VOYAGE ; 5.1

439 32 3
                                        

[Hai! Selamat datang kembali di chapter terbaru Nora dan Nusa ini, ya. Anyway, aku juga udah update chapter 7 full di Karyakarsa freelancerauthor. Bagi yang udah penasaran banget bisa langsung baca disana, ya. Happy reading semuanya!]

Mau dipertentangkan seperti apa pun, pernikahan Nora dengan Nusa tetap akan dilakukan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mau dipertentangkan seperti apa pun, pernikahan Nora dengan Nusa tetap akan dilakukan. Seakan tidak ada yang boleh mengganggu—karena Nusa memang dengan sengaja melakukan semua itu. Nusa menggunakan kepercayaan dirinya dalam menjalankan hal licik semacam ini kepada Nora. Menjalankan rencana untuk mengikat perempuan itu dan membuat kehidupan mereka kembali bersatu tanpa ada yang bisa memisahkan lagi. Setidaknya tidak ada yang bisa bagi Nusa sendiri.

"Aku nggak mimpi, kan?" tanya Nora dengan nada dan ekspresi yang sangat gugup.

Nusa tersenyum mendapati reaksi Nora yang menurutnya sangat manis. Iya, manis. Entah kemana saja Nusa karena baru menyadarinya sekarang ini. Seharusnya dia bisa melihat betapa Nora memiliki sisi yang selama ini begitu disukainya. Sayangnya, tragedi harus terjadi dan membuat Nusa menyesal lebih dulu untuk membuatnya menyadari betapa dia tak mau kehilangan sahabatnya yang dia dorong pergi hanya karena menggilai orang lain yang hanya sebatas obsesinya.

"Kalo semua ini mimpi pun, aku nggak ingin kita untuk terbangun dari mimpi ini, Nora."

Sentuhan di pipi Nora membuat perempuan itu bisa menyadari bahwa Nusa memang memiliki ketertarikan yang sama dengannya. Pria itu memang tertarik dengannya. Ini bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Nora tahu mereka saling berbalas akan isi hati. Namun, entah kenapa Nora merasakan sesuatu yang tidak pas di dalam dirinya.

"Aku akan keluar. Kakakku akan menggandeng tangan kamu sebelum  kita sama-sama berjanji di depan altar, Nora."

Nora tersenyum dan mengangguk. Dia melihat Nusa yang keluar dari ruangannya. Sekali lagi, Nora memastikan hatinya untuk tidak terpecah belah tanpa alasan yang jelas. Dia hanya tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya sendiri. Sungguh, dia tidak yakin apa yang harus dilakukannya. Ada dorongan untuk pergi, kabur, dan tidak menghadiri pembacaan janji nikah mereka yang suci. Namun, tubuhnya terpaku seolah bumi sudah menariknya untuk diam dan tidak melakukan apa pun. Jujur saja Nora kebingungan dengan dirinya sendiri.

Disaat seperti inilah Daniyara masuk dan seakan mampu mengerti kegelisan Nora, wanita itu duduk di sampingnya dan menggenggam tangannya dengan kehangatan yang tidak bisa Nora jelaskan juga. Apa Tante Daniyara juga gelisah sama kayak aku?

"Bukan hanya kamu yang gelisah sekarang ini, Elnora. Tante juga."

"Tante pasti nggak nyangka karena Nusa maksa untuk menikahi aku, sahabatnya yang punya latar belakang yang nggak sepenuhnya bagus."

Nora bisa melihat bagaimana tatapan Daniyara begitu dalam terarah padanya. Sepertinya memang dia benar menebak bahwa ada sesuatu yang menggelisahkan tapi tidak bisa dijelaskan dengan mudah.

"Tante?"

Daniyara menelan ludahnya dengan susah payah untuk mengatakan kalimat yang sangat mengejutkan untuk Nora dengar.

"Sebagai perempuan yang lebih dulu  merasakan pernikahan. Tante nggak akan mengatakan bahwa menikah menyenangkan. Justru menikah mungkin akan menakutkan di beberapa sisi. Mental manusia akan dengan mudah naik dan turun. Tapi jika kamu merasa sekarang ini kamu nggak bisa menguasai diri kamu sendiri ... kamu bisa lari, Elnora."

Di hari pernikahan anaknya, Daniyara bisa mengatakan pada calon menantunya untuk lari. Di detik-detik waktu untuk saling meresmikan begitu dekat, Nora dibuat makin kebingungan dengan semua yang didapatinya ini.

"Tante? Apa maksudnya Tante nggak merestui aku untuk jadi bagian dari keluarga ini?"

Daniyara dengan cepat menggelengkan kepalanya.

"Bukan itu. Kalau ditanya, sejak awal Tante melihat kamu yang menjadi sahabat Nusa, rasanya kalian memang harus dinikahkan dengan kemistri yang begitu kuat. Tante bahkan nggak paham kenapa Nusa nggak segera menikahi kamu sebelum kejadian ini. Tapi Tante bisa merasakan kamu yang nggak sepenuhnya siap."

Daniyara meletakkan telapak tangannya di dada Nora. Kejutan lain datang dari ucapan Daniyara.

"Di sini, Nora. Pastikan hati kamu yakin dan kuat dengan apa pun yang akan kamu jalani nantinya. Jangan melangkah dengan gegabah. Tante nggak mau kamu menyesal di kemudian hari."

Entahlah. Nora yakin dia tidak akan menyesali apa pun asal bersama dengan Nusa. Dia yakin bahwa di dalam hatinya memang ada nama Nusa yang terukir dengan jelas. Dia mencintai Nusa. Namun, memang benar dengan apa yang dikatakan oleh Daniyara, bahwa Nora memiliki keraguan yang tidak mampu dimengerti isi kepalanya.

"Apa pun yang membuat kamu ragu—"

"Sudah waktunya." Djati membuka pintu ruangan Nora berada dengan pakaian pengantinnya. "Kita keluar sekarang atau tidak sama sekali?"

Dua lawan satu. Nora diberikan pilihan untuk lari tanpa tahu untuk apa dia harus lari. Daniyara dan Djati memiliki pertanyaan yang sama. Keputusan diserahkan pada Nora, tapi mereka berdua seperti menyayangkan pilihan yang Nora ambil berikutnya. Apa aku salah melangkah?

Voyage#2 | TAMAT|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang