__
Di belakang panggung
"Hejin maafkan aku, pasti sakitkan biarkan Hyung mengobatimu"ucapku membawa kotak p3k.
"Jangan sentu aku"ucap Hejin mendorongku.
Bruk kotak p3k itu terjatuh dan menimpah kakiku.
"Kenapa Hyung harus goya di hari yang penting ini"teriak Hejin padaku.
"Ma maafkan aku, aku benar benar minta maaf"ucapku mendekat.
"Siwoon-Ssi saya membawa perawat kemari"ucap Grigor-Ssi muncul.
Beberapa saat kemudian.
"Ini hanya terkilir, namun meski begitu akan sedikit mustahil untuk melanjutkan konsernya"ucap dokter.
"Kau pasti bercanda kan, di hari penting ini"ucap Hejin.
"Jika begini, apa gunanya latihanku selama ini"teriak Hejin kepada Dokter.
"Hejin tenanglah "ucapku memegang pundaknya
"Jangan sentuh aku"teriak Hejin keras menepis tanganku.
"Siwoon-Ssi lebih baik anda melanjutkan konsernya,tidak baik meninggalkan penonton sendirian"ucap Grigor-Ssi
"Baiklah, kami akan kembali"jawabku
"Kami titip Hejin padamu Grigor-Nim"ucap Sujin-Hyung
Sebagai permintaan maaf aku mengambil bagian Hejin.
Kaki yang tertimpa Kotak P3k itu terus saja berdenyut.
Rasanya sakit dan panas
"Sedikit lagi"gumamku terus melanjutkan tarian yang intens itu.
Dan akhirnya
Berhasil
"Yeeey"teriak para penonton.
Dan Akhirnya konser debut selesai.
___
Setelah konser aku langsung pergi ke kamar mandi.
Dengan cepat aku membuka sepatu boot ku, Terlihat darah kering yang menempel di kaos kakiku.
Aku membuka kaos kakinya yang sedikit menempel di kakiku itu, rasanya sedikit peri dan menggelitik.
Dan terlihat kuku jempol kakiku yang sudah akan lepas, hanya tersisa sedikit kulit yang menempel di kuku itu.
Grrt
Aku menarik kuku itu
Rasanya sakit, aku bahkan menitikan air mata saat menarik benda itu.
Dan srrt
"Berhasil"ucap sedikit berkeringat.
Triing triingg telponku berbunyi.
"Hallo Woojin ada apa?"tanyaku
"Ah aku berada di toilet, ah kau akan kesini. Tak masalah"ucapku tersenyum
"Bisaka sekalian kau membawakan beberapa perban dari kotak P3k, ah tak perlu khawatir ini hanya goresan kecil"ucapku
"Ah baiklah"ucapku tersenyum.
__
Beberap saat kemudian
"Hyung"ucap Woojin dari luar bilik.
"Ah Woojin aku disini"ucapku membuka bilik yang ada di tengah.
"Hyung, dimana lukamu"ucap Woojin menbawa kotak P3K.
"Haha aku hanya memintamu membawakanku perban kenapa kau malah membawa kotaknya"ucapku tertawa.
Srrt
Aku menjulurkan kaki kananku
"Bisakah kau membantuku memperban nya?"ucapku tersenyum
"Astaga Hyung,ada apa dengan kukumu?"ucap Woojin memegang kakiku.
"Hahah aku tanpa sengaja menabrak tembok tadi jadi aku mematahkan kuku jempol ku"ucapku tersenyum
"Hyung, tahan yah"ucap Woojin mulai memberikan antiseptik.
Set
"Tsk!"
"Hyung apa itu menyakitkan?, Maaf"ucap Woojin
"Ah tidak apa apa, itu hanya sedikit perih"ucapku tersenyum
Beberapa saat kemudian.
"Sudah selesai"ucap Woojin menggunting perbannya.
"Terima kasih Woojin"ucapku memakai kaos kaki.
"Hyung lebih baik membiarkan kakimu terbuka, aku akan meminta sandal dari staf"ucap Woojin.
"Tidak perlu, sekarang Hejin sedang terluka. Memperlihatkan luka ini sama saja aku membuat Sujin-Hyung menjadi sedih"ucapku memakai boots ku.
Srrk aku berdiri
"Hyung apa kau tak ingin ku Gendong saja"ucap Woojin
"Tidak perlu"ucapku
"Tapi terima kasih atas tawarannya"ucapku tersenyum menyentuh rambut hitamnya.
__
Keesokan harinya
"Hyung, bangun. Ini sudah jam 9"ucap Woojin membangunkanku.
"Begituka, baiklah"jawabku duduk.
Acara berakhir tepat jam 2 semalam, dan aku tidur jam 4 karna membantu para Staff
"Aku masih sangat ngantuk"gumamku
Aku berjalan mengikuti Woojin.
Brak
Terdengar suara keras dari luar
"Suara apa itu?"ucap ku dan woojin berlari keluar kamar.
Terlihat Hejin berdiri sembari memegang handphone dengan sebuah gelas yang pecah tepat di hadapannya.
"Ti tidak"ucap Hejin memandang handphonenya
"Hejin jangan baca itu lagi"teriak Sujin-Hyung melempar hp Hejin menjauh.
"Woojin ambil sapu dan sekop untuk membersihkan kaca ini"ucap Sujin-Hyung.
Aku mengambil hp yang terlempar itu.
Terlihat vidio debut kemarin.
Komentarnya
"Ah apa yang dia lakukan, sangat memalukan"
"Bagaimana bisa dia melakukan kesalahan itu"
"Pria bernama Lee Hejin itu bukanka dia hanya beban untuk member lainnya"
"Sial, sialaan. Ini karnamu"teriak Hejin menarik bajuku.
"Jika kau tak goya dan menabrak Sujin-Hyung,aku takkan berakhir di hujat seperti ini"teriak Hejin .
"Hejin hentikan, lepaskan Siwoon sekarang"ucap Sujin-Hyung memegang Hejin.
"Woojin, bawah Siwoon pergi dari sini"ucap Sujin-Hyung
"Baik Hyung"jawab Woojin menarikku.
Kami keluar dan pergi dari apartemen.
__
Taman yang tak terlalu jauh dari apartemen kami.
Aku duduk di kursi taman sembari melihat para anak anak yang berlarian.
"Hyung, makanlah crape ini"ucap Woojin memberikan crape dengan krim coklat.
"Emh terima kasih Woojin"ucapku tersenyum mengambil crape itu.
"Hyung apa kau baik baik saja?"ucap Woojin.
"Emh apanya?"tanyaku menggigit kulit crape
"Ah tak ada"ucap Woojin tersenyum.
"Begituka"jawabku tersenyum sembari menyentuh rambut hitamnya.
"Haaaah"aku menghela nafasku cukup panjang.
Sebenarnya kenapa bisa begini!.
__
Beberapa jam kemudian
"Hyung ayo kembali, ini sudah waktunya makan siang"ucap Woojin padaku.
"Ah benar, ini sudah jam 1 siang"ucapku melihat hp lipatku.
Aku berangkat dari kursi dan berjalan di iringi oleh Woojin.
"Hyung apa kau ingin dengar cerita"ucap Woojin membuyarkan keheningan.
Aku mengangguk.
...
...
"Hahah apa apaan itu, itu cukup menarik*ucapku tertawa
"Haah "aku menarik dan menghela nafasku perlahan.
"Terima kasih Woojin"ucapku tersenyum.
__
Apartemen
"Kami kembali"ucapku masuk.
"Woojin, Siwoon ayo makan kesini"ucap Sujin-Hyung yang duduk di meja makan berdampingan dengan Hejin.
"Ah emh"jawabku
"Siwoon-ah"ucap Seo-Hyung yang masuk dari pintu.
"Emh ada apa Hyung?"tanyaku.
"Kau mendapat banyak surat dari penggemar mu"ucap Seo-Hyung tersenyum sembari membawa banyak surat beramplop merah mudah.
"Enak ya, jadi terkenal setelah menjatuhkan orang lain"ucap Hejin dengan suara besar.
"Hejin hentikan itu"ucap Sujin-Hyung
"Kenapa aku harus berhenti, bukanka aku mengatakan sebenarnya"ucap Hejin tambah mengeraskan suaranya.
Sepertinya Hejin masih marah padaku.
"Terima kasih Seo-Hyung"ucapku mengambil surat surat itu.
"Sujin-Hyung, aku akan melewati makan siang hari ini. Aku akan membaca surat penggemar di kamarku*ucapku tersenyum.
Brak
"Apa kau sama sekali tak merasa bersalah padaku hah"ucap Hejin menggeprak meja keras.
Aku tak berpaling dan terus berjalan ke kamarku.
__
Kamarku
...
"Sudah kuduga semuanya surat kebencian"ucapku menaruh surat yang di tulis dengan tinta merah itu di amplopnya kembali.
"Mati matilah matilah"
Surat kebencian,silet,karter dan bahkan boneka santet.
"Haaah sebenarnya kenapa ini terjadi"ucapku memegang kepalaku.
"Aku ingin mati"tiba tiba kata itu keluar dari mulutku.
Sinkkk
Sesuatu muncul di kepalaku.
"Hiks aku ingin mati, aku ingin mati saja. Aku tak mau lagi dengan ini. Aku sangat ingin mati, aku tak tahan lagi. Kenapa kerja kerasku tak perna mereka lihat, kenapa mereka hanya melihat kesalahanku?"kepalaku di penuhi dengan kata kata Siwoon asli.
KAMU SEDANG MEMBACA
Second life (Bl)
Science FictionUp setiap hari Senin,Kamis dan sabtu seorang pria berumur 34 tahun yang terus bekerja demi mengejar kepuasan ayahnya yang serakah. tapi meski sudah berkerja bertahun tahun ayahnya Masi tetap tak puas dengan kerja kerasnya dan membuat pria itu mulai...
