya menyiapkan pakaian untuk dirinya.

My Crush HafizaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang