63. dia benar benar pergi

209 24 5
                                        

"sialan kubilang lepaskan tangan mu dari rambutku"teriak hajin sembari menarik lengan woojin keras.
"Woojin lepaskan"ucap Sooyoung-hyung sembari mencoba memegangi tangan woojin.

"Jawab aku hajin, kurang baik apa siwoon-hyung selama ini denganmu?. Jawab aku bajingan"teriak woojin keras sembari terus menyambak rambut hajin.
"Lepaskan aku bajingan"teriak hajin keras.
"BERHENTI DISANA"tiba tiba suara teriakan terdengar.
Tampak seorang pria berambut abu-abu yang memakai pakaian formal itu berjalan menghampiri 3 orang pria yang masih bertengkar itu.
Rambut pria itu tampak pendek dan runcing-runcing seperti durian.

"Woojin-ssi,Sooyoung-ssi silahkan menyusul manajer sujin kerumah sakit "ucap Grigor-ssi bicara dengan suara tenang tanpa menunjukan ekpresi.
"Tapi Tuan"ucap woojin perlahan melepaskan tangannya.
"Ini printah dari ketua, lalu..."perlahan Grigor-ssi menoleh keara hajin yang tampak berantakan.
Rambut serta pakaiannya tampak compak camping setelah di tarik tarik oleh woojin

"lalu hajin-ssi tolong ikuti saya, karna Ketua ingin bicara dengan anda secara langsung. Setelah ini"ucap Grigor-ssi tampak tenang.
"Baiklah, aku akan pergi bersama woojin kerumah sakit. Grigor-ssi tolong urus masalah Disni"ucap Sooyoung-ssi sedikit membungkuk kepada Grigor-ssi.

Puk.
Dia perlahan menepuk pundak woojin.
"Ayo woojin, kita pergi kerumah sakit sekarang"ucap Sooyoung-hyung dengan lembut.
Woojin tampak begitu enggan seolah-olah dia masih belum puas dan ingin mendaratkan pukulan ke wajah pria berambut navi yang ada di hadapannya itu.

"Ayo..."ucap Sooyoung-hyung perlahan menarik lengan woojin.
Woojin yang awalnya enggan perlahan mulai melangkahkan kakinya menjauhi 2 orang yang masih terdiam di tempat.

"Hajin-ssi silahkan"ucap Grigor-ssi menunjukan jalannya.
"Tanpa kau beritahupun, aku sudah tahu"ucap hajin bicara ketus sembari menabrak pundak Grigor-ssi.

Setelah keluar dari area asrama, woojin dan Sooyoung naik taxi ke alamat rumah sakit yang sudah beritahu oleh manajer.

Ketika taxi berhenti mereka segera berlari dengan cepat kedalam rumah sakit bertingkat 5 itu.
Tampak orang simpang siur lewat.
Mereka akhirnya berhenti di depan salah satu suster yang berada di area pendaftaran.
"Permisi, kamar jung siwoon berada di lantai berapa?"tanya Sooyoung-hyung bicara terbata.

Perawat itu tampak melirik keara 2 pria yang tampak terengah-engah penuh keringat tsb.
"Hei, hei bukankah mereka itu"
"Ahhh itu woojin dan Sooyoung dari oct"
"Uwaa woojin tampan sekali!"
"Hei ayo minta tanda tangannya!"

"Suster, tolong cepat"ucap woojin perlahan buka mulut.
"Ah benar"ucap suster yang tadinya ngeblank langsung tersadar kembali.
Wanita itu melihat layar komputer di hadapnya lalu menggerakkan mousenya beberapa kali.
"Pasien Jung siwoon berada di lantai 5, kamar nomor 419"ucap suster itu
"Terima kasih suster"ucap Sooyoung-hyung lalu berlari lagi.

Mereka berlari keara lift yang berada tak jauh dari mereka, namun antrean lift tampak begitu padat.
"Sial"ucap woojin lalu tiba tiba berlari.
"Eh tunggu, jangan bilang padaku"ucap Sooyoung-hyung mengikuti langkah woojin.
Dan akhirnya mereka benar benar naik tangga menuju lantai 5.

"Tu- ha woojin, tunggu aku hah"ucap Sooyoung-hyung terbata-bata.
Pria berambut merah mudah itu tampak tersengal-sengal, tangan kirinya memegang pegangan lantai dengan kedua kakinya yang tampak bergetar..
"Hyung jika kau tak cepat, aku akan meninggalkanmu"ucap woojin dengan wajah dingin kemudian berlari meninggalkan Sooyoung-hyung yang tampak akan pingsan.

"Tunggu, hah woojin tunggu!"

Ketika mereka sampai di lantai 5, dengan cepat mereka menemukan kamar yang suster itu katakan.
Di depan pintu tampak 2 pria dewasa sedang berdiri, wajahnya mereka tampak cemas.
Dan manajer juga terus mondar mandir di depan pintu sembari menggigit jari jempol nya.
Woojin berlari mendekat.

Second life (Bl)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang