"Siwoon-ah ayo pulang"ucap Hyung memegang tanganku.
Aku hanya mengangguk sembari memegang ekor boneka hiu.
Samar samar tercium bau darah dari pakaian Grigor-Ssi.
Dan kami sampai di dalam mobil.
"Kami permisi, Siwoon-ah ucapkan selamat jalan"ucap Hyung padaku.
Aku membungkuk di depan Lee Jeol lalu tersenyum
"Terima kasih ajushi"ucapku tertawa.
Lalu kami masuk mobil dan mobil berjalan.
"Akting yang bagus"ucap Hyung menyentuh Rambutku.
"Ah sialan kau Hyung, diam memang keahlianku. Tapi bersikap manja seperti tadi agak sedikit aneh bagiku"ucapku memegang rambutku.
"Jadi Grigor-Ssi apa ada yang kau temukan di tempat yang di katakan Siwoon?"tanya Hyung.
"Yah direktur, kamu menangkap beberapa orang di gedung yang di katakan Jun siwoon-Ssi. Kami sudah membunuh semuanya, sebelum membunuh kami bertanya kepada orang itu tujuan mereka"ucap Grigor-Ssi menyetir.
"Dan jawaban mereka sama persis seperti di katakan oleh Jun Siwoon-Ssi."ucap Grigor-Ssi
"Kami tidak tahu siapa dia, tapi kami hanya di perintahkan untuk membatalkan Negosiasi. Asal Nam Myeong-sin tidak mati kau boleh melakukan apa saja"ucapku
"Benar itula kata kata mereka"ucap Grigor-Ssi yang terhenti sejenak.
"Hentikan mobilnya Grigor-Ssi,lalu keluar dari mobil"ucap Hyung.
Trrt
Mobil berhenti di tepi jalan yang ramai.
Dan para bodyguard keluar dari mobil.
Clak
Myeong-sin Hyung menempelkan sebuah pistol ke dahiku.
"Siapa kau yang sebenarnya,apa tujuanmu mendekatiku "ucap Hyung
"Apa kau salah satu dari mata mata yang di kirim oleh pria tua itu"ucap Hyung semakin menekankan pistol ke kepalaku.
"Jika aku berkata jujur mungkin kau takkan percaya Hyung"ucapku dengan datar.
"Jika kau masih ingin bernafas esok hari lebih baik kau menjawab pertanyaannya dengan ringkas"ucap Hyung mulai menekan pelatuk perlahan
"Haaah"aku menghela nafas.
Tidak mungkin aku mengatakan kalau aku adalah 'dirimu di masa depan'
Bisa bisa di Katai sakit jiwa aku.
Aku berfikir keras, sepertinya ini lebih baik.
"Mungkin ini terdengar aneh, namun aku memiliki Indra keenam yang bisa melihat masa depan"ucapku dengan wajah datar.
"Hahah begituka Indra keenam "ucap Hyung mendorongku.
Bruk
Kepalaku berbenturan dengan pintu mobil.
Clap tangan Hyung mencengkram leherku.
"Apa kau pikir aku akan percaya dengan omong kosong itu"ucap Hyung menatapku dengan tatapan dingin.
"Aku tidak bohong, itu adalah kenyataan"jawabku
Yah aku benar benar tidak bohong kan, karena aku dari masa depan bukanka sama saja seperti bisa melihat masa depan.
"Soal percaya atau tidak itu adalah hak Hyung, meski Hyung tidak percaya dengan kata kataku saat ini, aku berani bersumpah dengan nama Grubku, Aku sama sekali tak berbohong"ucap tanpa berkedip sekalipun
Hyung terdiam.
Srrt
Dia melepaskan cekikannya dari leherku.
"Grigor"ucap Hyung membuka jendela.
"Jalan kan mobilnya"ucap Hyung.
"Baik direktur"jawab Grigor-Ssi masuk kembali kedalam mobil lalu menyetir mobil.
"Jika kata katamu tadi benar, apa kau tahu apa yang akan terjadi di masa depan"ucap Hyung.
"Yah, tapi aku hanya bisa melihat sampai 5 tahun kedepan saja"ucapku
"5 tahun, apa artinya itu?"tanya Hyung memberikanku sebungkus Snack.
"Ukh, untuk itu ada 2 kemungkinan. Yang membuat hal itu terjadi"ucapku membuka bungkus Snack.
"Kemungkinan"ucap Hyung.
"Yah, kemungkinan pertama aku akan mati 5 tahun kedepan dan kedua kau yang mati Hyung"ucapku memakan Snack.
