(60)
•HAPPY READING•
DORR
Rassya menatap nyalang Alio. "EMANG MANUSIA SETAN! IBLIS!"
DORR
DORR
DORR
Rassya tersenyum puas melihat Alio yang sudah tergeletak dengan banyak bekas tembakan, darah sudah mengalir dari sana, dari bekas tembakan itu.
Saat Alio mengarahkan pistolnya pada Aqeela, ia dengan sigap mengambil alih pistol dari tangan Farrell yang terbungkus sarung tangan, lalu menembak Alio begitu saja secara beruntun, walau ada beberapa peluru yang meleset.
Farrell maupun Aqeela syok melihat kejadian itu. Aqeela terduduk lemas.
Rassya menghampiri Alio, lalu menekuk salah satu lututnya. Ia mengecek hidung Alio. "Udah mati." Ucap Rassya enteng.
Rassya menghampiri Aqeela, namun Aqeela malah berdiri dan melangkah mundur. "Kenapa mundur?"
"Jangan mendekat Sya!"
Rassya mengernyit. "Kenapa?"
Bugghh
Farrell menendang Rassya dari belakang sehingga Rassya tersungkur kedepan.
"Kenapa Lo bunuh dia?! Gue cuma minta tembak satu kali! Bukan beruntun kaya gitu sampai dia meninggal, setan!"
"Biarin dia mati, biar dia gak ganggu gue maupun Aqeela lagi."
"Tapi bukan gitu caranya! Kalo Lo kaya tadi, Lo bisa dipenjara, karena Lo gak pakai sarung tangan, bodoh!!" Ucap Farrell.
"Mudah. Kita gulingin dia dari atas sini, Eh enggak bercanda. Ya gimana gue panik tadii Rell." Ucap Rassya yang kini rautnya sudah panik.
Farrell menepuk jidatnya. "Duhh, emang tolol Lo yaa!"
Aqeela menghampiri mereka berdua----Farrell dan Rassya, lalu tanpa aba-aba tangan Aqeela menampar pipi mereka satu persatu.
"Apa yang kalian lakuin??!" Ucap Aqeela marah.
"Lo bisa nembak dari mana Sya?!" Tanya Aqeela mengintimidasi.
Rassya menatap kearah lain asal tidak menatap mata Aqeela.
Aqeela mendorong dada Rassya. "Jawab gue!"
Namun Rassya tetap diam. Ia merutuki tindakan tadi. Kalau sudah begini, ia harus menjawab apa?masa ia harus menjawab 'Gue pernah ikut temen-temen gue nembak orang, gue diajarin sama mereka, waktu gue umur lima belas tahun. Tapi pakai pistol air.' Enggak! Tidak akan pernah.
"Jawab!" Desak Aqeela.
"Udah Qeel, yang penting sekarang kita sembunyiin jasad Alio dulu! Lo mau lihat Rassya dipenjara? Terus Lo juga mau jadi saksi?" Ucap Farrell.
Aqeela menggeleng dengan air mata yang sudah mengalir. Ini benar-benar diluar dugaannya. Sekejam itukah pacarnya demi dia. "E-enggak mau."
"Makanya bantuin mikir. Kalau jasad ini beres, hidup Lo sama Rassya pasti bakal tenang, karena gak ada yang ngeganggu." Ucap Farrell lagi.
Sedangkan Rassya masih diam. Pendengaran Rassya yang tajam itu mendengar suara-suara dari bawah bukit sana.
"Kita harus cepat sembunyiin jasad Alio. Gue denger suara-suara orang. Gue takutnya mereka pada kesini. Pistolnya lempar aja dari atas sini, buang jauh-jauh." Ucap Rassya.
Farrell mengangguk. "Gimana? Ini dibuang gitu aja? Digelindingin dari sini?"
Aqeela semakin menangis. "Kenapa harus digelindingin?" Ucap Aqeela dengan nada bergetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
kesayangan AQEELA
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM BACA!] [Vote dan komen, juga yaa!!] JANGAN JADI SILENT READER, OKE? Aqeela Auresdya, gadis dengan tiga luka di masa lalu, bertemu dengan Rassya Argamahendra, cowo yang cuek dan dingin jika bersama orang lain. Jika ia sudah menganggap...
