Tidak mungkin jika Nora tidak menjadi penasaran dengan apa yang sudah dirinya dengar dari pria kemayu bernama Dego. Dia tidak bisa untuk bersikap biasa saja setelah dia mendapatkan banyak informasi dari pria itu. Saat tadi berbincang dengan Dego, dia berusaha keras untuk mengatakan bahwa dirinya adalah istri Nusa. Dari apa yang dia tangkap, Dego bahkan tidak tahu jika Nusa menikah. Itu artinya, Nora tidak begitu dekat dengan orang-orang yang berkaitan dengan pekerjaan Nusa sebagai seorang produser besar dan kaya.
Dari perbicangan bersama Dego, ada bagian dalam diri Nora yang akhirnya merasa tervalidasi bahwa dia memang tidak sepenuhnya diterima di dunia Nusa. Mereka berbeda kasta. Meski benar bahwa mereka memang bersahabat sejak lama, Nora ingat masa kuliah mereka yang memang dijalani, waktu main mereka berdua, kedekatan, dan bantuan yang selalu Nusa berikan dan tidak pernah bisa Nora kembalikan karena perbedaan kemampua ekonomi. Persahabatan mereka nyata. Namun, bagian percintaan mereka terasa seperti kisah Cinderella yang terlalu mengada-ada.
Lalu, mendapati semua cerita yang keluar dari bibir Dego akhirnya membuat Nora bisa mengerti beberapa bagian. Bagian dimana Nusa tidak sepenuhnya hanya melihat Nora sebagai perempuan yang dicintai. Nusa sempat menggilai perempuan bernama Afi. Dengan kekuatan yang tersisa, Nora mencoba mencari tahu nama Geografi di laman pencarian. Namun, tidak banyak yang bisa Nora temukan. Tampaknya perempuan itu tidak begitu terkenal.
Tidak ada yang bisa Nora lakukan selain berusaha untuk mengingat kembali email lamanya yang bahkan tidak dirinya gunakan lagi semenjak keluar dari rumah sakit. Dia berusaha untuk mengganti password dan semacamnya untuk bisa menggeledah file yang dirinya ingin ketahui itu. Jika Dego mengatakan bahwa Nora sudah pernah meminta file tersebut, artinya dia di masa lalu yang tidak diingatnya, memang sudah mengetahui semua itu.
"Ketemu!" seru Nora yang untungnya dilakukan disaat jam kerja sudah terlewat.
Jantung Nora berdegup dengan keras saat melihat foto-foto tersebut. Nusa berpose begitu dekat dan perempuan androgini itu hanya menggunakan dua helai kain yang membalut dadanya yang benar hampir rata, serta bagian intimnya saja. Sepertinya memang Dego tidak membual mengatakan bahwa Nusa kegilaan dengan perempuan bernama Afi itu. Buktinya banyak juga pose Afi dan Nusa yang sungguh membuat Nora cemburu.
Seketika saja Nora merasa pusing. Dia tahu bahwa kepalanya memberikan sinyal lelah dan tertekan akibat melihat semua hasil foto tersebut. Nora putuskan untuk keluar dari email tersebut dan sebisa mungkin Nora menenangkan dirinya sendiri. Nora merasakan sekelebat adegan dimana tubuhnya terpental dan membuatnya menangis nyeri. Sungguh dia tidak bisa mengatur isi kepalanya sendiri saat ini.
Ponselnya berdering, Nora melihat panggilan dari Nusa. Jelas pria itu akan langsung mencari keberadaan Nora, karena tidak biasanya dia pulang lebih dari jam biasanya. Namun, saat ini Nora sedang tidak bisa berpura-pura baik-baik saja. Dia abaikan panggilan dari Nusa dan meletakkan kepalanya di atas meja kerja.
Apa yang udah aku lihat? Apa artinya semua foto-foto itu?
***
Nusa dengan cemas menyusul ke kantor sang istri, menanyakan pada penjaga di depan kantor yang akhirnya membantu Nusa untuk menemukan Nora yang sedang menelungkupkan kepala di meja kerjanya. Nusa berlari dengan panik karena mengira istrinya pingsan di sana.
"Elnora!"
Nusa mengangkat bahu istrinya secara perlahan dan menemukan perempuan itu menangis tanpa suara. Mata sembabnya membuat perasaan Nusa campur aduk. Dia tidak tahu apa yang sudah terjadi pada sang istri.
"Kamu kenapa?"
Nora tampak menahan dirinya untuk mengatakan sesuatu. Itulah sebabnya Nusa berusaha untuk mengusap sisa airmata istrinya dan menggenggam tangan perempuan itu.
"Kamu kenapa, Sayang? Bilang ke aku."
"Kepalaku sakit ..."
Untuk sejenak, jantung Nusa seolah berhenti berdetak.
"Apa ... apa ada hal lain selain sakit?"
Nora mengangguk. "Aku inget sekelebat waktu tubuhku terpental di jalan. Itu ... menyakitkan, Sa."
Nusa membawa perempuan itu dalam pelukannya dan berusaha sebisanya untuk menenangkan.
"Kamu nggak apa-apa. Ada aku disini, Nora. Aku disini. Kamu nggak apa-apa. Semuanya baik-baik aja."
Di dalam pelukan itu Nora menangis lebih keras. Bagi Nusa itu tangisan yang sangat menyesakkan. Nusa tidak bisa melakukan hal lain selain menunggu hingga tangisan istrinya berhenti. Nusa kembali didera rasa bersalah karena semua yang Nora keluhkan memang berasal dari pria itu.
"Sakit, Sa ... sangat sakit."
Nusa memeluk Nora semakin erat dan menciumi puncak kepala istrinya itu. Dia tidak bisa membiarkan hal seperti ini kembali terjadi pada Nora. Dia akan pastikan istrinya itu untuk tidak perlu kembali bekerja. Kondisi sekelebat mengingat hal kecil begini mungkin bisa terjadi di tempat umum lainnya. Nusa tidak ingin istrinya mengalami tekanan atas ingatan yang berusaha bermunculan itu. Jika suatu saat Nora mengingat apa pun itu ... Nusa siap. Karena yang terpenting adalah dia sudah mengikat Nora dengan pernikahan dan keberadaan anak mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Voyage#2 | TAMAT|
RomansaThey voyage to distant lands that we called;home. |Danusa Roedjati.| |Roedjati series #2| Danusa dan Elnora mengawali kisah mereka bukan dengan cinta, melainkan obsesi salah satunya. Suatu ketika Elnora kehilangan ingatannya dan melihat Danusa ket...