"Hoooh cukup menarik, bagaimana bisa kau mengatakan kalau aku akan mati 5 tahun kedepan. Apa kau juga melihatnya di Indra keenam yang kau katakan?"ucap Hyung memangku dagunya.
"Emh yah, aku melihat sebuah truk,mobil mu,dirimu dan Grigor-Ssi yang berlari"ucapku
"Kau akan mati 5 tahun kedepan dan begitu juga dengan aku. Karna dari yang kulihat member Oct hanya akan memiliki 3 member di masa depan"ucapku memakan Snack.
"Mau?"tanyaku menjulurkan stik kentang.
Hap
Hyung mengambil stik kentang itu dengan mulutnya.
"3 member, apa yang terjadi padamu. Apa kau akan di bunuh seseorang?"ucap Hyung mengunyah stik kentang di mulutnya.
"Emh, di bunuh seorang AntiFans yah. Itu sedikit masuk akal. Tapi di bunuh memiliki nilai rendah di otakku"ucapku menyandar kepalaku ke tempat duduk.
"Dari pada dibunuh,mungkin lebih tepat jika aku mengatakannya 'BUNUH DIRI' yah itu yang paling logis di pikiranku"ucapku
"Menerima tekanan dari para member, AntiFans bahkan teman teman adalah hal yang cukup untuk membuat seseorang untuk mengakhiri hidupnya sendiri"ucapku melihat ke langit langit mobil.
"Ketika ada sebuah rumor kecil, akan datang orang orang yang akan menjadi api dan membuat sang artis/idol menjadi putus asa,Depresi dan kehilangan kepercayaan diri terhadapnya. Bahkan terkadang keluarga sendiri juga sebuah duri. Karna tekanan yang dia terima dari pihak pihak lain, terjadilah sebuah insiden bunuh diri"ucapku
"Tapi para AntiFans tidak akan sadar kalau merekala membuat orang itu bunuh diri,malah ikut menyalahkan sang artis Bahkan setelah kematiannya. Dunia idol itu memang busuk pada nyatanya"ucapku memakan sisa Snack stik kentang yang ku pegang.
Mobil berhenti.
"Kita sudah sampai di Hotel Jun Siwoon-Ssi "ucap Grigor-Ssi
"Ah baiklah"ucapku Membuka pintu
"Hyung, tolong hari hati dengan orang bernama Lin Endrea, dia adalah mata mata yang di kirim ayahmu untuk mengacaukan perusahaan game mu"ucapku turun dari mobil.
____
Aku berjalan ke lorong hotel.
"Hahah hahah"terdengar tawa Sujin-Hyung dan Hejin dari kamar Hejin.
Lalu terdengar juga suara woojin meski sedikit.
Mereka tertawa dengan suara riang.
"Ini bukan tempatku"ucapku langsung melewati kamar Hejin dan melangkah ke kamarku.
Saat sampai di depan pintu kamar ada sebuah kotak paket yang terletak di depan pintu.
"Emh dari siapa?"gumamku membaca tulisan di kertas kotak.
"Jun Siwoon, ah jadi ini untukku"ucapku memegang kotak itu dan membawanya masuk.
__
Srrt
Aku membuka kotak dengan karter.
Klab lalu membuka tutup kardus dan terlihat boneka boneka jerami dan paku paku yang tertusuk di fotoku yang menempel di boneka jerami.
Lalu di hiasi dengan silet silet tajam yang mengkilap.
Dan selembar surat.
"Matilah, kau tidak di butuhkan di Oct. Lebih baik mati saja Dasar parasit numpang tenar".
"Emhh kata katanya semakin bertambah yah"ucapku memegang surat yang di tulis dengan tinta merah itu.
"LAku tak berbohong tentang kemungkinan besar kalau aku akan mati karna bunuh diri 5 tahun kedepan. Aku yakin Pemilik tubuh asli juga melakukan itu di masa lalu nya.
Ini tidak seperti aku memiliki banyak hal yang perlu ku gendong di punggungku, lalu kenapa dia masih bertahan sebagai trainee selama 7 tahun.
Meski kau bisa bernyanyi ataupun menari, semua itu tak akan berguna jika hujatan terus datang padamu.
"Hidup memang melelahkan"ucapku memandang langit langit kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Second life (Bl)
Science FictionUp setiap hari Senin,Kamis dan sabtu seorang pria berumur 34 tahun yang terus bekerja demi mengejar kepuasan ayahnya yang serakah. tapi meski sudah berkerja bertahun tahun ayahnya Masi tetap tak puas dengan kerja kerasnya dan membuat pria itu mulai...
