"Jadi yang kita perlukan saat ini adalah makan dan latihan dengan benar agar bisa tetap sehat"ucap Sujin-Hyung tersenyum.
Senyum Sujin-Hyung terlihat sangat palsu.
Aku berdiri
"Aku akan keluar sebentar untuk menelpon"ucapku
"Ah baiklah jangan terlalu lama yah, sebentar lagi tteopokinya selesai"ucap Sujin-Hyung
Aku mengangguk lalu berjalan keluar dari asrama.
Aku menekan tombol di hp lipat itu.
"Kalau tak salah nomorku 5 tahun yang lalu"gumamku
Tutt tutt suara tersambung mulai terdengar
"Yoboseo?"
Suara familiar ini
"Yoboseo, apa ini benar Nomor Lee Myeong Sin-Ssi?"ucapku
"Emh siapa kau?"jawab pria itu
"Perkenalkan nama saya Jun Siwoon salah satu trainee dari NN entertainment. Saya ingin anda ..............."
"Baiklah, aku akan memikirkannya. Tapi pertama aku harus melihat sendiri wajahmu. Temui aku jam 8 di perusahaanku"
"Baik"jawabku
"Terima kasih"jawabku sedikit membungkuk
Tit telepon dimatikan.
Siapa yang sangka kalau aku bisa berbicara dengan diriku yang masih berumur 29 tahun.
"Jam 8 hanya ada 1 jam lagi"gumamku
"Hyung apa kau sudah selesai menelponnya, Sujin-Hyung menyuruhku memanggilmu untuk makan malam"ucap Woojin
"Maaf Woojin, katakan pada Hyung aku ada urusan. Mungkin aku akan makan diluar, kau bisa memakan bagianku"ucapku berlari.
"Hyu Hyung"ucap Woojin
"Aku tak punya uang untuk taxi, dan Buss juga akan datang tepat jam 8. Apa aku harus berlari saja?"
"Baiklah, aku akan berlari. Sudah lama aku tak berlari"ucapku
Tap tap
Langkahku terus bergerak cepat
Tubuh anak berumur 19 tahun ini memang lebih kuat dan bertenaga daripada tubuh asliku yang berumur 34 tahun.
Sembari mendengar music aku berlari menuju perusahaanku tidak perusahaan tubuh asliku lebih tepatnya.
__
Perusahan
Aku berjalan ke ara seorang wanita yang berada di pintu depan.
"Permisi saya ingin mencari tuan Han Myeong Sin"ucapku
"Apa anda sudah membuat janji?"tanya wanita itu
Aku mengangguk
"Aku sudah menelponya tadi, dan dia menyuruhku untuk datang sebelum jam 8"jawabku
"Ah baiklah saya konfirmasi sebentar ya dik"jawab wanita itu tersenyum
Aku mengangguk
"Emh yoboseo Han Myeong Sin-Nim, ah baik baik. Baik"
Telpon selesai.
"Baiklah saya sudah mengonfirmasinya, anda bisa menaiki lift di lorong kiri yang merupakan Lift presedir. Dan naiklah ke lantai paling atas"ucap wanita itu
"Ah terimakasih Nuna"ucapku
Aku menekan tombol 13 yang berada di lift
Zrrt zrrt
Lift berjalan dengan lancar dan cepat.
__
Saat keluar dari lift aku bertemu seorang pria yang tak asing bagiku.
"Grigor"gumamku
"Apa anda Jun Siwoon-Ssi"ucap Grigor
Aku mengangguk
"Baiklah saya akan mengantar anda keruangan presedir"ucap Grigor
Aku mengangguk
Aku berjalan mengikuti langkah Grigor
Dan berhenti di ruangan yang tak asing untukku.
Tuk
Tuk
"Presedir saya sudah membawah tamu anda"ucap Grigor mengetuk
"Masuklah"jawab suara dari dalam.
"Anda boleh masuk"ucap Grigor membuka pintu.
Aku masuk keruangan itu.
Terlihat seorang pria yang duduk di kursi kerja yang membelakangi ku.
"Duduklah dimana saja"ucap nya.
Aku duduk di sebua sofa berwarna abu abu yang tak jauh dari meja kerjanya.
Srrt
Kursi yang didudukinya berputar dan terlihat seorang pria berambut hitam pekat dengan mata hitam pekat.
Matanya sangat pekat dan tak bercahaya seperti seseorang yang tak memiliki harapan lagi
"Jadi begini tampang ku saat itu"
"Bicaralah apa yang kau inginkan"ucap nya
"Aku ingin kau menjadi agency kami"ucapku
"Agency?, Apa kau tak bisa melihat. Ini adalah perusahaan biasa bukan perusahaan untuk para idol ataupun aktor"ucap nya
"Aku tahu, aku hanya ingin nama perusahaanmu saja"jawabku datar
"Kau bicara sangat jujur sekali"ucap dia sembari memainkan jarinya di meja.
"Yah karna aku tidak suka berbohong dan kau juga tidak mau menerima kebohongan"ucapku sembari memainkan jariku di samping sofa.
Suasana ruangan begitu hening sehingga suara jari yang mengetuk ngetuk meja terdengar sangat jelas.
"Jadi kau ingin aku mengambil alih grub idol kalian di bawah naungan perusahaanku, tapi mengapa aku harus melakukannya?"ucap Myeong Sin dengan nada datar.
"Jika kau mau menjadi Agency kami, aku berjanji akan membuatmu menginginkan hidup lebih lama dengan lagu lagu kami"jawabku.
"Heeeh kata katamu cukup menarik, tapi benar benar kosong"ucap Myeong Sin.
"Emh yah benar itu terdengar kosong, janji adalah kata tabu untukmu yang tak perna percaya dengan janji. Bagaimana jika kita membuatnya di atas kertas"ucapku
"Jika perjanjian di mulut tak bisa memuaskan mu, janji di atas kertas terdengar lebih baik bukan"ucapku tersenyum.
"Sepertinya kau tau banyak tentang diriku, apa kau menyelidiki ku?"tanya Myeong sin
Aku menggeleng
"Untuk apa membuang banyak uang untuk menyelidiki orang lain ketika uang makan saja sangat pas-pasan"ucapku tersenyum.
"Menolak sebelum melihat itu terdengae sedikit kurang sopan,jadi bagaimana jika kau membuktikannya dulu padaku"ucap Myeong Sin
Part
"Buktikan kata katamu disini"ucapnya sembari menaru sebuah iPad di depanku yang berisi sebuah foto sebuah Acara Tv.
"Nepo Tv"ucapku
"Ikutilah acara tv ini Dan buatla aku tergerak oleh lagumu"ucap Myeong Sin tersenyum.
_
"Baik Terima kasih untuk hari ini Tuan Han Myeong sin"ucapku membungkuk
Tap
"Ambila, kau tak mungkin berfikir untuk pulang dengan kaki telanjang kan(jalan kaki)"ucap Myeong sin menaruh uang Di hadapanku.
"Emh terima kasih"ucapku mengambil uang itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Second life (Bl)
Ficção CientíficaUp setiap hari Senin,Kamis dan sabtu seorang pria berumur 34 tahun yang terus bekerja demi mengejar kepuasan ayahnya yang serakah. tapi meski sudah berkerja bertahun tahun ayahnya Masi tetap tak puas dengan kerja kerasnya dan membuat pria itu mulai...
