Voyage : 15.3

197 22 1
                                        

Nusa mengamati jadwal kursus renang bagi Dambha dengan kedua sisi wajahnya yang agak naik, sangking herannya karena bayi sekecil Dambha sudah berlatih renang. Dia tidak mengerti agenda para ibu, khususnya Daniyara, yang memang memiliki hak penuh atas segala biaya dan perintilannya untuk kursus renang bagi Dambha yang masih cimit itu. Bukan apa-apa, Nusa hanya takut bayinya tenggelam. Demi apa pun, Dambha bahkan belum bisa membedakan payudara kanan dan kiri ibunya! Kenapa malah disengajakan untuk tenggelam?

"Tolong hati-hati," ucap Nusa memberikan ultimatum pada si pelatih renang dengan menepuk pundaknya dan memberikan kerlingan penuh ancaman.

Si pelatih yang bisa merasakan aura tidak bersahabat dari Nusa pun hanya bisa melirik ke arah Daniyara yang tampak bersedekap tangan di depan dada dan menghela napasnya keras akibat kelakuan putra keduanya itu.

"Danusa! Back off!" Daniyara memberikan perintah.

Nusa kali ini memberikan tatapan tidak suka kepada mamanya. Bagaimana bisa mamanya bersikap tega pada bayi?

"Ma, mau disuruh jadi atlet renang itu anakku? Kenapa masih bayi aja dibikin latihan renang begini?"

"Ini melatih basic instinct Dambha kalo dia di dalam air, Nusa. Jangan terlalu khawatir begitu. Lagi pula ada pelatih yang profesional dibidangnya. Nggak perlu kamu ketakutan."

Nusa yang tidak bisa tenang dengan kalimat bujukan mamanya mulai berteriak mencari ibu dari anaknya.

"Mana Nora? Aku mau ngomong sama dia. Mama lakuin ini udah sesuai sama persetujuan dia atau nggak."

"Ya, udahlah! Mama nggak mungkin asal bertindak kalo mamanya Dambha nggak kasih izin."

"Aku nggak percaya sama Mama. Soalnya Mama, kan, suka mendominasi Nora."

"Yaudah, terserahlah. Nah, tuh! Yang kamu cari baru dateng."

Nusa menoleh dan mendapati mantan istrinya. Bukannya langsung menyampaikan protes yang tadi sudah dia siapkan, bibir Nusa seketika kelu saat melihat Nora menggunakan bikini yang menempel erat di tubuh perempuan itu.

"Nora! Ada yang protes, tuh." Daniyara membuka suara lebih dulu.

Nora membenarkan posisi kain pantai yang digunakan untuk menutupi bokongnya. Meski tidak sepenuhnya santai karena terkejut dengan keberadaan Nusa yang ada di rumah pada jam kerja begini, Nora tetap berusaha untuk tidak tampak salah tingkah.

"Kamu yang protes, Sa?" tanya Nora sembari meletakkan botol minumnya di meja dekat kolam renang.

"Eh ... ya. Aku ... aku ... aku mau protes."

"Protes apa?"

Pandangan Nusa naik dan turun. Bukan lagi soal Dambha yang sekarang sudah semakin asyik belajar renang dengan gurunya yang senang melihat progres bayi itu. Namun, penampilan Nora-lah yang membuat Nusa menjadi gila.

"Kamu ngapain pake bikini di rumah begini? Maksudku ... ada banyak pekerja Mama di rumah ini. Siapa pun bisa lihat kamu pakai baju terbuka begini, Elnora! Yang belajar renang itu anak kita, bukan kamu. Kenapa jadi kamu yang pake baju renang???"

Nora tampak terkejut karena Nusa menyampaikan kalimatnya dengan nada menggebu-gebu. Seperti tidak ada hari lain bagi pria itu untuk bisa meneriakan kalimatnya itu.

"Kamu tadi nggak protes soal itu, Danusa. Kenapa jadi berubah?" sahut Daniyara.

"Mama diem."

Nora semakin bingung dengan sikap mantan suaminya itu.

"Aku juga mau latihan renang, Sa. Makanya aku pake bikini."

Rahang Nusa terjatuh hingga bibirnya terbuka lebar. Tidak bisa dia tebak bahwa jawaban seperti itu yang akan Nora sampaikan. Sejak kapan Nora punya ide untuk belajar renang?

"Kamu? Belajar renang?" balas Nusa dengan terbata.

"Kamu nggak tahu kalo Nora nggak pandai berenang, kan? Makanya jangan ngurusin diri sendiri terus. Katanya dulu sahabatan, tapi nggak tahu kalo sahabatnya harus belajar renang. Sahabat jadi cinta macam apa kayak gitu. Ya, mau gimana lagi. Kamu yang paling mirip Papamu. Nggak peduli orang lain, cuma peduli sama diri sendiri."

Sindiran Daniyara sontak membuat Nusa tidak bisa berkata-kata lagi. Apalagi ketika Daniyara memberikan instruksi kepada Nora untuk mulai melakukan pemanasan dan masuk ke kolam tanpa kain pantainya. Sudah, tamatlah segala argumentasi Nusa. Rupanya memang dia perlu banyak belajar memahami Nora. Pantas saja Nora tidak mau diajak untuk rujuk kembali.

Voyage#2 | TAMAT|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang