28. Pernyataan Bunuh diri

441 60 0
                                        

"Kapan kau mati"
"Ah, kapan aku mati yah"ucapku mendekatkan mix ke mulutku.
"Mungkin aku akan mati secepatnya"jawabku.
Semua orang didalam ruangan itu langsung kaget
"Jun Siwoon-Ssi apa maksud dari kata kata anda"
"Apa anda bisa menjelaskan detail dari kata kata anda"
"Jun Siwoon-Ssi tolong keterangannya"ucap wartawan mulai meriah seperti sedang mendapat jackpot.

Srrt
Aku menggulung lengan bajuku dan terlihat bekas goresan panjang di lengan kiriku.
"Beberapa hari yang lalu aku mencoba bunuh diri dengan mengiris urat nadiku sendiri. Tapi beberapa saat kemudian aku berhenti"ucapku
"Karna itu sakit dan aku bahkan tidak mati hanya dengan karter itu. Jadi aku memikirkan berbagai cara untuk bunuh diri lainnya"ucapku memegang daguku.
Perlahan para reporter yang berdiri terduduk.
"Karna aku tidak ingin sakit dan langsung mati dengan cepat. Jadi aku menemukan 2 cara yang bagus untuk bunuh diri"ucapku
"Yang pertama adalah aku gantung diri di kamarku dan kedua aku langsung melompat dari gedung tinggi. Kedua cara ini benar benar bagus untuk bunuh diri. Dan saat memikirkan tubuhku yang hancur karna terbentur dengan tanah atau tubuhku yang biru karna tercekik membuatku sedikit sulit memilih"ucapku memangku daguku
"Jadi aku ingin bertanya kepada kalian"ucapku berdiri
"Antara gantung diri dan lompat dari gedung cara bunuh diri mana yang kalian inginkan untuk ku lakukan?"ucapku sembari tertawa.

Semua orang didalam sana terdiam seketika.
"Siwoon-ah waktu jumpah pers sudah selesai waktunya kita pulang"ucap Myeong-sin Hyung memakaikan topi untukku.
"Eh sudah selesai"ucapku
"Ya sudah, ayo pulang"ucapku tertawa sambil berjalan
"Ah tunggu dulu, aku harus mengatakan 1 hal lagi"ucapku berhenti.
Lalu menarik nafas
__
Di sisi lain
Di apartemen
"Jadi cara bunuh diri mana yang kalian ingin aku lakukan"
"Apa maksudnya ini, bunuh diri?. Apa yang sebenarnya dia katakan"ucap Sujin-Hyung terduduk.
"Jangan tertipu oleh kata katanya Hyung, ini pasti hanya gertakan kepada AntiFans"ucap Hejin sedikit tertawa.
"Hyung sebenarnya apa saja yang sudah kau jalani selama ini"ucap Woojin terpaku pada handphonenya.

Di sebuah gedung latihan
"Jinyoung-ah dia ini temanmu kan"ucap seorang pria berambut ungu memperlihatkan handphone kepada Jin-hyung yang sedang istirahat.
"Benar"ucap Jin-hyung
"Ah kapan aku mati yah" suara handphone
"Emh aku tidak tahu pastinya tapi mungkin secepatnya"

"Jadi cara bunuh diri mana kalian ingin ku lakukan?" Suara tertawa
Para member street terdiam.
"Gi-gila aku sampai tidak bisa bernafas karna kata katanya"ucap salah satu member.
"Sebenarnya apa yang dia pikirkan, apa dia sudah gila?"
"Siwoon,bagaimana bisa kau mengatakan hal mengerikan itu dengan senyuman lebar seperti itu. Apa kau benar benar ingin mati?"
"Hei apa yang kalian lakukan berkumpul disini"ucap Han Taemin muncul.
"Taemin-ah kau tak lupa kan dengan pria yang perna tampil bersama kita di Nipo tv"ucap pria yang sama.
"Ah Siwoon,kenapa dia disana"ucap Taemin.

"Ah benar benar, tolong komen yah di postingan terbaruku. Jika komentar yang baling banyak adalah gantung diri, aku akan melakukan namun jika yang paling banyak adalah sebaliknya aku juga akan melakukannya juga hahah" suara handphone.
"Sudah lama yah aku berfikir untuk bunuh diri, dan akhirnya aku bisa benar benar melakukannya. Jadi tolong bantuannya dengan komentar yah. Agar aku bisa mati dengan cepat jadi kalian tidak perlu menyuruhku mati lagi"suara handphone.
"Eh apa?, Tidak mungkin dia benar benar Siwoon yang ku kenal"ucap Taemin mendekat.
"Lalu apa maksudnya dengan bunuh diri yang dia katakan"ucap Taemin
.....
"Sialan apa orang orang itu tidak waras, menekan seorang bocah berumur 18 tahun"ucap Taemin keras
"Hentikan Taemin"ucap Jinyoung
"Tapi lihat komentar komentar ini, benar benar tidak tahu malu dan menjijikan. Siwoon bukanlah orang seperti itu"ucap Taemin kesal.
Han Jinyoung hanya terdiam sembari menatap layar handphone.
____
Kembali ke sini
"Uwa lihat lihat Hyung, notifikasi komentar di akun Instagramku meledak. Oke mari mari kita lihat"ucapku membuka kolom komentar.
Tak
"Jangan bermain handphone lagi, ini sudah malam kau butuh waktu tidur yang baik. Sebelum pergi ke rumah sakit besok"ucap Myeong-sin Hyung.
"Ah emh bener juga"ucapku mengangguk.

Entah kenapa setelah mengatakan banyak hal di jumpah pers tadi beban yang menimpa dadaku selama ini seperti langsung terangkat.
Apa ini yang di sebut dengan kepuasan?
"Hahah"ucapku tertawa.
"Apa ada sesuatu yang membuatmu tertarik"ucap Myeong-sin Hyung.
"Ah emh sebenarnya aku ingin makan ramen di sana"ucapku menunjuk toserba.

"Grigor-Ssi hentikan mobilnya"ucap Myeong-sin Hyung.
Mobil berhenti.
"Grigor-Ssi tolong belikan beberapa ramen cup dari toserba itu"ucap Hyung memberikan sebuah card.
"Baik direktur"ucap Grigor-Ssi melepas sabuk pengaman.
"Grigor-Ssi tolong yang paling pedas yaah"ucapku tersenyum
Grigor-Ssi mengangguk
Beberapa saat kemudian
Grigor-Ssi kembali membawa ramen cup yang sudah di isi air panas.
__
Slurrrp
"Ini enak!"
Aku sedikit tertawa.
"Apa itu begitu enaknya sampai kau menari seperti itu"ucap Myeong-sin Hyung.
"Hyung mau coba?"ucapku mengangkat mie dengan sumpit.
"Sedikit saja"ucap Hyung mendekatkan wajahnya.
Slurrrp
Dia menyeruput ramen itu
"Enak kan"ucapku tersenyum
"Tidak buruk"ucap Hyung menjawabku.
Bibirnya sedikit melengkung.
"Hahah seperti biasa kau tidak bisa jujur yah "ucapku tertawa.
___
Gedung apartemen
Aku keluar dari mobil.
"Aku pergi dulu yah hyung, kembalikan handphone ku"ucapku keluar dari mobil.
Tapi dia keluar dari pintu yang lainnya.
"Aku akan mengantarmu sampai kedalam"ucap Hyung
"Eh...."ucapku memegang boneka kucing di tangan kiriku
"Okelah, ayo"ucapku berjalan di depan.

Tit
Lift terbuka dan aku serta Myeong-sin Hyung masuk kedalam lift.
Kami hanya saling diam
"Siwoon"ucap Hyung membuka pembicaraan.
"Emh apa?"tanyaku melihat keada Hyung.
"Dimasa depan yang kau lihat, apa kau melihat hal yang kau lakukan hari ini?"tanya Hyung.
"Emh tidak, aku tidak melihat tentang adegan ini"ucapku tersenyum.
"Aku baru menambahkannya beberapa jam yang lalu"ucapku menatap boneka kucing di tanganku

"Sebenarnya ini bukanlah pertama kalinya aku mencoba bunuh diri (dalam ingatan Siwon asli) aku sudah mencoba berkali kali membunuh diriku. Aku mencoba gantung diri,dan sesekali berdiri di gedung tinggi"ucapku bercerita.
"Entah sejak kapan itu bermula, namun aku selalu di bully dimanapun tempatku berada, entah itu panti asuhan,sekolah maupun di NN entertainment. Aku tidak perna di butuhkan di mana mana. "Ucapku
"Dulu aku sangat ingin ada seseorang yang membutuhkanku meskipun dia orang asing itu tak masalah, karna itulah aku mendaftar sebagai seorang trainee di NN entertainment.
Dan sejak aku debut dan para AntiFans membutuhkan ku untuk menjadi orang yang di hina. Aku sedikit senang,karna akhirnya aku di butuhkan meski dalam artian berbeda dari yang ku inginkan(ingatan Siwoon asli)"ucapku sedikit tertawa

Second life (Bl)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang